Beranda Nusantara Kedamaian di Ilaga Kembali Terusik, Satu Anggota TNI AU Tertembak

Kedamaian di Ilaga Kembali Terusik, Satu Anggota TNI AU Tertembak

578
0
BERBAGI
((Klik Warta)

ILAGA, NGK – Sejak awal Februari lalu, tak ada lagi letusan senapan di Ilaga, Kabupaten Puncak. Berbagai upaya untuk menciptakan kedamaian yang dilakukan Bupati Puncak, Wilem Wandik bersama Ketua DPRD Kabupaten ini, TNI-Polri, tokoh adat, tokoh agama, dan semua komponen masyarakat, tampaknya kedamaian yang diimpikan itu belum tercipta.

Pasalnya, letusan senapan terdengar lagi. Kelompok bersenjata kembali melakukan aksi penembakan dan melukai seorang prajurit Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI AU,  di area Bandara Aminggaru, Kabupaten Puncak, Papua, pada Sabtu (19/2/2022).

“Aksi penembakan itu terjadi sekitar pukul 07.56 WIT menyebabkan seorang personel Satgas Lanud Kopasgat terluka. Praka Fermansyah terkena tembakan pada bagian bahu kanan,” ungkap Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Aqsha Erlangga seperti yang dilansir Seputarpapua.com pada 19 Februari 2022.

Kapendam mengatakan, saat ini Praka Fermansyah telah dievakuasi dari lokasi kejadian menuju fasilitas kesehatan terdekat. Selanjutnya direncanakan proses evakuasi terhadap korban dari Puncak ke Mimika menggunakan helikopter TNI AU.

Padahal sebelumnya, seperti diberitakan NGK (3/3/2022), bahwa letupan senapan di Ilaga mulai tak terdengar. Darah dan air mata yang tercucur di daerah konflik bersenjata di Kabupaten Puncak, secara perlahan-lahan bakal hilang. Pasalnya, Bupati Puncak, Wilem Wandik mengajak warganya untuk tidak boleh takut dan kembali beraktivitas seperti semula.

Bupati Wellem Wandik (Foto : Ayu Arman)

Gebarakan dan ajakan Willem Wandik bukan sekedar retorika belaka. Tapi ajakan ini sebuah tekad. Nyatanya, pasar di Ilaga, Ibukota Kabupaten Puncak. kini mulai ramai. Aktivitas jual beli, mulai kembali normal.

Rasa was-was dari penduduk akibat konflik bersenjata, secara perlahan-lahan mulai hilang. Penduduk mulai berkebun. Hasil kebun dijual di pasar. Roda pemerintahan mulai kembali normal. Aparatur Sipil Negera (ASN) mulai aktif, walau belum sepenuhnya masuk kantor.

“Saya berusaha untuk melakukan trauma healing atau proses penyembuhan setelah trauma yang berkepanjangan akibat konflik bersenjata. Masyarakat di Puncak, harus kembali beraktivitas tanpa rasa takut atau dibayang-abyangi kejadian yang lalu,” ungkap Bupati Puncak Willem Wandik,SE.M.Si pada Rabu, 2 Februari di Ilaga, seperti yang dirilis Diskominfo Kabupaten Puncak.

Persoalan sekarang, mengapa upaya untuk memulihkan keondisi keamanan di Ilaga, terusik lagi dengan beraksinya kelompok bersenjata dan melukai seorang prajurit Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI AU,  di area Bandara Aminggaru? Apakah karena komunikasi yang dibangun oleh Bupati dan Ketua DPRD Pucak dengan kelompok bersenjata, belum efektif ?

Berbagai pertanyaan pasti muncul, tapi pasti Bupati Puncak Willem Wandik, terus  turun ke tengah masyarakat ke pasar dan tempat-tempat umum lainnya untuk mengajak masyarakat kembali melakukan aktfitas lagi, karena kondisi berangsur-ansur mulai kondusif, meski belum sepenuhnya bisa dikatakan aman.

Tentang konflik yang selalu terjadi di kawasan Puncak ini, Bupati mengatakan, bahwa ia terus membangun komunikasi semua pihak.  “Saya sudah bangun komunikasi dengan semua pihak, baik kepala suku, kelompok bersenjata, TNI/Polri, pendeta, dan semua komponen masyarakat. Mudah-mudahan, dengan doa kita semua, Kabupaten Puncak kembali aman dan pesawat kembali masuk ke Ilaga” kata Bupati.  (Krist Ansaka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here