Beranda Freeport Jelang 57 Tahun, PTFI Gelar Pelayanan kesehatan Mata Secara Gratis

Jelang 57 Tahun, PTFI Gelar Pelayanan kesehatan Mata Secara Gratis

228
0
BERBAGI
Claus Wamafma, Direktur & EVP Sustainable Developent PTFI : Kolaborasi adalah kunci untuk memajukan Papua (Foto: AWP/NGK)

Berbagai tantangan dihadapi, tapi PT Freeport Indonesia tetap berkomitmen untuk berkarya bagi masyarakat di sekitar areal pertambangan.

TEMBAGAPURA, NGK- – Sudah 57 tahun, sejak 7 April 1967, PT Freeport berkarya untuk Indonesia pada Umumnya, dan Tanah Papua pada khususnya. Berbagai tantangan dihadapinya, tapi PT Freeport Indonesia (PTFI) terus berbenah diri, bukan hanya di kegiatan pertambangan tapi juga investasi sosial di berbagai bidang, seperti pelayanan kesehatan Mata secara gratis untuk masyarakat di Kampung Waa Banti yang berada di wilayah daratan Tinggi. Kegiatan ini berlangsung dari 25-26 Maret 2024.

Suasana pelayanan kesehatan mata yang dilakukan di RS Waa Banti, Distrik Tembagapura pada 25/3/2024 (Foto : PTFI)

Claus Wamafma, Direktur & EVP Sustainable Developent PTFI mengatakan, Inisiatif untuk melakukan pelayanan kesehatan Mata secara gratis ini adalah bagian dari komitmen perusahaan menurunkan masalah kesehatan mata bagi masyarakat yang tinggal di sekitar area tambang sekaligus mendukung pembangunan Kabupaten Mimika melalui Program Mata Sehat.

“Kami mengajak berbagai pihak untuk berkolaborasi dan berkontribusi kepada masyarakat. Harapan kami,  aksi sosial ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan mendukung pemberdayaan kesehatan di Kabupaten Mimika melalui program mata sehat ini,” katanya.

Selain pemeriksaan mata, turut dilaksanakan pembagian kacamata gratis kepada pasien yang membutuhkan kacamata. (Foto: PTFI)

Kolaborasi antara lain dengan Pemerintah Kabupaten Mimika dan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) dan didukung oleh Media Group melalui PT. Pangan Sari Utama (PSU), dan Perdami (Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia).

Sebanyak 77 orang yang memeriksakan diri selama dua hari kegiatan. Layanan kesehatan meliputi Pemeriksaan Kesehatan Mata Umum, Test Buta Warna, Pemerikaan Refraksi Mata dan Tekanan Mata, Pembagian Kaca Mata Gratis, Screening Katarak.

Pemeriksaan buta warna juga dilakukan kepada pasien yang datang, sebagai bagian dari pelayanan bakti sosial Kesehatan Mata yang dilakukan di Kampung Waa Banti. (Foto: PTFI)

Rangkaian layanan kesehatan mata gratis dengan slogan “Mataku Duniaku” ini, selain di Kampung Waa Banti, juga akan dilaksanakan pada 27—28 Maret di beberapa kampung lain di area Mapurujaya, Wangirja (SP9), Utikini Baru (SP12) Mioko, Aikawapuka, Wumuka dan Kapiraya dan juga di kota Timika.

Seorang pasien di Kampung Waa Banti, Yesaya Dibitau (50) datang dengan masalah penyakit mata yang diderita sejak lama. Yesaya bercerita, matanya pernah terkena serpihan kayu saat sedang berkebun. “Setelah mendengar pengumuman di gereja tentang pemeriksaan, saya datang supaya saya bisa periksa mata dan bisa lihat lebih baik. Saya berterima kasih kepada Freeport Indonesia dan para dokter,” ujar Yesaya Dibitau.

Selain layanan kesehatan pemeriksaan mata gratis, PTFI bersama para mitra juga akan mengadakan operasi katarak gratis untuk masyarakat yang memerlukan operasi katarak berdasarkan hasil screening katarak. Operasi katarak akan dilakukan di Rumah Sakit Mitra Masyarakat pada puncak kegiatan Bakti Sosial ini pada 5 April mendatang.

“Semoga layanan kesehatan mata gratis ini dapat menjadi langkah awal yang baik untuk memperkuat kesehatan masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” kata Claus. (PTFI/Krist A)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here