Beranda Serba Serbi Penembakan di Mile 50 Tembagapura, Satu Anggota TNI Tewas, Jalan Utama PTFI...

Penembakan di Mile 50 Tembagapura, Satu Anggota TNI Tewas, Jalan Utama PTFI Ditutup

86
0
BERBAGI
Screenshot video evakuasi anggota TNI yang tertembak. Foto: Istimewa
TIMIKA (11/2/26), NGK – Di areal PT Freeport Indonesia (PTFI) di Mile Post 50, jalan utama menuju Tembagapura  pada Rabu, 11 Februari 2026 sekitar pukul 15.00 WIT terjadi penyerangan dengan senjata oleh kelompok tak dikenal sehingga  akses jalan utama menuju Tembagapura, sementara ditutup.
“Kami menerima laporan dari aparat keamanan terkait insiden penembakan yang terjadi pada Rabu, 11 Februari 2026 sekitar pukul 15.00 WIT di Mile Post 50, jalan utama menuju Tembagapura. Akses jalan utama menuju Tembagapura untuk sementara masih ditutup,” ungkap Katri Krisnati,  VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia melalui whatsapp yang diterima NGK pada Rabu malam (11/2/2026).
Katri Krisnati menjelaskan, prioritas utama PTFI adalah memastikan keselamatan dan keamanan seluruh karyawan dan semua pihak di wilayah kerja PT Freeport Indonesia. “Untuk kami terus berkoordinasi dengan aparat keamanan dan pemerintah terkait hal ini,” Ungakap Katri Krisnati.
Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan momen evakuasi korban. Dalam rekaman singkat itu, terlihat seorang anggota TNI dievakuasi ke dalam mobil untuk segera mendapatkan penanganan medis. Situasi di lokasi tampak tegang, sementara sejumlah personel lainnya berjaga di sekitar area kejadian.
Sementara itu, keterangan yang diperoleh dari Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Tri Purwanto S.I.P mengatakan, peristiwa tersebut terjadi saat personel Koramil 1710-04/Tembagapura Kodim 1710/Mimika melaksanakan tugas di wilayah itu.
“Benar telah terjadi insiden kontak tembak di KM 50, saat ini seluruh korban sudah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis secara optimal,” ujar Kapendam.
Berdasarkan laporan pendahuluan yang diterima Kodam XVII/Cenderawasih, Serka AC gugur dalam insiden tersebut.
Sertu H mengalami perdarahan pada hidung, sementara satu warga sipil berinisial HR mengalami luka tembak dan masih menjalani perawatan medis.
Kapendam XVII/Cenderawasih mengatakan, aparat keamanan sedang melakukan pengejaran terhadap para pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Kami terus berkoordinasi dengan aparat dan pihak terkait untuk menjamin stabilitas keamanan di wilayah tersebut,” mengatakan, Kapendam.
Ia memastikan TNI akan meningkatkan kewaspadaan di sejumlah titik rawan, khususnya di kawasan objek vital nasional, guna memberikan rasa aman bagi masyarakat dan para pekerja. (ka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here