
TIMIKA (5/1/26), NGK – Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa mengingatkan para birokrat di Pemerintahan Provinsi Papua, supaya segera meninggalkan sistem birokrasi yang berbelit-belit.
“Pola kerja birokrasi yang berbelit-belit segera ditinggalkan. Gantikan dengan sistem pelayanan yang cepat, transparan dan akuntabel, termasuk melalui pemanfaatan teknologi informasi,” tegas Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa ketika memimpin Apel Gabungan ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah di Halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, di kawasan Bandara Lama Nabire, Senin (5/1/2026).

Meki Nawipa, menegaskan pentingnya perubahan orientasi kerja seluruh perangkat daerah agar lebih fokus pada hasil dan manfaat nyata yang langsung dirasakan oleh masyarakat.
“Setiap program dan kegiatan pemerintah daerah harus disusun secara terukur, tepat sasaran, serta mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat, terutama pada sektor pelayanan dasar, peningkatan kesejahteraan, dan pembangunan wilayah di Papua Tengah. Untuk itu, Program pemerintah tidak boleh sekadar menggugurkan kewajiban administratif. Harus jelas hasilnya dan benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegas Gubernur Meki Nawipa.
Selain itu, kata gubernur, peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi perhatian serius.

Ia meminta agar pola kerja birokrasi yang berbelit-belit segera ditinggalkan dan digantikan dengan sistem pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel, termasuk melalui pemanfaatan teknologi informasi.
“Pelayanan kepada masyarakat harus cepat dan akuntabel. Hilangkan pola kerja yang berbelit-belit dan perkuat koordinasi antarperangkat daerah,” ujar Meki Nawipa dalam arahannya.
Gubernur juga menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antarperangkat daerah.
Menurutnya, tidak ada satu pun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dapat bekerja sendiri dalam mewujudkan pembangunan Papua Tengah yang inklusif dan berkelanjutan.

Ia mengingatkan perbedaan pandangan maupun latar belakang tidak seharusnya menjadi penghambat, melainkan menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan pembangunan daerah.
“Perbedaan jangan menjadi penghalang, tetapi jadikan sebagai kekuatan untuk mencapai tujuan pembangunan Papua Tengah,” pungkasnya. (tob/ka)







