Beranda Nusantara Rakyat Harus Dihargai dan Dihormati

Rakyat Harus Dihargai dan Dihormati

626
0
BERBAGI
Ribuak Rakyat Papua duduk beralasankan rumput ketika mereka menantikan di salahsatu daerah di Pegunungan Papua, Barnabas Suebu saat melakukan turun kampung. (Foto : Agus Sumule/NGK)

Fondasi untuk menata Papua, sudah dibangun oleh Barnabas Suebu ketika menjadi Gubernur Papua Tahun Periode 2006 – 2011. Tetapi ketika Barnabas Suebu meletakan jabatannya, Sistem yang dibangun itu, rusak. Akibatnya, rakyat tetap terkungkung dalam kemiskinan  dan para pejabat berpesta pora.

JAYAPURA, NGK – Barnabas Suebu ketika menjadi Gubernur Papua yang kedua kalinya dengan semangat ” Kaka Bas Pulang Kampung” Ia mempunyai suatu visi – misi yang sangat mulia. Kaka Bas sapaan akrab untuknya ketika menjadi Gubernur Papua periode tahun 2006 – 2011, Ia mempunyai perhatian serius kepada rakyat di kampung – kampung yang masih terbelenggu dalam kemiskinan.

Dalam buku hasil karya jurnalistik yang dituliskan oleh jurnalis senior Papua Kristian Ansaka telah menuangkan tulisan bagaimana ” Ketika Barnabas Suebu Menata Papua “. Tulisan itu tertuang dalam buku dengan judul “Awal Kebangkitan Orang Papua” pada bagian pertamanya atau pendahuluan halaman 9 – 11, yang diterbitkan tahun 2021 oleh Balitbangda Provinsi Papua Barat. Adapun secuil tulisan itu sebagai berikut :

Barnbas Suebu ketika memberikan kepercayaan kepada rakyat untuk membangun dirinya sendiri untuk keluar dari kungkungan kemiskinan (Foto : Agus Sumule/NGK)

Rakyat Harus Dihargai dan Dihormati

Keberpihakan dan cinta terhadap rakyat di kampung – kampung adalah prinsip dari seorang Barnabas Suebu yang saat itu menjadi Gubernur Papua. Karena prinsip inilah, lahirlah strategi pembangunan daerah yaitu strategi memberikan kepercayaan dan tanggungjawab kepada orang kampung untuk membangun dirinya.

Dari pengalaman yang di alami oleh Barnabas Suebu dalam pemerintahan di Papua, tingkat Nasional bahkan diluar negeri, lalu Ia mengambil keputusan untuk kita memulai membangun dari kampung.

Ia melihat kita kaya, tetapi rakyat tetap miskin di atas kekayaan itu, disisi lain, dunia birokrasi berpesta pora dengan proyek – proyek, sementara rakyat di kampung – kampung tetap miskin.

Dari sekian banyak perjalanan kunjungan dalam rangka Turun Kampung ( Turkam ) Ia melihat banyak hal yang tidak beres, ada yang salah, energi kita habis untuk konflik dan energi kita habis untuk demo. Kita mengelu serta menangisi diri sendiri.

Bas Suebu

Itu sebabnya Barnabas Suebu berpikir kita harus rubah cara berpikir kita, kita harus rubah filosofi kita, kita harus rubah strategi kita untuk membangun bangsa ini. Membangun Papua ini. Dengan memulai dari kampung.

Kenapa harus mulai dari kampung ?. Barnabas Suebu menjelaskan. Ada sesuatu dari Pembangunan nasional yang kita abaikan dan dilupakan dari keseluruhan strategi pembangunan nasional, yaitu bagian dari rakyat yang dimana rakyat sendiri harus membangun dirinya.

Bagian dari uang negara, kita berikan kepada rakyat dan rakyat sendiri membangun dirinya, dan itu yang dilupakan.

Ketika suatu negara membagi uang negara habis untuk proyek dan rakyat hanya tinggal menonton, maka negara itu tidak akan pernah keluar dari kungkungan kemiskinan. Uang dari Provinsi atau uang Otonomi Khusus dibagi habis dalam bentuk proyek. Ini strategi yang salah. Oleh sebab itu, strategi pembangunan kita rubah, Rakyat harus menjadi nomor satu dan proyek menjadi nomor dua atau keseratus.

Barnabas Suebu bersama rombongan saat berada di wilayah tracking hutan sagu, wahana wisata hutan sagu Kampung Yoboi, Distrik Sentani, Jumat (26/8/2022). –(Foto: Jubi/Engel Wally)

Pembangunan Diamanapun harus dimulai dari manusia dan Berhakir untuk manusia. Pembangunan harus bermula dari rakyat dan berakhir untuk rakyat. Kita bangun dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Ini yang dilupakan, untuk itu, SKPD harus memberi dukungan kepada upaya rakyat untuk membangun dirinya. Kita jangan sibuk dengan proyek, tapi kita harus berpihak kepada rakyat dan menghargai rakyat.

Barnabas Suebu telah jelaskan, kita harus berpihak kepada rakyat, karena rakyat miskin dan tidak berdaya untuk menolong dirinya sendiri, maka itu kita harus menolong. (Viktor Done)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here