Beranda Serba Serbi Di Puncak, Pos-Pos TNI Harus Jadi Sahabat Atasi Masalah di Kampung

Di Puncak, Pos-Pos TNI Harus Jadi Sahabat Atasi Masalah di Kampung

655
0
BERBAGI
Bupati Puncak Willem Wandik,SE,M.Si, Kapolres Puncak, Kompol I Nyoma Punia dan Dandim 1714/Puncak Jaya, letkol Denny Salurerung serta Sekda Kabupaten Puncak, Drs, Abraham Bisay, usai mengikuti apel gabungan antara ASN dan TNI/Polri di Halaman Kantor Bupati Puncak, Senin,7 Februari 2022 (Foto : Diskominfo Puncak)

 Pesan Bupati, Kapolres dan Danim soal Keamanan di Puncak

ILAGA, NGK -Dalam apel gabungan antara ASN dan TNI/Polri di Wilayah Kabupaten Puncak, di Halaman Kantor Bupati Puncak, Senin,7 Fenruari, ada beberapa pesan penting yang disampaikan oleh Bupati Puncak Willem Wandik,SE,M.Si, serta Kapolres Puncak, Kompol I Nyoma Punia dan Dandim 1714/Puncak Jaya, letkol Denny Salurerung, terkait dengan kondisi kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) di Kabupaten Puncak, pasca penembakan di Distrik Gome (bukan Beoga, Red.), pekan lalu serta keamanan akhir-akhir ini.

Bupati, Kapolres dan Dandim menekankan agar semua komponen masyarakat di Puncak, harus dapat menciptakan rasa damai di Kabupaten Puncak. Rasa damai ini, menjadi tanggungjawab semua pihak.

Foto bersama usai apel gabungan (Foto : Diskominfo Kab Puncak)

Bupati Kabupaten Puncak Willem Wandik,SE,M.Si, mendorong agar semua pihak harus merasa memiliki Kabupaten Puncak, masyarakat, TNI/Polri, termasuk TPN-OPM, harus bersatu menjaga keamanan, sehingga pemerintah bisa mengejar ketertinggalan di daerah Puncak, sehingga kabupaten ini bisa sama dengan daerah lain yang sudah lebih dulu maju.

“Mari kita sama-sama jaga daerah ini, kita tidak malu kah, daerah ini tinggal begini saja, sementara daerah lain sudah maju ; Sudah bangun jalan, jembatan, pendidikan dan kesehatan. Daerah ini kita punya, marilah kita kerja sama, TNI/Polri, pemerintah dan masyarakat, termasuk TPN-OPM, biar pembangunan bisa jalan,” ungkap Bupati.

Bupati juga menyampaikan penghargaan dan terimah kasih, kepada komitmen dari TNI/Polri, ketika ada penembakan terhadap anggotanya, namun pihak TNI/Polri mampu menahan diri, dan tidak mengejar, sehingga kondisi di Kabupaten Puncak, mulai aman dan kondusif.

“Saya sampaikan hormat kepada sikap TNI/Polri, yang punya komitmen. Ini menadakan bahwa cara-cara persuasif dikedepankan dengan pendekatan teroterial, sehingga masyarakat masih aman, tidak takut, dan Kabupaten Puncak,  tahap demi tahap mulai kondusif, pasca penembakan,” ungkapnya.

Bupati mengatakan, ke depan kita bekerja sama jaga daerah ini. “TNI/Polri jika jalan dan ketemu masyarakat sapa mereka, “amole”. Begitu juga masyarakat, jangan selalu curiga, marilah kita bagun satu kekuatan untuk menjaga keamanan di daerah ini, sehingga pembangunan bisa jalan,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Puncak Kompol, I Nyoma Punia mengakui jika beberapa hari terakhir ini, kondisi kamtibmas di Distrik Beoga dan Ilaga, memang ada gangguan. Namun TNI/Polri tidak penah mengenal lelah, dan sudah bisa mengatasi, dan memberikan rasa aman kepada masyarakat, supaya masyarakat merasa damai bisa melaksanakan aktfitas seperti biasa, berkebun dan bisa ke pasar, tidak merasa tergangg dan terancaman.

“Hanya saja untuk menciptakan keamanan bukan hanya tugas TNI/Polri saja, sebab itu tugas seluruh ASN dan seluruh masyarakat di Kabupaten Puncak. “Apah sih artinya TNI/Polri cuma berapa orang saja di sini,kalau bukan bantuan bapak ibu sekalian, kami tidak abisa berbuat apa-apa, dengan apel bersama ini, mari kita satukan tekad, satukan kekuatan, untuk menciptakan situasi aman di Kabupaten Puncak,” ajak Kapolres, Kompol, I Nyoma Punia.

