Beranda MIMIKA Mimika 30 Tahun: Bangkit dari Kampung Menuju Gerbang Emas

Mimika 30 Tahun: Bangkit dari Kampung Menuju Gerbang Emas

44
0
BERBAGI
Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley ketika memberi sambutannya pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-30 Kabupaten Mimika yang digelar di Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) SP3, Senin (12/10/2026). Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati Mimika)

“Pemimpin yang dipilih oleh rakyat itu pemimpin yang amanah. Untuk itu, mari kita sama-sama untuk mendukung Bupati dan Wakil Bupati saat ini.”

TIMIKA (12/10/26), NGK— Peringatan Hari Ulang Tahun ke-30 Kabupaten Mimika yang digelar pada Senin (12/10/2026) menjadi momentum penggalangan persatuan, pembangunan merata, serta ajakan menjauhi bahaya minuman keras dan HIV/AIDS sekaligus mengakhiri konflik antarsuku, sebagaimana disampaikan tiga pimpinan daerah dalam acara tersebut.

Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley  dalam sambutannya pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-30 Kabupaten Mimika yang digelar di Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) SP3, Senin (12/10/2026).

Dalam sambutan itu, Deinas Geley  mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu membangun Mimika tanpa memandang asal-usul.

“Mimika adalah milik kita bersama. Jika kita membangun daerah ini dengan hati, masa depannya akan jauh lebih maju,” ujarnya.

Deinas Geley   meminta pemuda-pemudi berhenti mengonsumsi minuman keras, mengingat tingginya angka kematian akibat alkohol. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan menghindari penyebaran HIV/AIDS, serta meminta warga dari beragam suku—Lani, Dani, dan lainnya—menghentikan pertikaian. “Tanah Papua ini kaya raya, jika hilang karena miras itu penyakit.

Wakil Gubernur mengingatkan generasi muda, pemuda-pemudi Mimika agar prihatin dengan tingginya angka kematian akibat pengaruh alkohol/minuman keras.

“Berhentilah mengonsumsi minuman keras. Orang tua kita melahirkan dan membesarkan kita dengan susah payah selama sembilan bulan di dalam kandungan. Sangat tragis jika masa depan dan nyawa anak-anak muda kita melayang sia-sia hanya karena pengaruh miras. Tolong, jaga diri kalian,” tegas Wakil Gubernur.

Bupati Mimika, Johanes Rettob, Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong dan Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley foto bersama Forkompimda. (Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati Mimika)

Dijelaskan juga, selain miras, kita juga menghadapi ancaman serius dari penyebaran penyakit (HIV/AIDS). “Saya mengingatkan pemuda-pemudi untuk menjaga diri dan perilaku hidup sehat agar terhindar dari penyakit menular tersebut. Sayangi diri, keluarga, dan masa depan kalian,” pintah Wakil Gubernur.

Deinas Geley mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan: Pemerintah, TNI/Polri, tokoh masyarakat, para kepala distrik, kepala desa, dan seluruh elemen warga harus bersatu padu. Jika kita bersatu, tidak ada tantangan yang dapat mengoyak kita, dan kita akan mampu membangun negeri yang kita cintai ini.

“Pemimpin yang dipilih oleh rakyat itu pemimpin yang amanah. Untuk itu, mari kita sama-sama untuk mendukung Bupati dan Wakil Bupati saat ini,” pintah Wakil Gubernur Papua Tengah.

Sementara itu, Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan tema peringatan “Mimika Rumah Kita: Bangkit dan Bergerak dari Kampung ke Kota Menuju Gerbang Emas” bermakna Mimika sebagai rumah bersama yang aman dan damai bagi semua. “Pembangunan harus dirasakan mulai dari kampung hingga kota; tidak boleh ada warga yang tertinggal,” ungkapnya.

Bupati Mimika Johannes Rettob dan Wakilnya Emanuel Kemong saat memberikian sambutan. (Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati)

Dikatakan, tiga puluh tahun perjalanan daerah ini, katanya, adalah hasil kerja keras para pendiri dan seluruh masyarakat; kini tanggung jawab bersama untuk meneruskan kemajuan menuju masa depan yang lebih cerah, berakar pada nilai budaya dan kesejahteraan luas.

Sedangkan Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong menyampaikan komitmen pimpinan untuk terus memperbaiki kekurangan yang ada. Ia mengajak semua pihak bersinergi, menganggap kritik sebagai cermin evaluasi diri, dan berjanji melangkah bertahap memenuhi harapan masyarakat baik di wilayah pesisir maupun pegunungan. “Jika kita berjalan bersama, cita-cita daerah akan terwujud,” ucapnya menutup sambutan.

Ketiga pemimpin sepakat bahwa persatuan adalah kunci kemajuan Mimika, dan kebersamaan harus dirawat demi masa depan generasi mendatang. (tob/ka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here