Beranda Nusantara Jeritan dari Ilaga di HUT RI ke 78 Tahun

Jeritan dari Ilaga di HUT RI ke 78 Tahun

686
0
BERBAGI
Bupati Puncak Willem Wandik,SE,M.Si, ketika menyerahkan Sangsaka Merah Putih kepada Teperince Alom, siswi SMUN 1 Ilaga. (Foto: Isack Womsior/NGK)

Sejak 2013, Bupati Puncak Willem Wandik, tak henti-hentinya mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu membangun kabupaten ini. Walau begitu, air mata dan darah masih terus tercucur di tengah Peringatan HUT RI ke 78 tahun. Bahkan dibanyangi teror KSB, pelaksanaan HUT 17 Agustus di Puncak tetap digelar.

 ILAGA, NGK –  Ketika pekik Kemerdekaan Republik Indonesia ke 78 bergemuruh di seluruh negeri, tapi di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Pengunungan Tengah, pekikan kemerdekaan itu terhimpit dengan kondisi keamanan yang penuh dengan kewaspadaan.

Walau begitu, Pemerintah Kabupaten Puncak, TNI-Polri dan masyarakat wilayah ini tetap melaksanakan upacara pengibaran Bendera Merah Putih untuk memperingati HUT Proklamasi Kemeredekaan RI ke-78 tahun pada 17 Agustus 2023. Upacara ini didilaksanakan di lapangan terbuka di Lapangan Trikora Ilaga, Ibu Kota Kabupaten Puncak.

Bupati Puncak Willem Wandik,SE,M.Si ketika memberi hormat. Dalam ucara HUT RI ke 78 tahun, Tim pengibar bendera dari anak-anak SMUN 1 Ilaga. Pengibar bendera yaitu Simson Tabuni, Jecson Wonda, DG Alfredi Wonda. Komandan upacara adalah Ipda Teguh K. Fardha S, Tr. K. Sedangkan Komandan Pasukan Pengibar Bendera. Ipda Eddy C. Wandosa. Keduanya dari Polres Puncak. (Foto: Isack Womsior)

Tapi setelah upacara selesai, letupan pelor pun terdengar dari moncong senjata anggota TNI-Polri dan Kelompok sipil bersenjata (KSB.). Mereka baku tembak. Dan KSB kembali berulah dengan membakar sejumlah gedung. Belum diketahui, berapa bangunan rumah yang terbakar, namun informasi sementara adalah ada bangunan rumah yang dibakar, tepatnya di dekat lokasi kompleks SMUN 1 Ilaga,dan juga belum diketahui apakah ada korban jiwa atau luka-luka dari kedua belah pihak.

Tangisan dan jeritan di kabupaten ini masih saja terus terdengar. Bahkan cucuran darah pun masih menetes. Hal ini terbukti dengan tewasnya tiga warga sipil pada 16 Agustus 2023 di  Distrik Kenyam, Komplek Yosoma, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan.

Terbetik kabar, ketiga warga sipil itu tewas karena ditembak Kelompok Sipil Bersenjata (KSB) pimpinan Egianus Kogoya. Tiga warga sipil atas nama  Steven Didiway, Michael Rumaropen dan Acun. ketiga jenazah korban telah dievakuasi ke Kota Kenyam.

Selain menembak warga sipil,  KKB juga  membakar dua unit kendaraan roda empat.

KSB kembali berulah dengan membakar sejumlah gedung (Foto: Polda Papua/NGK)

Sungguh pedih. Di hari kemerdekaan RI ke 78 tahun,  ada 175.901 jiwa penduduk Kabupaten Puncak yang berada di ketinggian 1.500-4.000 meter di atas permukaan laut itu, masih terus menjerit. Mereka terkebalakang dan terkungkung dalam kemiskinan. Mereka terhimpit. Bahkan, ribuan orang dari 23 kampung, terpaksa mengungsi untuk menghindari konflik antara Kelompok Sipil Bersenjata (KSB) dengan TNI/Polri.

Walau terhimpit dengan kondisi keamanan, Bupati Puncak Willem Wandik sejak tahun 2013, tak henti-hentinya mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu membangun kabupaten ini. Selama dua periode pimpin kabupaten ini, Bupati Puncak Willem Wandik dengan hati yang tulus, ia berusaha untuk menghentikan air mata warganya yang tercucur karena terhimpit konflik bersenjata.

Bahkan Upacara HUT RI ke 78 tahun ini, sangat special bagi Willem Wandik. Pasalnya, upacara kali ini, merupakan ucapara terakhir yang dipimpinnya, lantaran 24 September nanti, masa jabatannya sebagai Bupati, akan berakhir.

Hati Willem Wandik pasti tak tenang ketika hendak melepaskan jabatannya lantaran hati kecilnya tak tegah melihat rakyatnya masih terus menjerit.

Walau begitu, pada upacara HUT RI ke 78 itu, Willem Wandik masih memberikan semangat untuk rakyatnya agar bersatu membangun Kabupaten Puncak.

Pada upacara kali ini juga ada yang berbeda dari upacara-upacara sebelumnya, karena forkompinda juga menggunakan busana dari masing-masing daerah. Keberagaman busana ini menunjukan bahwa dari Kabupaten Puncak, ada kebersamaan, kebhinekaan yang  merupakan modal utama dalam membangun daerah ini.

