Beranda PAPUA TENGAH Dinkes Papua Tengah Gelar Workshop Integrasi Layanan Primer

Dinkes Papua Tengah Gelar Workshop Integrasi Layanan Primer

21
0
BERBAGI
Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah menggelar Workshop Integrasi Layanan Primer (ILP) pada 19–28 Oktober 2026. Tampak peserta dan narasumber Workshop ILP. (Foto: Humas Dinkes Papua Tengah).

NABIRE, 19 Oktober 2026 — Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah menggelar Workshop Integrasi Layanan Primer (ILP) di Aula Rumah Makan Salera, Jalan Pemuda, Nabire, Senin (19/10/2026). Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama 10 hari hingga 28 Oktober 2026 ini diikuti oleh 40 tenaga kesehatan dari berbagai wilayah kerja di Papua Tengah.

Workshop ini diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan tenaga kesehatan dalam memperluas akses serta memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah Papua Tengah.

Sambutan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Agus, M.Kes., CH.Med., CHt., yang dibacakan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan, Obeth Tekege, SKM., M.PH., menegaskan bahwa ILP merupakan bagian penting dari transformasi sistem kesehatan nasional. Transformasi ini bertujuan mewujudkan pelayanan yang terpadu, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“ILP menggunakan pendekatan pelayanan berdasarkan siklus hidup manusia, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, anak usia sekolah, remaja, orang dewasa, hingga lanjut usia. Pendekatan ini membuat pelayanan kesehatan lebih terarah dan berkesinambungan,” ujar Obeth saat membacakan sambutan Kadinkes.

Pihaknya menekankan bahwa penerapan ILP memerlukan komitmen dan koordinasi yang kuat antara puskesmas, puskesmas pembantu (pustu), posyandu, tenaga kesehatan, serta kader di lapangan.

Selain itu, pelaksanaan workshop ini juga ditujukan untuk menjawab tantangan geografis, keterbatasan transportasi, serta ketimpangan fasilitas dan tenaga kesehatan di Papua Tengah. Melalui penguatan ILP, diharapkan tercipta inovasi dan kerja sama lintas sektor yang disesuaikan dengan karakteristik masyarakat setempat, sehingga wilayah dengan akses terbatas tetap mendapatkan pelayanan secara terpadu.

Ketua Panitia Kegiatan, Sutira Kobogau, S.Kep., Ns., menyampaikan bahwa selama 10 hari pelaksanaan, para peserta akan menerima materi teknis langsung dari narasumber dan widyaiswara Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Kementerian Kesehatan RI Makassar.

“Peserta diharapkan dapat memahami penerapan ILP secara menyeluruh dan mampu menyusun rencana tindak lanjut untuk memperkuat pelaksanaannya di wilayah kerja masing-masing,” kata Sutira.

Acara pembukaan workshop tersebut turut dihadiri oleh Kepala Bidang Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Dinkes Papua Tengah, Kristianus Tebai, SKM., M.Kes.

Melalui pelatihan ini, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah berharap seluruh pengetahuan yang didapat peserta dapat langsung diterapkan dalam pelayanan sehari-hari, guna mendorong peningkatan mutu pelayanan serta derajat kesehatan masyarakat di seluruh wilayah Papua Tengah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here