Beranda PAPUA TENGAH Revolusi Nelayan Papua Tengah, Kampung Merah Putih Jadi Andalan

Revolusi Nelayan Papua Tengah, Kampung Merah Putih Jadi Andalan

43
0
BERBAGI
Staf Dinas Kelautan dan Perikanan Papua Tengah siap meningkatkan produktivitas nelayan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir dan danau (Foto: Humas Pemprov Papua Tengah)

NABIRE (5/3/26), NGK  – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen memperkuat sektor perikanan di Papua Tengah dengan rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di empat kabupaten tahun ini.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas nelayan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir dan danau.

Keempat kabupaten yang menjadi sasaran pembangunan ini adalah Nabire, Mimika, Paniai dan Deiyai. Untuk Nabire dan Mimika fokusnya kepada aktivitas nelayan perikanan tangkap. Sedangkan Paniai dan Deiyai, fokus pada nelayan ikan air tawar di Danau Paniai, Danau Tage, dan Danau Tigi.

Kepastian rencana besar ini terungkap dalam pertemuan tim dari KKP RI dengan Pemerintah Provinsi Papua Tengah di ruang rapat Wakil Gubernur, Rabu (4/3/2026).

lt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Papua Tengah, Dr. Karlos Matuan. (Foto: Humas Pemprov Papua Tengah).

Dalam pertemuan tersebut, Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Papua Tengah, Dr. Karlos Matuan, menyampaikan bahwa dari 16 titik calon Kampung Nelayan Merah Putih yang diajukan, proses verifikasi sedang berlangsung. Ia menegaskan, seluruh proses ini dilakukan dengan pendampingan intensif kepada masyarakat, agar pembangunan kampung nelayan benar-benar tepat sasaran.

“Dari 16 titik yang diajukan, kita masih menunggu hasil verifikasi tim survei KKP, terutama terkait status tanah, akses jalan, dan listrik. Jika semua syarat terpenuhi, insya Allah pembangunan kampung nelayan ini akan segera direalisasikan,” ujar Karlos melalui sambungan telepon.

Program ini bukan sekadar menghadirkan wajah baru di desa-desa nelayan, melainkan langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan danau. Menurut Karlos, program ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan prioritas Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, yang ingin mengembangkan pelabuhan perikanan, fasilitas penyimpanan ikan modern, serta rencana ekspor ikan dari Timika tahun ini.

Membangun Sentra Nelayan Berbasis Ekonomi Mandiri

Di setiap kabupaten, akan dibangun kampung nelayan sentral sebagai pusat aktivitas dan pengolahan hasil tangkapan. Di Nabire, misalnya, kampung sentral akan dibangun di Sanoba, sementara di Mimika di Pomako. Hasil tangkapan nelayan akan dikumpulkan di kampung sentral, kemudian diproses dan dijual melalui koperasi Merah Putih yang dikelola secara profesional dan transparan.

Staf dan Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Papua Tengah, Dr. Karlos Matuan. (Foto: Humas Pemprov Papua Tengah).

“Kami ingin memastikan nelayan mendapatkan manfaat maksimal dari program ini. Semua nelayan yang menjadi penerima manfaat harus terdaftar sebagai anggota koperasi dan hasil tangkapannya dijual melalui koperasi tersebut,” tegas Karlos.

Selain fasilitas utama seperti kios nelayan, tempat pelelangan ikan, bengkel mesin, dan fasilitas pembekuan ikan, pembangunan kampung nelayan ini juga mencakup infrastruktur penunjang lainnya. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat ekonomi lokal, dan membuka peluang ekspor ikan yang lebih besar.

Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Nelayan Papua Tengah

Kegiatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan berbagai fasilitas dan pengembangan ekonomi berbasis komunitas, program ini diharapkan mampu membawa manfaat jangka panjang bagi masyarakat Papua Tengah.

“Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi upaya nyata pemerintah untuk mensejahterakan nelayan dan memperkuat posisi Indonesia di sektor kelautan,” tutup Karlos.

Pemerintah Papua Tengah dan KKP RI berkomitmen penuh mendukung realisasi program ini, demi terciptanya kehidupan nelayan yang lebih sejahtera, mandiri, dan berkelanjutan. (rilis/KA)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here