
TIMIKA (24/1/26), NGK – Anak-anak jangan pakai laptop untuk main facebook, jangan main di instagram, tiktok, karena media sosial (medsos) itu tidak akan membantu anak-anak untuk sukses. Media sosial itu bisa menjebak kita dalam kehancuran. Media sosial ini bisa merusak masa depan.
Hal ini disampaikan Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Nawipa Sabtu (24/1/2026) di Grand Tembaga Hotel Timika ketika menyerahkan bantuan 25 unit laptop kepada siswa-siswi di Timika yang mengikuti Festival Budaya Pelajar pada 3 September 2025 lalu.
Acar

a penyerahan bantuan laptop ini dihadiri oleh Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, Wakil Gubernur Provinsi Papua Tengah Deinas Geley dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah, Nurhaidah Nawipa serta para siswa penerima laptop dan guru guru pendamping.

Pada kesempatan itu Gubernur Papua Tengah menyatakan, ketika Festifal Budaya Pelajar pada September 2025, ia sudah janji untuk memberikan bantuan laptop.

“Banyak pejabat di Papua, hanya janji-janji saja. Tapi bagi saya, janji itu sebagai integritas. Jadi bantuan laptop ini sebagai alat untuk untuk mengantar anak-anak menuju sukses. Kesuksesan anak-anak sekalian, adalah kesuksesan kita semua,” kata Meki Nawipa.

Selain di Timika, bantuan laptop juga diberikan kepada siswa-siswi di Kabupaten Nabire sebanyak 25 unit, Kabupaten Dogiyai 25 unit, Deiyai 25 unit, Intan Jaya 25 unit, Puncak 25 unit, Puncak Jaya 25 unit dan Paniai 25 unit.

Bukan hanya bantuan laptop. Tapi Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga menyiapkan beasiswa.
Meki menyatakan, untuk mengantarkan anak-anak supaya sukses, pemerintah Provinsi Papua Tengah menyiapkan beasiswa untuk 1.714 dan dari jumlah itu, ada sekitar 200 beasiswa untuk Mimika.

“Kuota beasiswa untuk Mimika paling besar. Jadi tidak ada alasan untuk tidak sekolah atau kuliah. Jangan kalian berpikir, Freeport itu segalanya. Kami pemerintah, mulai dari pemerintah menyiapkan Kartu Indonesia Pintar (KIP), pemerintah provinsi dan kabupaten juga menyiapkan beasiswa. Untuk itu, kita akan daftar siswa-siswi kelas tiga untuk menerima beasiswa. Jadi sekali lagi, tidak ada alasan, untuk tidak sekolah,” kata Meki Nawipa.

Gubernur mengajak semua pihak, berjuang sama-sama. “Kita berdoa supaya ini bisa terwujud dan semua anak-anak asli Papua dan anak-anak lahir besar di Papua Tengah bisa dapat beasiswa,” kata Gubernur Papua Tengah itu.

Dikatakan juga, pemerintah akan memberikan beasiswa yang kuliah di Nabire, Timika, di Jawa, semua dapat beasiswa. “Kita kuliah di dalam negeri saja. Kalau kita kuliah ke luar negeri tapi pulang juga tidak bisa buat apa-apa,” kata Meki Nawipa.
Selain itu, Nawipa juga mengungkapkan adanya 100 beasiswa kedokteran selama lima tahun ke depan bagi anak-anak asli Papua Tengah dan anak-anak lahir dan besar di Papua Tengah.

“Program ini ditujukan untuk menyiapkan tenaga medis profesional dari kalangan generasi muda Papua sendiri,” ungkap Gubernur Provinsi Papua Tengah.
Selain itu, kepada NGK, Meki berharap agar pada pagelaran Festival Budaya Pelajar 2026 ini, anak-anak Mimika Wee dan Amungme dapat tampil menggunakan busana tradisional.
“Anak anak Amungme pakai koteka. Anak anak Mimika Wee pakai cawat. Anak anak lain menyesuaikan dengan budaya suku-suku masing-masing. Kita harus tunjukan budaya kita sebagai jati diri orang Papua,” pesan Meki Nawipa. . (tob/ka)







