Beranda PAPUA TENGAH Gubernur Nawipa Bergerak, Puncak Bangkit: Semangat Baru di Tanah Pegunungan

Gubernur Nawipa Bergerak, Puncak Bangkit: Semangat Baru di Tanah Pegunungan

39
0
BERBAGI
Gubernur Papua Tengah, Meki F. Nawipa dan wakilnya Deinas Geley ketika berkunjung ke Kabupaten Puncak. (Foto: Humas Pemprov Papua Tengah)

PUNCAK (3/10/26), NGK — Di tengah hamparan pegunungan yang memeluk Kabupaten Puncak, hari itu, Sabtu (26/9/2026), langkah Gubernur Papua Tengah, Meki F. Nawipa dan wakilnya Deinas Geley bukan sekadar kunjungan kerja. Ia adalah jembatan yang menghubungkan harapan masyarakat yang selama ini tersembunyi di balik bukit-bukit, dengan komitmen pemerintahan yang baru tumbuh.

Kedatangan rombongan Gubernur ini disambut bukan hanya dengan upacara resmi, melainkan dengan sorak-sorai warga yang berjalan berjam-jam dari kampung-kampung terpencil. Bagi mereka, kehadiran seorang Meki Nawipa di tengah tanah kelahiran adalah tanda bahwa suara mereka kini didengar.

Langkah yang Menyentuh Langsung

Kunjungan ini menegaskan tekad pemerintahan untuk tidak hanya bergerak di ruang rapat, melainkan turun langsung ke akar persoalan. Gubernur dan jajarannya menyapa warga dari berbagai lapisan: para kepala suku yang memegang teguh adat, pemuda yang menanti peluang, para ibu yang merawat keluarga di keterbatasan, hingga aparat pemerintahan yang membutuhkan arah untuk melangkah bersama.

Fokus utama yang didorong adalah keselarasan dua kekuatan: semangat masyarakat yang ingin maju, dan kesiapan aparatur yang harus melayani dengan tulus. “Pemerintah ada untuk rakyat. Bukan rakyat yang melayani pemerintah, melainkan kita yang harus melayani kalian,” ujar Gubernur di hadapan warga, kalimat yang disambut keheningan penuh makna sebelum berubah menjadi tepuk tangan panjang.

Membangun Satu Nadi

Di Kabupaten Puncak, tantangan bukanlah hal asing. Jauhnya akses, keterbatasan sarana, serta keragaman budaya yang kaya namun butuh pengelolaan terpadu, menjadi catatan utama. Dalam kunjungan ini, Gubernur mengajak seluruh elemen menyadari: kemajuan tidak bisa datang dari satu pihak saja. Masyarakat harus membuka diri, pemerintah harus hadir merata, dan adat istiadat tetap menjadi tiang penyangga yang tak boleh digantikan.

“Kita tidak ingin membangun yang meninggalkan jati diri kita. Kemajuan tanpa melupakan tanah leluhur, itulah Papua Tengah yang kita cita-citakan,” tegasnya.

Pesan itu tersampaikan di ruang terbuka, di tengah udara sejuk pegunungan yang kini terasa lebih hangat oleh harapan. Para pejabat daerah yang mendampingi menyatakan kesanggupan menyelaraskan program kerja dengan kebutuhan nyata warga, bukan sekadar mengikuti rencana di atas kertas.

Harapan yang Mengakar

Kini, setelah gubernur dan rombongan kembali, jejak yang ditinggalkan bukan sekadar kenangan. Ada kesepakatan yang mulai tumbuh. Masyarakat bersiap berpartisipasi menjaga pembangunan, dan pemerintah berjanji memastikan setiap dana, setiap program, turun hingga ke kampung-kampung yang paling jauh sekalipun.

Langkah Gubernur ke Kabupaten Puncak hanyalah awal. Namun bagi warga yang berdiri di sana, itu adalah bukti bahwa perubahan telah berjalan. Perlahan, namun pasti. Dari tanah yang subur, dari hati yang bersatu, Papua Tengah sedang melangkah. (ka)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here