JAYAPURA, NGK – Masyarakat Kampung Nifasi resah karena seekor monyet yang berkeliharan di kampung mereka. Monyet itu bukanlah hewan dari daerah mereka dan masyarakat belum terbiasa dengan monyet itu. Dikawatirkan, monyet itu bisa mencelakai masyarakat.
Kekuatiran ini tertuang dalam laporan yang disampaikan ke Bidang Konservasi Wilayah II Nabire. Untuk itu, pada pada 13 April 2022 Bidang Konservasi Wilayah II Nabire menangkap dan mengamankan monyet (Macaca ochreata brunnescens) yang berkeliaran di Kampung Nifasi, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire. Kampung ini berbatasan langsung dengan Cagar Alam Tanjung Wiay. Hal ini tertuang di akun facebook Bbksda Papua
Sebelum menangkap monyet itu, Bidang Konservasi Wilayah II Nabire melakukan koordinasi dengan Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik juga Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tenggara. Berdasarkan hasil koordinasi, diketahui bahwa monyet tersebut merupakan monyet Buton endemik Sulawesi Tenggara. Selanjutnya Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA Papua) akan mengembalikan monyet buton ini karena Papua bukan merupakan habitat alaminya.

Setelah ditangkap, monyet ini diperiksa kesehatannya oleh Karantina Pertanian Nabire dan setelah melengkapi berkas pengangkutan, lalu pada Senin, 25 April 2022, satu ekor monyet Buton diberangkatkan dari Pelabuhan Samabusa Nabire menuju Sulawesi Tenggara.

Monyet Buton ini diantarkan kembali pulang ke habitat aslinya didampingi oleh staf fungsional dari BBKSDA Papua dengan menggunakan alat transportasi laut K.M Gunung Dempo.
Sementara itu, petugas BBKSD Papua masih terus menelusuri, asal muasal masuknya monyet Buton ke Nabire (Vihky/ BBKSDA Papua)
Monyet Buton yang Telah diangkap dan diIkat Pinggangnya