SENTANI, NGK – Kementerian Sosial RI telah mempercayakan sejumlah program strategis dalam rangka pengembangan ekonomi jemaat, terutama di wilayah II BP AM Sinode yang meliputi wilayah Mamberamo, Sarmi dan sekitarnya.
Hal ini disampaikan Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu,M,Th, disela-sela peresmian gedung baru Klasis Waibu Moi,Kabupaten Jayapura, Selasa,26 oktober 2021.
“Pemerintah pusat melalui Kementerian sosial telah hadir dan teleh bertemu dengan BP AM Sinode GKI di Tanah Papua, dan mereka telah menyampaikan pekerjaan-pekerjaan atau program-program penguatan yang berbasis umat. Ada lima rencana kerja, baik pembangunan ekonomi, seperti koperasi, transportasi laut, usaha ekonomi, peternakan, perikanan, bidang mentenance dan termasuk SPBU Mini, dan internet. Semua akan dikerja bersama dengan GKI,”ungkapnya.
Kata Ketua sinode, daerah yang sudah dituniuk untuk menjadi program pertama oleh Kementerian Sosial RI, adalah Wilayah II BP AM Sinode, yaitu wilayah Sarmi dan wilayah Mamberamo Raya dan sekitarnya. Penunjukan ini sebagai ujian bagi GKI di Tanah Papua. Kalau GKI mampu mengembangkan program-program penguatan berbasis ekonomi bagi umatnya, dengan jangka waktu tiga bulan ke depan, maka Kementerian Sosial pasti akan mengucurkan program-program lain, yang akan bekerja sama dengan GKI, untuk wilayah lainnya lagi.
“Menteri sosial bertanya kepada saya, apakah GKI mampu mengembangkan program ini, dalam jangka waktu tiga bulan ke depan, saya jawab kepada Menteri bahwa kami mampu. Saya sebut juga kepercayaan ini sebagai ujian bagi GKI, apakah kita mampu menggunakan daya dan tenaga kita dalam menerima program ini,” ujarnya.
Lanjutnya, kepercayaan kepada GKI ini, jika berhasil, maka ini sebagai arah baru kebijakan pemerintah, maka ke depan, GKI akan dipercayakan lagi untuk mengelola program pengembangan ekonomi di wilayah GKI yang lainnya, tentunya dalam melaksanakan program ini, GKI tidak jalan sendiri, namun akan bekerja sama juga denga mitra-mitra seperti Perguruan Tinggi Universitas Cendrawasih dalam melakukan pendampingan.
“ini akan merupakan arah baru kebijakan pemerintah untuk memulai bekerja sama dengan GKI, untuk memulai wilayah yang baru, mari kita sama-sama mendukung program ini, jika terwujud akan membuka peluang untuk wilayah yang lainnya juga,”ujarnya.
Untuk itu, Pdt. Andrikus Mofu berharap, Badan pekerja wilayah, Badan Pekerja Klasis dan Ketua-Ketua jemaat di wilayah II, di Sarmi dan Mamberamo, Bonggo, Sarmi Timur dan Barat, agar bersama-sama dengan jemaatnya, mendukung program ini, sebab program ini akan berhasil, jika semua sumber daya ini dilibatkan.
“Jika Propgram ini berhasil, maka program lain, maupun anggaran sendirinya juga turun, langsung sasaran ke jemaat-jemat GKI dalam rangka pertumbuhan ekonomi jemaat,”tambahnya.
Sebab menurut Mofu, dalam pengembangan pelayanan, tidak bisa terlepas dari program ekonomi, apalagi dalam kondisi saat ini, sehingga jemaat dituntut untuk mengembangkan ekonomi jemaat, salah satu solusi adalah melalui kerja sama dengan Kementerian Sosial RI, untuk mengembangkan ekonomi di jemaat-jemaat.(cak/KA)