Beranda Lingkungan Status Tanggap Darurat Bencana di Kota Jayapura, Penduduk Mengungsi

Status Tanggap Darurat Bencana di Kota Jayapura, Penduduk Mengungsi

425
0
BERBAGI
Warga RT 02/RW VII mengungsi ke tenta-tenda (Foto: Jimmy Paat)

Pasca terjadinya gempa bumi 5,4 Magnitudo, Pemkot Jayapura meliburkan sementara sekolah-sekolah pada, Jumat 10 Februari 2023. Sementara itu, banyak fasilitas umum seperti rumah sakit, kantor pemerintahan dan rumah warga mengalami kerusakan. Warga pun Mengungsi.

JAYAPURA, NGK – Gara-gara gempa yang berkekuatan Magnitudo 5,4 di Jayapura pada Kamis, 9 Februari 2023,  pukul 13.28 WIT, sebagian masyarakat di Dok IX, Jayapura Utara, ke halaman Kantor Dinas Pendidikan. Begitu juga dengan warga RT 02/RW VI di Kelurahan Ardipura, Jayapura Selatan. Mereka menggunakan tenta-tenda. Kondisi ini terjadi di sejumlah wilayah di Kota Jayapura.

Menurut Ketua RT 02/RW VII, Kelurahan Ardipura, Jayapura Selatan, Jimmy Paat, bahwa warga RT 02/RW VII  mengungsi ke tenta-tenda.  Dalam satu tenda ada beberapa Kepala Keluarga. “Mereka mencari tempat aman untuk menghindari rubunya bangunan-bangunan yang tinggi,” kata Jimmy Paat.

Pemasangan tenda untuk Para para pengungsi (Foto : Jimmy Paat)

Sementara itu, Lurah Ardipura. Johane F. Raprap, S.STP, M.Si terus terjun langsung ke lapangan dan melakukan koordinasi dengan semua RT dan RW di wilayahnya untuk melaporkan kondisi wilayahnya akibat gempa. Data data lapangan ini kemudian dilaporkan ke instansi terkait untuk penanangan dampak gempa itu.

Melihat kondisi ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura tidak tinggal diam. Usai gempa Magnitudo 5,4  Pemkot Jayapura langsung menetapkan status tanggap darurat  bencana selama 21 hari.

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Jayapura Robby Awi, mengatakan status tanggap darurat telah diputuskan bersama dalam rapat bersama instansi terkait dan terhitung mulai 9 Februari 2023 hingga 1 Maret 2023.

Robby Awi  menjelaskan untuk lokasi yang terparah akibat gempa berada di Distrik Jayapura Utara dan Distrik Jayapura Selatan. Untuk itu, Pemkot Jayapura melalui Dinas Sosial terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Sosial dalam membangun posko di beberapa titik di Distrik Jayapura Utara dan Jayapura Selatan.

“Selain itu, di depan Kantor Wali Kota Jayapura juga ada posko yang dijadikan tempat pengungsian bagi warga. “Kami akan menindaklanjuti untuk pembangunan posko sehingga masyarakat bisa mengungsi untuk sementara,” Robby Awi .

Awi menjelaskan, dampak dari gempa bumi  tersebut, ada fasilitas umum seperti rumah sakit, kantor pemerintahan dan rumah warga mengalami kerusakan.

“Ini masih akan terus didata oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura dan juga dari tim yang dibentuk oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),” ujarnya.

Sekolah Libur

Pemkot Jayapura juga meliburkan sementara sekolah pada hari ini, Jumat 10 Februari 2023 pascaterjadinya gempa 5,4 Magnitudo di wilayah itu.

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Jayapura Robby Awi di Jayapura, mengatakan semua tingkatan sekolah di wilayah itu akan kembali masuk pada Senin 13 Februari 2023 yang akan diatur oleh masing-masing kepala sekolah.

“Karena pada Jumat (10/2) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura juga akan melakukan pendataan di sekolah,” katanya.

Menurut Awi, dari laporan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura bahwa SMP Paulus dan beberapa SMP yang mengalami kerusakan.

“Sehingga semua akan didata besok, Jumat (10/2) guna memastikan berapa banyak sekolah yang rusak akibat gempa,” ujarnya.

Dia menjelaskan sementara untuk Aparatur Sipil Nagara (ASN) di lingkungan Kota Jayapura yang boleh masuk kantor pada Jumat (10/2) hanya pejabat eselon II, sekretaris, kepala bidang dan para staf kunci serta bendahara.

“Karena Dinas PUPR akan melakukan pendataan terhadap bangunan kantor wali kota yang mengalami kerusakan pasca terjadinya gempa,” katanya lagi.

Dia menambahkan kerusakan yang terjadi di Kantor Wali Kota Jayapura pada bangunan utama atau tepatnya depan parkiran kendaraan roda empat milik wali kota dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di mana bagian plafon roboh.

“Kemudian plafon depan Aula Sian Soor juga roboh gedung badan keuangan serta ruangan beberapa dinas kantor otonom juga mengalami kerusakan akibat gempa,” katanya lagi.

Antisipasi Gempa Bumi

Ini yang harus dilakukan sebelum, sesaat, dan sesudah gempa bumi.

Sebelum:

– Pastikan bahwa struktur dan letak rumah Anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempa, seperti longsor atau likuefaksi. Evaluasi dan renovasi ulang struktur bangunan Anda agar terhindar dari bahaya gempabumi.

– Kenali lingkungan tempat Anda bekerja: perhatikan letak pintu, lift, serta tangga darurat. Ketahui juga di mana tempat paling aman untuk berlindung.

– Belajar melakukan P3K dan alat pemadam kebakaran.

– Catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempabumi.

– Atur perabotan agar menempel kuat pada dinding untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempabumi.

– Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah. Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempabumi terjadi

– Simpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran.

– Selalu mematikan air, gas dan listrik apabila tidak sedang digunakan.

– Siapkan alat yang harus ada di setiap tempat: Kotak P3K, senter/lampu baterai, radio, makanan suplemen dan air.

Saat Terjadi Gempa Bumi:

– Jika Anda berada dalam bangunan: lindungi badan dan kepala Anda dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja, cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan guncangan, lari ke luar apabila masih dapat dilakukan.

– Jika berada di luar bangunan atau area terbuka: Menghindar dari bangunan yang ada di sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, pohon. Perhatikan tempat Anda berpijak, hindari apabila terjadi rekahan tanah.

– Jika Anda sedang mengendarai mobil: keluar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran.

– Jika Anda tinggal atau berada di pantai: jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami.

– Jika Anda tinggal di daerah pegunungan: apabila terjadi gempabumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran.

Setelah Terjadi Gempa Bumi:

– Jika Anda berada di dalam bangunan: keluar dari bangunan tersebut dengan tertib; jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa;periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K; telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau sekitar Anda.

– Periksa lingkungan sekitar Anda: apabila terjadi kebakaran, apabila terjadi kebocoran gas, apabila terjadi hubungan arus pendek listrik. Periksa aliran dan pipa air, periksa apabila ada hal-hal yang membahayakan.

– Jangan memasuki bangunan yang sudah terkena gempa,karena kemungkinan masih terdapat reruntuhan.

– Jangan berjalan di daerah sekitar gempa, kemungkinan terjadi bahaya susulan masih ada.

– Dengarkan informasi mengenai gempabumi dari radio (apabila terjadi gempa susulan). Jangan mudah terpancing oleh isu atau berita yang tidak jelas sumbernya.

– Mengisi angket yang diberikan oleh instansi terkait untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi.

– Jangan panik dan jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan demi keamanan dan keselamatan kita semuanya. (Krist A)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here