JAYAPURA (3/9/26), NGK — Perhelatan pariwisata di kawasan Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, menyuguhkan pemandangan yang kontras namun saling melengkapi.
Di satu sisi, kemegahan panggung di Festival Danau Sentani (FDS) lekat dengan kehadiran para pejabat tinggi negara dan daerah. Sementara, Pesta Rakyat di Kampung Yobeh justru menjelma menjadi magnet internasional yang menarik kedatangan ratusan turis mancanegara secara mandiri.
Pegiat Seni dan Lingkungan, Billy Tokoro, mengungkapkan bahwa Pesta Rakyat Kampung Yobeh yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026 ini akan dipadati oleh sekitar 100 turis asing dari berbagai negara. Kehadiran para pelancong global ini murni digerakkan oleh daya tarik daya ikat budaya akar rumput yang dikemas secara otentik oleh masyarakat adat setempat.
“Mereka akan tiba di Pelabuhan Jayapura dengan menggunakan kapal turis. Dari pelabuhan, mereka menuju Museum Uncen, kemudian melanjutkan perjalanan ke Kampung Yobeh dan mereka akan mengikuti pesta rakyat,” ujar Billy Tokoro, menjelaskan rute kedatangan para wisatawan tersebut.
Tidak berhenti di situ, selepas menikmati kemeriahan pesta rakyat di tepian Danau Sentani, para turis mancanegara tersebut akan kembali ke kapal di Pelabuhan Jayapura untuk melanjutkan perjalanan wisata bahari mereka ke sejumlah destinasi unggulan di kawasan Pasifik.
Dinamika ini memperlihatkan dua wajah pariwisata Sentani saat ini. Jika Festival Danau Sentani kerap menjadi panggung formal birokrasi dan seremonial pejabat, maka Pesta Rakyat Kampung Yobeh membuktikan bahwa daya pikat kebudayaan lokal yang dikelola secara mandiri oleh komunitas adat mampu memikat langsung pasar pariwisata global tanpa harus bersandar pada kemegahan seremonial formal. (krist)








