Beranda Ekbis Didampingi HPKP2, Petani Kopi Kampung Yanbra Dapat Pelatihan

Didampingi HPKP2, Petani Kopi Kampung Yanbra Dapat Pelatihan

208
0
BERBAGI
Ketua HPKP2 Kabupaten Jayapura, Ester E. Yaku, SE saat mendampingi para petani kopi Kampung Yanbra saat pelatihan.

Jangan membuat program hanya untuk memaksa petani menanam kopi. Tapi para petani harus juga dibekali dengan ketrampilan untuk memproduksi kopi ; mulai dari pengelupasan kulit luar, kulit dalam, penggosengan, pengepakan atau dikemas hingga pemasaran.

 

KEMTUK GRESI, NGK –Petani Kopi dari Kampung Yanbra Distrik Kemtuk Gresi, Kabupaten Jayapura mulai bangkit lagi. Harapan mereka untuk mendapatkan pengetahuan dalam mengelola kebun kopi, akhirnya terjawab ketika Kelompok Tani Kopi Bersaudara Kampung Yanbra itu mendapat pendampingan dari Himpunan Perempuan Kreatif dan Pengusaha Papua ( HPKP2 ) Kabupaten Jayapura Provinsi Papua yang bekerjasama dengan Bengkel dan Rumah Produksi milik Drs. Imade Budi, MSi membuat pelatihan memproduksi kopi, mulai dari pengelupasan kulit luar, kulit dalam, penggosengan, pengepakan atau dikemas hingga pemasaran.

Pj Bupati Jayapura,Triwarno Purnomo bersama para petani Kampung Yanbra saat pembukaan pelatihan produksi kopi.

Pada Jumat, 5 Mei 2023 Kelompok Tani Kopi Bersaudara Kampung Yanbra mendapat pelatihan dari Bengkel dan Rumah Produksi milik Drs. Imade Budi, MSi., yang beralamat di Expo Waena Kota Jayapura, pelatihan itu secara langsung dibuka oleh Pj Bupati Jayapura, Triwarno Purnomo.

Ester E. Yaku, SE., Ketua HPKP2 Kabupaten Jayapura Pada Senin, 8 Mei 2023, saat di temui di tempat pelatihan, Ia menyampaikan, pelatihan ini merupakan upaya dari HPKP2 untuk meningkatkan pengetahuan para petani kopi dalam menggunakan mesin produksi kopi tahapan pengelolaan kopi, pengemasan kopi hingga pemasarannya nanti. “Instruktur pelatihan ini, Bapak Imade Budi dan dibantu oleh asistennya,” kata Ester E. Yaku.

Ketua HPKP2, Ester E. Yaku, SE

Ketua HPKP2 itu menjelaskan setelah pelatihan ini, petani juga akan mendapat materi tentang bagaimana cara menanam, merawat hingga panen kopinya dengan cara yang baik dan benar.  “Jadi pendamping yang dilakukan oleh HPKP2, tidak sampai di pelatihan produksi saja, pendampingan akan terus berlanjut hingga petani bisa mandiri, mulai dari penanaman, perawatan, panen, produksi hingga kopi tersebut dipasarkan,” kata Ester E. Yaku.

Ester E. Yaku juga sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Pemda Kabupaten Jayapura yakni Pj Bupati Jayapura, Triwarno Purnomo atas dukungannya yang sangat serius, serta kepada Kepala Dinas Perindag Kabupaten Jayapura, Theophilus Tegai, yang juga berencana akan membantu petani kopi Kampung Yanbra tersebut. Ucapan terima kasih yang sama juga disampaikan kepada pemilik bengkel kopi dan rumah produksi kopi Bapak Drs. Imade Budi, MSi., atas kesempatannya untuk bersedia melatih para petani kopi.

Drs. Imade Budi, MSi, instruktur

Tambahnya, dari ungkapan para petani kopi yang disampaikan oleh Ketua HPKP2 Kabupaten Jayapura, mereka para petani kopi berniat akan menambah area perkebunan kopi mereka yang mana saat ini sudah mencapai tuju hektar lebih. setelah adanya perhatian ini, selama petani kopi ini bekerja, alat -alat produksinya akan mendapatkan asuransi dari bengkel dan rumah produksi milik Bapak Imade Budi.

Tentunya, HPKP2 masih sangat membutuhkan bergai pihak untuk bermitra, agar dapat mengangkat bersama potensi – potensi sumber daya alam dan manusia yang ada Kabupaten Jayapura juga Provinsi Papua.

Ditempat yang sama juga Drs. Imade Budi, MSi., sangat mengapresiasi HPKP2 Kabupaten Jayapura yang telah menginisiasi kegiatan dan pendampingan itu, Ia merasa bangga ada organisasi Perempuan yang bisa berkarya seperti itu, apalagi yang dilibatkan merupakan petani asli dan anak muda yang masih sangat potensial untuk berlatih memproduksi kopi.

Selain itu, Pak Made, sapaan akrabnya, sangat menyanjung kerja – kerja Pj Bupati Jayapura, yang mana bisa langsung hadir pada pembukaan pelatihan produksi kopi, baginya. hal tersebut merupakan kunjungan Bupati Pertama di bengkel mereka. Itu merupakan suatu kebanggaan.

Untuk pelatihan teknisinya, para petani dari Kampung Yanbra dilatih bagaimana, memproduksi kopi, mulai dari pengelupasan kulit luar, kulit dalam, penggosengan, pengepakan atau dikemas hingga pemasaran nantinya. Selain itu mereka juga dilatih tentang maintenance ( pemeliharaan) mesin – mesin produksi.

Pak Made mengatakan, untuk bengkel mereka sangat terbuka untuk siapa saja yang berniat datang belajar bagaimana membuat alat produksi dan memproduksi berbagai aneka produk – produk pertanian dan perkebunan. (Viktor Done)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here