Warga Minta, Kerusakan yang Terjadi, Pemerintah Harus Bertanggungjawab
SENTANI, NGK – Kebun dan halaman rumah Mama Ketura Done di Kampung Dosai, Kabupaten Jayapura, tertutup lumpur. Begitu juga dengan rumah Mama Mahuwe, rumahnya diterjang lumpur. Bukan hanya Mama Ketura Dona dan Mama Mehuwe yang mengalami musibah ini. Tapi sekitar 10 rumah warga di Kampung Dosai terkena dampak dari pembangunan Tempat Pemakaman Umum (TPU) milik Pemda Kabupaten Jayapura yang terbengkalai.
Terjangan lumpur dan banjir ini dialami warga Kampung Dosai ketika hujan mengguyur dan air meluap disertai lumpur yang masuk masuk ke rumah dan kebun warga.

Dampak pembangunan Tempat Pemakaman Umum (TPU) ini sudah dilaporkan warga ke intansi terkait. Untuk itu, pada Selasa (1/2/2022), Pemda kabupaten Jayapura melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura melakukan Sosialisasi dan Koordinasi Pemanfaatan Lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU). Kegiatan sosialisasi ini dilakukan di ruang rapat Kantor Distrik Sentani Barat.
Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri, pertemuan ini bertujuan untuk percepatan pembangunan agar lokasi TPU ini dapat dimanfaatkan dengan baik sesuai fungsinya.

Sedangkan untuk dampak dari pembangunan TPU yang dialami warga, menurut Kepala Dinas Lingkungan hidup, bahwa pihaknya akan berkordinasi dengan Dinas PUPR agar ada langkah cepat yang harus dilakukan . “Untuk hari ini, kami menampung aspirasi warga, sekaligus tinjau ke lokasi yang terdampak untuk mengambil data, ” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri.
Kerugian yang di alami warga yaitu satu rumah rusak ,warga lainnya mengalami kerusakan perabotan rumah tangga berupa alat elekronik, alat dapur, alat tidur , pakaian juga lahan berkebun dan halaman rumah yang tertimbun lumpur, seperti yang di sampaikan salah satu korban Ibu Ketura Done pada saat rombongan meninjau di lokasi.
Menurut laporan yang di sampaikan sepuluh rumah yang terdampat posisnya tepat di pembuangan saluran yang baru di kerjakan namun terbengkalai, seingga saat hujan pastinya sangat meresakan karena sudan pasti rumah-rumah warga kena luapan air yang disertai lumpur.
Ketura Done berharap pemerintah daerah harus secepatnya memperhatikan hal ini, pentingnya kordinasi dengan warga setempat agar dampak dan manfaatnya bisa terhukur . “Kerusakan yang terjadi, pemerintah harus bertanggungjawab secepatnya , ” tegas Ketura Done
Kepala Distrik Sentani Barat Yance Samonsabra,SH yang hakir pertemuan itu, menyampaikan terima kasih atas kunjungan yang dilakukan oleh Dinas lingkungan hidup , juga kepada warga yang terdampak sudah datang menyampaikan aspirasi mereka dengan baik dan bijak . “Hal ini akan saya kawal terus sampai selesai, ” tutur kepala distrik menutup sambutan (Vihky)