Beranda PAPUA TENGAH Terjebak di Ruas Neraka Nabire-Ilaga, John Gobai Kirim Sinyal SOS ke Kementrian...

Terjebak di Ruas Neraka Nabire-Ilaga, John Gobai Kirim Sinyal SOS ke Kementrian PUPR

25
0
BERBAGI
John NR Gobay ketika menelusuri Jalan Trans Nasional Nabire - Ilaga.

NABIRE (24/3/26), NGK – Mimpi buruk para pengendara di ruas Jalan Nasional Nabire-Ilaga kembali menghantui. Wakil Ketua IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Tengah, John NR Gobai, angkat bicara mengenai kondisi kerusakan jalan yang semakin parah di Kilometer (KM) 139 hingga 141.

Nada geram bercampur harapan, beliau mendesak agar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tidak lagi menutup mata dan segera turun tangan memperbaiki infrastruktur vital yang menjadi urat nadi perekonomian wilayah ini.

Menurut  John Gobai, salah satu dugaan kuat penyebab kerusakan yang terus berulang di ruas jalan yang menghubungkan Nabire ke Ilaga ini adalah belum meratanya pembangunan talut dan box culvert. Kondisi jalan yang seringkali tergenang air dan akhirnya rusak ini, menurutnya, disebabkan oleh minimnya saluran air yang memadai.

Longsor di Jalan Trans Nabire-Ilaga Lumpuhkan Ekonomi, Harga Sembako dan BBM Meroket.

“Kasih jalan buat air, supaya jangan air merusak jalannya manusia,” ujar John Gobai menekankan pentingnya pengelolaan aliran air. Ia menjelaskan bahwa pada titik KM 139-141, jalan tersebut cenderung rendah. Meskipun sudah diaspal, kerusakan tetap terjadi karena air tidak memiliki jalur yang tepat untuk mengalir.

“Kita melihat air menjadi pemicu, karena air tidak mendapat tempat untuk berjalan pada talut karena belum dibuat, sehingga air tidak berjalan pada tempatnya karena memang tidak dibangun,” jelasnya. Oleh karena itu, pembangunan talut dan box culvert dinilai sangat penting. Fungsinya tidak hanya untuk menjaga kelancaran aliran air dan mencegah banjir, tetapi juga untuk melindungi infrastruktur jalan dari kerusakan akibat erosi.

Lebih lanjut, John Gobai menambahkan bahwa box culvert juga berfungsi sebagai saluran untuk mengalirkan air hujan atau air permukaan ke tempat yang lebih rendah, sehingga mencegah genangan air dan banjir. Selain itu, struktur ini juga melindungi saluran air dari tekanan tanah dan beban lalu lintas di atasnya.

Beliau menyayangkan kondisi di mana ruas jalan ini telah dibangun dalam waktu yang lama tanpa disertai pembangunan talut yang merata di kedua sisi jalan. Padahal, mengingat kontur wilayah yang berada di pinggiran gunung dengan jurang di sisinya, pembangunan talut dan box culvert menjadi sangat krusial.

“Di sisi jalan tentu diperlukan talut dan diikuti dengan box culvert sangat penting, agar air mendapat jalannya, sehingga air tidak merusak jalannya manusia,” tegasnya.

Oleh karena itu, John Gobai menekankan dua hal utama yang mendesak untuk segera diwujudkan:

  1. Talut yang merata di sepanjang ruas jalan yang rawan.
  2. Box culvert yang memadai sebagai jalur air yang efektif.

Nasib ruas jalan Nabire-Ilaga kini berada di tangan Kementrian PUPR. Akankah harapan masyarakat Papua Tengah untuk memiliki jalan yang aman dan nyaman terwujud? Atau, ruas ini akan terus menjadi momok yang menghantui para penggunanya? Waktu dan tindakan nyata yang akan menjawabnya. (ka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here