
SENTANI, (10/3/26), NGK – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Jayapura kembali menjadi sorotan tajam! Ironisnya, dua sekolah di Distrik Waibu, hanya sepelemparan batu dari pusat pemerintahan, justru terlupakan dalam program yang seharusnya menyentuh seluruh pelosok daerah.
SMP Satu Atap Kanda dan SD YPK Kanda, hingga Maret 2026 ini, belum merasakan manfaat MBG. Fakta memilukan ini terungkap saat Komisi C DPRK Jayapura melakukan inspeksi mendadak, Selasa (10/3/26).
“Ini sebuah pembiaran! Sekolah-sekolah ini sudah berulang kali dimintai data, tapi hasilnya nihil. Ada apa dengan pengelola MBG di Distrik Waibu?” ujar Bob Banundi, Wakil Ketua Komisi C DPRK Jayapura, dengan nada geram.
Banundi mendesak Pemkab Jayapura untuk bertindak tegas dan mengusut tuntas oknum yang bertanggung jawab atas kelalaian ini. “Jangan sampai ada unsur kesengajaan. Program ini harusnya jadi prioritas!” tegasnya.

Lebih lanjut, Banundi menyoroti bahwa SMA Kristen Koinonia di Distrik Sentani, ibu kota kabupaten, juga mengalami nasib serupa. “Bagaimana mungkin sekolah di jantung kota saja terlewat?
DPRK Jayapura mengancam akan memanggil pihak-pihak terkait untuk memberikan penjelasan. “Jika tidak ada tindakan nyata, kami tidak segan-segan membawa masalah ini ke ranah hukum,” pungkas Banundi.
Program MBG yang digadang-gadang sejak 2025 kini menjadi sorotan publik. Masyarakat menuntut transparansi dan akuntabilitas dari Pemkab Jayapura. Jangan sampai program mulia ini hanya menjadi ajang korupsi dan kolusi, (VD)







