Beranda Serba Serbi Ketika itu, Kabupaten Jayapura Menangis

Ketika itu, Kabupaten Jayapura Menangis

435
0
BERBAGI
Pemakaman Jenasah yang tak terindentifikasi (Infopublik.id)

“Pemerintah Terus Berupaya untuk Mempercepat Pemulihan Kota Sentani”

SentaniNGK –  Belum hilang dari ingatan kita, malam itu, peristiwa tiga tahun lalu, 16 Maret 2019, Kabupaten Jayapura menangis. Banjir bandang dan longsor yang menerjang Sentani dan sekitarnya. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan korban tewas sekitar 112 nyawa l dan 94 orang hilang.

Kini, tiga tahun telah berlalu. Dan untuk mengenang dan menjadikan pelajaran bagi pemerintah dan masyarakat, maka jemaat GKI Reveil Kemiri, Distrik Sentani, bersama Pemerintah Kabupaten Jayapura, melakukan doa bersama di lokasi pembangunan Tugu Peringatan Kemiri  1, pada  Rabu (16/03/2022) malam.

Pada peringatan tersebut Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw mengajak masyarakat adat untuk tetap konsisten menjaga Cagar Alam Cycloop (CAC).

Orang nomor satu di Kabupaten ini pun berharap, peristiwa tiga tahun silam bisa menjadi pelajaran berharga bagi generasi penerus agar dapat menghargai dan menjaga alam, lingkungan sekitar kita.

“Supaya peristiwa seperti ini bisa dihindari atau meminimalisir potensi bahaya bencana alam di sekitar kita,” katanya.

Ia mengatakan, momentum peringatan ini dilakukan sebagai ungkapan dan pengakuan kita sebagai manusia bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa tidak meninggalkan kita setelah peristiwa banjir bandang, 16 Maret 2019 lalu.

“Pertama kita mangucap syukur kepada Tuhan, bahwa atas perkenanNya kita boleh hidup dan dalam keadaan sehat walafiat untuk melaksanakan ibadah pengucapan syukur pada hari ini,” ucap Bupati yang hadir bersama Ketua TP PKK Kabupaten Jayapura Ny. Magdalena Luturmas Awoitauw bersama sejumlah pimpinan OPD, unsur Forkompinda, Ondofolo/Khose, masyarakat dan jemaat Reveil Kemiri Sentani.

Pasca peristiwa banjir bandang, lanjut Bupati, pemerintah daerah terus berupaya bagaimana mempercepat pemulihan Kabupaten Jayapura khususnya Kota Sentani yang terdampak bencana yang terjadi.

Kata Bupati, dalam penanganannya, dibagi dalam tiga segmen. Yang Pertama, pemulihan Cagar Alam Cycloop. Kedua, pemulihan kota Sentani dan ketiga adalah kawasan danau sentani. apa yang dilakukan pemerintah saat ini mungkin tidak akan mengembalikan keadaan seperti sediakala, namun pemerintah tetap berusaha untuk melakukan hal-hal yang baik untuk kesejahteraan warganya.

“Pemerintah juga pada momen ini juga mengapresiasi, mengucapkan keterlibatan semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu-persatu.  Kita juga tidak perlu mengingat kembali lagi peristiwa ini, tetapi kita harus optimis bahwa Tuhan menyediakan masa depan yang lebih baik di waktu-waktu yang akan datang,” ucapnya.(Vihky/KA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here