Beranda PAPUA TENGAH GAMKI Jadi Motor Perubahan Papua Tengah

GAMKI Jadi Motor Perubahan Papua Tengah

18
0
BERBAGI
Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menabuh tifa ketika membuka Konferensi Daerah I sekaligus Konferensi Cabang Serentak Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) se-Provinsi Papua Tengah di Nabire, Jumat 9 Okt. 2026. (Foto: ist)

NABIRE (9/10/26), NGK — Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos., M.Si., mengajak generasi muda tidak sekadar menjadi penonton di tengah gelombang tantangan yang mengancam masa depan daerah. Saat membuka Konferensi Daerah I sekaligus Konferensi Cabang Serentak Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) se-Provinsi Papua Tengah di Nabire, Jumat (9/10/2026),

Deinas menegaskan, pemuda harus tampil sebagai garda terdepan perubahan, tulang punggung pembangunan, dan pelopor pemberantasan peredaran minuman keras di tengah masyarakat.

Persoalan minuman keras, menurut Deinas, bukan lagi sekadar urusan individu. Dampaknya telah merambah ke kehidupan bersama seperti memicu pertengkaran, kecelakaan, hancurnya masa depan, hingga hilangnya nyawa generasi muda yang seharusnya menjadi penerus daerah.

“Ini ancaman nyata bagi kualitas sumber daya manusia Papua Tengah. Tidak ada satu elemen pun yang boleh berpaling dari tanggung jawab ini,” ujarnya di hadapan ratusan kader GAMKI yang hadir.

Karena itu, ia mengajak GAMKI tidak berhenti pada seruan moral semata. Langkah nyata diperlukan: edukasi di kampung-kampung, pembinaan karakter sejak dini, dan sosialisasi berkelanjutan tentang bahaya zat yang memusnahkan potensi generasi. Kegiatan positif yang mengisi ruang-ruang kosong di kalangan pemuda harus terus digalakkan, agar kesadaran bersama tumbuh dan perubahan perilaku terwujud di setiap lingkungan.

“Pemuda adalah tulang punggung masa depan bangsa, daerah, dan gereja. GAMKI harus mampu merangkul generasi muda, menyatukan langkah, dan turut menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat,” tegasnya.

Sebagai organisasi yang menjangkau berbagai latar belakang pelayanan, GAMKI dipanggil menjadi perekat persatuan. Deinas menekankan pentingnya merajut kebersamaan di antara 13 denominasi gereja yang tumbuh di wilayah ini. Perbedaan tidak boleh menjadi sekat; justru menjadi kekuatan ketika dikelola dengan semangat persaudaraan. Firman Tuhan harus menjadi landasan moral dalam setiap langkah organisasi, baik di meja rapat maupun di tengah pelayanan kepada masyarakat.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah, lanjutnya, tidak menutup diri dari gagasan muda. Ruang kemitraan dibuka seluas-luasnya — baik dengan pemerintah kabupaten di delapan wilayah administrasi maupun dengan seluruh komponen masyarakat. Pembangunan tidak dapat dipikul sendirian oleh pemerintah; ide, tenaga, dan keterlibatan aktif generasi muda adalah bahan bakar yang menjaga roda kemajuan tetap berputar.

Ia meminta DPD GAMKI menyusun program kerja yang konkret, terukur, dan menyentuh langsung kebutuhan warga di setiap kabupaten. Di samping itu, menjaga kerukunan antarumat beragama dan menjaga suasana daerah tetap aman dan damai menjadi syarat mutlak agar pembangunan berkelanjutan dapat terwujud.

Dalam kesempatan itu, Deinas juga menyampaikan permohonan maaf dari Gubernur yang berhalangan hadir secara langsung karena menjalankan tugas kenegaraan lain. Di penghujung arahannya, ia mengajak seluruh kader memperkuat komitmen pelayanan, menjaga persatuan, dan bersandarkan pada Tuhan dalam setiap karya.

“Pemerintah siap mendukung langkah-langkah nyata GAMKI. Mari bersatu, bekerja bersama, dan membangun Papua Tengah yang lebih baik,” pungkasnya.

Konferensi ini diharapkan menjadi titik tolak konsolidasi organisasi: melahirkan kepemimpinan muda yang berintegritas, peka terhadap persoalan sosial, dan siap memberikan karya nyata bagi kemajuan tanah kelahiran. (ka)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here