Beranda MIMIKA Formigg Mimika Diminta, Tolak Ujaran Kebencian

Formigg Mimika Diminta, Tolak Ujaran Kebencian

106
0
BERBAGI
Bupati Mimika, Johanes Rettob saat memberikan sambutan.

TIMIKA (25/11/25), NGK – Forum Muballigh – Imam dan Guru Ngaji (Formigg) Kabupaten Mimika diminta untuk menolak ujaran kebencian serta menyebarkan dakwah yang moderat dan penuh kedamaian.

Bupati Mimika, Johanes Rettob dan Wakil Bupati, Emanuel Kemong serta anggota DPRK Mimika, Herman Gofur.

Penegasan ini disampaikan Bupati Mimika, Johannes Rettob ketika memberi sambutan dalam acara Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus Forum Muballigh – Imam dan Guru Ngaji (Formigg) Kabupaten Mimika pada Selasa, 25 November 2025 di Hotel Horison Diana.

Bupati Mimika Johannes Rettob melakukan penandatanganan naskah pelantikan dan disaksikan Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong.

Kegiatan yang dilakukan oleh Formigg ini dihadiri Forkopimda Kabupaten Mimika, termasuk Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, Anggota DPRK Mimika Herman Gafur, Organisasi Islam di Kab. Mimika, Forum Imam di Kab. Mimika, Forum Mulligh Kab. Mimika, Forim Guru Ngaji Kab. Mimika, Majelis Tahlim Kab. Mimika serta undangan lainnya.

Penyerahan bendera pataka oleh Bupati Mimika, Johanes Rettob kepada Herman Gofur.

“Formigg  harus menjadi pelopor dalam menjaga persatuan umat dan menolak ujaran kebencian serta menyebarkan dakwah yang moderat dan penuh kedamaian. Kita semua adalah bagian dari keluarga besar Kabupaten Mimika yang membutuhkan keteduhan dan keteladanan dari para pemuka agama,” ujar Bupati Rettob.

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong

Bupati menjelaskan, pembentukan dan pelantikan Formigg ini, memiliki arti yang sangat penting bagi pembangunan kehidupan keagamaan di Kabupaten Mimika. Para Muballigh, Imam dan Guru Ngaji adalah pilar moral dan spiritual masyarakat.

Peserta acara Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus Forum Muballigh – Imam dan Guru Ngaji (Formigg) Kabupaten Mimika.

“Mereka bukan hanya mengajarkan ilmu agama tapi juga menjadi teladan yang menuntun umat menuju akhlak mulia, persaudaraan dan kedamaian,” kata Rettob.

Bupati mengatakan,  Pemerintah Kabupaten Mimika menyadari bahwa pembangunan daerah. tidak hanya berbicara tentang infrastruktur dan ekonomi. Tapi juga tentang pembangunan akhlak dan karakter masyarakat. Untuk itu, Formigg memegang peran strategis sebagai wadah koordinasi, komunikasi serta peningkatan kapasitas para pengemban dakwah dan pendidikan agama Islam.

Suasana acara Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus Forum Muballigh – Imam dan Guru Ngaji (Formigg) Kabupaten Mimika.

“Bupati Mimika  menghimbau melalui rapat kerja ini, agar Formigg dapat menyusun program kerja: Pertama untuk memperkuat pembinaan keagamaan terutama bagi generasi muda. Kedua, program untuk meningkatkan kompetensi para Mubaligh, Imam dan Guru Ngaji melalui pelatihan, pendidikan berkelanjutan dan kegiatan-kegiatan keumatan. Ketiga, Formigg menjadi mitra pemerintah daerah dalam menjaga harmoni antar umat beragama serta mendukung visi Kabupaten Mimika yang aman, damai dan penuh toleransi. Dan harus memberikan dakwah yang menyejukkan, mencerahkan dan menguatkan persatuan.

Peserta acara Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus Forum Muballigh – Imam dan Guru Ngaji (Formigg) Kabupaten Mimika.

“Saya mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk menjalankan amanah ini dengan ketulusan dan penuh pengabdian. Tugas ini bukan sekedar jabatan organisasi tetapi ladang ibadah dan tanggungjawab moral yang mulia,” ujar Bupati Rettob.

Kepada Kementerian Agama Kabupaten Mimika dan seluruh tokoh agama, Bupati menyampaikan apresiasi atas sinergi yang selama ini terjalin dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis. “Mari kita terus kuatkan kerjasama agar Mimika menjadi daerah yang damai rukun dan diberkati,” pintah Rettob.

wakil bupati, Emanuel Kemong menerima aspirasi yang diseraahkan Haji Darwis.

Menurut Bupati Rettob, pemerintah mungkin belum maksimal memperhatikan peran mubaligh, imam dan guru ngaji. Namun pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap keberadaan forum ini sebagai upaya memberikan ruang lebih besar bagi para pembina umat.

“Mungkin selama ini pemerintah tidak memperhatikan mubaligh, Imam maupun Guru Ngaji. Dengan biaya sendiri mereka berusaha memberikan pelajaran mengaji, karena ketidakperhatian ini, kami sepakat mendukung forum ini. Harapan saya, hari ini bukan sekadar kita melihat pelantikan, tetapi ada masa depan yang lebih baik. Mari bersama pemerintah, kita bangun Mimika ini,” ujar Bupati. (tob/ka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here