
TIMIKA (30/12/2025), NGK – Nama Kaokanao sudah tersohor sebelum ada Timika, Ibu Kota Kabupaten Mimika. Pasalnya, Kampung Kaokanao dikenal sebagai salah satu pusat peradaban agama katolik dan pendidikan di tanah Papua, sejak tahun 1927.

“Sebelum ada Timika, Kaokanao sudah terkenal sebagai pusat beradaban di Papua. Dari sini, Papua Tengah dibangun. Orang-orang yang sekolah di sini, menjadi guru-guru di seluruh wilayah Papua Tengah, bahkan di seluruh Tanah Papua. Para guru-guru itu menjadi pioner untuk menjadi manusia Papua yang berkualitas. Saat itu, banyak anak anak dari gunung sekolah di sini. Kaokanao menjadi pusat peradaban di Tanah Papua. Kaokanao bukan kota tua, tapi kota peradaban,” ungkap Bupati Mimika, Johannes Rettob ketika menyampaikan sambutannya pada peresmian SPBU Kompak 869904 pada Senin (29/12/2025).
Menurut Rettob, kejayaan Kaokanao itu, sudah hilang. Bahkan pemerintah melupakan Kaokanao. Untuk itu, tahun 2026, Kaokanao mulai dibangun menjadi menjadi Daerah Tujuan Wisata Rohani dan Kota Peradaban Pendidikan. “Kita akan tata kembali. Ada 12 situs budaya yang akan direhab tanpa merubah keasliannya,” kata Rettob dalam sambutannya.

Kaokanao yang kini menjadi Ibukota Distrik Mimika Barat itu, merupakan salah satu dari tujuh kampung yang berada di Distrik Mimika Barat, Kabupaten Mimika, Papua. Tujuh kampung ini adalah Kampung Aparuka, Apuri, Atapo, Kiura, Migiwia, Mimika dan Kaokanao.
Sejak 1927, Kaokanao dikenal sebagai pusat perwakilan Pemerintahan Belanda, pusat pekabaran injil melalui misi Katolik, dan pusat pendidikan formal. Sehingga, tak heran banyak kenangan mengenai pendidikan di Papua yang sulit dilupakan hingga saat ini.

“Saya dan Pak Wakil Bupati sejak kecil di sini. Kami hidup di sini. Kami sekolah di sini,” ujar Rettob yang didamping Wakil Bupati Emanuel Kemong.

Kunjungan kerja Bupati Rettob dan Wakilnya, Emanuel Kemong dalam rangka meresmikan sejumlah fasilitas, seperti SPBU, Sarana Air Bersih, Jembatan Apung, renovasi Masjid An-Nur (Baca juga Kisah Toleransi dari Masjid yang Berusia 59 Tahun di Kota Peradaban Kaokanao)
Peresmian SPBU Kompak

Bupati Mimika menyatakan peresmian SPBU Kompak di Kampung Atapo, Kokonao, Senin (29/12/2025) merupakan tonggak penting dalam pemenuhan kebutuhan energi di wilayah pesisir Kabupaten Mimika.
Bupati Mimika Johannes Rettob bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong, didampingi unsur Forkopimda serta pimpinan organisasi perangkat daerah, secara resmi membuka operasional SPBU Kompak 869904.
Fasilitas ini menjadi SPBU pertama dan satu-satunya yang melayani kebutuhan BBM masyarakat di kawasan Kaokanao.
Pengguntingan pita sebagai tanda mulainya operasi SPBU dilakukan oleh Wakil Bupati, Emanuel Kemong.
Peresmian SPBU Kompak tersebut tidak hanya menghadirkan infrastruktur baru, tetapi juga menjadi simbol kehadiran pemerintah dalam menjamin akses energi yang adil hingga ke wilayah pesisir dan terpencil.
Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika, Nitha Bala menjelaskan, pembangunan SPBU Kompak merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam mendorong pemerataan distribusi energi sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir.

“Pembangunan SPBU ini dimulai pada 1 Juni 2023 dan selesai pada April 2025. Sejak September lalu sudah beroperasi, dan hari ini diresmikan. Tujuannya menjamin ketersediaan BBM, mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir,” katanya.
Sales Branch Manager Rayon II Papua Tengah Pertamina, Junaedi Kala menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun antara pemerintah daerah dan berbagai pihak. Ia mengatakan SPBU Kompak Kaokanao menjadi akses resmi BBM bagi masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan.
Saat ini, SPBU Kompak 869904 dilengkapi dua tangki upper ground berkapasitas masing-masing 5.000 liter dengan jenis BBM Pertamax dan Dexlite. Pasokan BBM subsidi direncanakan segera menyusul.
“Kami terus berkoordinasi dengan BPH Migas. Targetnya mulai Januari 2026, Pertalite dan Biosolar sudah dapat didistribusikan ke Kaokanao, sehingga masyarakat bisa merasakan program BBM Satu Harga seperti di wilayah perkotaan,” ujar Junaedi.

Prosesi peresmian ditandai dengan pengoperasian perdana pompa BBM serta peninjauan langsung fasilitas SPBU oleh Bupati dan Wakil Bupati. Keduanya juga berdialog dengan pengelola SPBU, Budi dan Heru yang selama hampir dua tahun berupaya menghadirkan layanan energi di wilayah pesisir tersebut.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen memperluas pembangunan SPBU Satu Harga ke Distrik Iwaka, Distrik Mimika Barat Jauh, dan Distrik Mimika Tengah sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan.
Dengan hadirnya SPBU Kompak Kaokanao, kendala distribusi BBM dan mobilitas transportasi laut yang selama ini dihadapi warga diharapkan dapat teratasi. Energi kini menjadi penggerak peningkatan kesejahteraan dan pembuka peluang ekonomi baru di wilayah barat Kabupaten Mimika.
Dalam sambutannya, Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan, peresmian SPBU Kompak Kaokanao merupakan wujud nyata kehadiran negara dan pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di wilayah pesisir dan terpencil.

Ia menyampaikan selama bertahun-tahun masyarakat Kaokanao menghadapi keterbatasan akses BBM dengan harga tidak menentu serta biaya transportasi yang tinggi, kondisi yang berdampak langsung pada aktivitas ekonomi, terutama nelayan dan pelaku usaha kecil.
“Dengan diresmikannya SPBU Kompak ini, masyarakat Kaokanao tidak lagi kesulitan mendapatkan BBM. Harga lebih terjangkau, distribusi lebih terjamin, dan aktivitas ekonomi dapat berjalan lebih lancar. Ini bagian dari komitmen kami menghadirkan keadilan pembangunan hingga ke wilayah pesisir,” ujarnya.
Bupati juga mengapresiasi sinergi antara Pertamina, BPH Migas, pemerintah daerah, serta pengelola SPBU yang telah bekerja sejak tahap perencanaan hingga operasional. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci dalam mewujudkan pemerataan energi di Kabupaten Mimika.
Rettob berharap keberadaan SPBU Kompak Kokonao mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat sektor perikanan dan transportasi laut, serta memicu tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di Distrik Mimika Barat.
“Energi bukan lagi menjadi kendala, tetapi menjadi penggerak kemajuan dan kesejahteraan bersama,” ujar anak Kaokanao yang kini jadi Bupati Mimika itu. (tob/ka)