Bupati Puncak Willem Wandik,SE,M,Si usai upacara mengatakan, meski ada kelompok yang berniat menggalkan perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-78 di Kabupaten Puncak, namun karena tekad dan kerja sama, komunikasi yang baik antara Pemerintah,TNI-Polri dan masyarakat, akhirnya perayaan HUT RI tetap dilaksanakan dengan penuh hikmat di lapangan terbuka di Ilaga.

“Negara telah hadir memberikan kehidupan yang baik kepada kita semua, sehingga walaupun ada gangguan keamanan yang luar biasa, namun Kabupaten Puncak, masih menghargai negara ini. Tidak boleh ada pihak mana pun yang mencoba-coba menghalangi upacara hari kemerdekaan Bangsa Indonesia ini,”ungkapnya.

“Ini hari kemerdekaan yang memiliki makna bagi saya dan bagi siapa pun yang ada di sini, karena negara telah menjadi berkat, dan telah merubah berbagai aspek yang ada di sini, sehingga kita patut menghargai dan memperingatinya,” tambahnya.

“Terus Melaju, untuk Indonesia Maju.” Begitulah Tema HUT Kemerdekaan RI ke-78. “Tema ini mengingatkan kita semua untuk bersama-sama mengisi kemerdekaan, dengan pembangunan. Apalagi negara sudah hadir dengan berbagai perubahan, dan harus diingat bahwa zaman terus berubah. Saat ini adalah jaman tehnologi, sehingga Kabupaten Puncak, tidak bisa hanya tinggal begitu saja dengan kondisi seperti saat ini, tidak bisa hanya urus perang saja, hanya bakar-membakar gedung, kontak senjata, masyarakat Kabupaten Puncak harus berubah, mengisi pembangunan dengan maju dalam pendidikan, infratruktur, kesehatan, ekonomi. Itu baru bisa ada perubahan dalam kehidupan di kabupaten ini,” kata Willem Wandik.

Usai Upacara HUT RI ke 78 di Ilaga (Foto : Isack Womsior/NGK)

Sementara itu, mewakili pemuda di Kabupaten Puncak, Ketua KNPI Kabupaten Puncak Nopi Tabuni, berharap, dengan momentum 17 Agustus ini, menjadi makna bagi pemuda-pemudi di Kabupaten Puncak, untuk mengisi kemerdekaan dengan rajin belajar, mengejar ilmu, pengejar pendidikan yang setinggi-tingginya, karena dengan pendidikanlah mampu mengubah daerah Kabupaten Puncak, ke arah yang lebih baik lagi.

“Ya, dengan moment peringatan hut RI ke-78 kali ini, saya harapkan pendidikan di Kabupaten Puncak harus lebih maju, kita harus ajak anak-anak kita saat ini, harus sekolah, harus mereka berpendidikan yang baik, karena pendidikalah merupakan jendela untuk menuju kemajuan suatu daerah,” kata Nopi Tabuni.

Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia,S,Sos, mengkui jika ada ganggunan keamanan, meski begitu masyarakat tidak terprofoksi dan tetap hadir dalam perayaan upacara HUT Kemerdekaan RI dengan lancar.

“Meski ada gangguan tapi perayaan HUT 17 agustus berjalan dengan baik, bahkan sejak pekan lalu, ada banyak kegiatan dan lomba,ini bukti masyarakat ingin agar perayaan HUT kemerdekaan bisa berjalan dengan gembira,dan dengan Upacara ini juga membuktikan bahwa kerja sama kita cukup baik disini,” I Nyoman Punia,S,Sos.

Senada dengan itu, Dandim 1717 Puncak Letkol Inf.Jonathan Nidio.A. juga menyampaikan kegembiraanya, meski kondisi ada ganguan keamanan, namun bendera merah putih tetap berkibar di Kabupaten Puncak, pada perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-78. Hal ini menunjukan bahwa kerja sama dan tekad yang baik antara Polri dan TNI, Pemerintah dan masyarakat yang terjalin dengan baik, sehingga mampu memperingati perayaan HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus di Kabupaten yang terkenal rawan ini, bisa berjalan dengan baik dan lancar.

Letkol Inf.Jonathan Nidio.A mengajak masyarakat Puncak, agar bersama-sama mengisi kemerdekaan, dengan pembangunan, apalagi negara sudah hadir dengan berbagai perubahan.

Meskipun kondisi keamanan di Kabupaten Puncak, tidak begitu kondusif, namun tidak menyurutkan tekada dari pemerintah Kabupaten Puncak, TNI-Polri dan masyarakat di Kabupaten Puncak untuk melaksanakan Upacara pengibaran Bendera Merah Putih,dalam rangka HUT Proklamasi Kemeredekaan RI ke-78 Tahun.

Bertindah sebagai Inspektur upacara adalah Bupati Puncak Willem Wandik,SE,M.Si, sementara tim pengibar bendera dari anak-anak SMUN 1 Ilaga sebagai pembawa baki bendera merah putih adalah Teperince alom, serta pengibar bendera simson Tabuni, Jecson Wonda, DG Alfredi Wonda. Komandan upacara adalah Ipda Teguh K. Fardha S, Tr. K. Sedangkan Komandan Pasukan Pengibar Bendera. Ipda Eddy C. Wandosa. Keduanya dari Polres Puncak. (Krist A/Isack Womsior)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here