Kata Kapolres, kemanan adalah modal utama untuk membangun daerah ini, sebab jika tidak aman, tidak bisa Pemerintah, berbuat apa-apa, situasi aman semua program bisa berjalan, pendidikan, kesehatan, maupun infratruktur dan ekonomi, agar daerah Puncak bisa maju sama dengan daerah lain yang sudah lebih dulu maju.

“Memang Kabupaten Puncak, istilah bayi baru lahir. Namun kita tidak bisa tinggal diam. Saya yakin kabupaten ini akan tetap aman dan jalan, bisa mengejar ketertinggalan,”kata Kompol, I Nyoma Punia.

“Ini apel gabungan perdana, semoga ke depan kita bisa lakukan apel bersama, bisa dilakukan apel gabungan lagi, ada copy morning di polres ka, di Koramil kah, sambil makan bersama, untuk membina kearabaan di antara kita,” tambahnya.

Senada dengan Bupati dan Kapolres, Dandim 1714/Puncak Jaya letkol Denny Salurerung, berpesan agar ada sinergi untuk menjaga keamanan di wilayah Kabupaten Puncak, sebab jika kondusif, maka pembangunan bisa jalan.

“Beberapa hari lalu, ada masyarakat dan kepala suku datang kepada kami, curhat soal pembagunan, namun kami sampaikan bahwa kalian harus bisa kasih jaminan keamanan, distrik aman, kampung aman, maka pembagunan bisa jalan, semua kembali ke masyarakat, bukan ke Bupati, Kapolres, Dandim, itu kembali ke masyarakat sendiri,” ajak Dandim 1714/Puncak Jaya letkol Denny Salurerung.

Sementara itu, terkait dengan keberadaan Pos-Pos TNI yang ada di distrik dan kampung, Dandim berpesan agar masyarakat, jangan takut dengan keberadaan Pos TNI atau jadikan musuh, sebab kehadiaran pos-pos TNI, untuk membangun dan membantu masyarakat, sehingga masyarakat bisa menjadikan pos-pos  TNI sebagai saudara, untuk meneirma keluh kesah, apa kesusahan masyarakat, bisa sampaikan ke Komandan pos.

“Mungkin ada kelebihan beras, kopi, gula, silahkan datang ke Pos, minta, Bapak ada gula kah, ada kopi kah-  bagi-bagikah, pasti akan dibagi, jadi pos hadir untuk mengatasi permasalahan bapak dan ibu, bukan untuk menakuti masyarakat,” ungkap letkol Denny Salurerung.

Lanjut Dandim, andaikan ada anggota pos yang dalam tugas keseharian berbuat salah, maka Dandim menganjurkan agar masyarakat bisa laporkan ke dirinya, pasti akan tindak sesuai dengan aturan di TNI Polri, sebab TNI/Polri tidak kebal hukum, akan juga ada proses hukum.

“Telepon saya, mungkin ada anggota yang ambil wam (babi) orang kampung, atau ganggu masyarakatkah, lapor ke saya, pasti saya akan proses, jika memang laporan itu benar adanya,”  tegasnya.

Untuk itu, sebagai Dandim, dirinya menghimbau kepada masyarakat, untuk bersama-sama bergendengan tangan mengamankan situasi di Kabupaten Puncak, sehingga kondisi aman dan pembagunan bisa jalan, dengan demikian kesejahteraaan masyarakat bisa meningkat. Misalkan ada orang-orang di luar Kabupaten yang datang membuat kacau, segera masyarakat laporkan ke TNI/Polri, sehingga TNI/Polri bersama masyarakat, bekerja sama menamankan kondisi aman di Kabupaten Puncak, sebab tugas pengamanan bukan saja di TNI/Polri saja, namun tugas semua pihak.

“kita harus punya satu  komitmen atau kesepakatan bagaimana wilayah Kabupten Puncak ini bisa aman dan tentram dan damai dan pembangunan jalan, yang nikmati juga bukan orang-orang dari luar karena mereka pasti akan kembali ke daerahnya, tapi pembangunan akan tetap tinggal dan yang nikmati adalah orang di Kabupaten Puncak ini,” tandas ungkap letkol Denny Salurerung. (Krist A/ Diskominfo Puncak)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here