Beranda Freeport Penjualan Emas PT Freeport Indonesia, Anjlok

Penjualan Emas PT Freeport Indonesia, Anjlok

106
0
BERBAGI
Bak Penampungan Emas PT Freeport Indonesia.

JAYAPURA, (2/2/26), NGK  – Penjualan emas PT Freeport Indonesia (PTFI) anjlok alias turun tajam. Tahun 2026, target penjualan emas PT Freeport Indonesia (PTFI) hanya sebesar 830 ribu ons atau sekitar 26 ton.

Jika dibandingkan dengan realisasi penjualan emas pada 2025 yang mencapai 1,1 juta ons, sekaligus jauh di bawah capaian 2024 yang menembus 1,8 juta ons.

VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia, Katri Krisnati.

, menyatakan bahwa penurunan target penjualan emas tersebut sejalan dengan terbatasnya aktivitas produksi akibat gangguan operasional tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC).

“Pada tahun 2026, penjualan emas ditargetkan sebesar 830 ribu ounces atau sekitar 26 ton,” ujar Katri di Jakarta, Jumat (30/1).

Selain emas, PTFI juga menargetkan penjualan tembaga pada 2026 sebesar 1,1 miliar pon atau setara 480 ribu ton.

Namun, target tersebut juga lebih rendah dibandingkan penjualan tembaga tahun 2025 yang mencapai 1,2 miliar pon.

Turunnya target penjualan ini tidak lepas dari dampak insiden longsor yang terjadi di tambang bawah tanah GBC pada September 2025 lalu.

Hingga saat ini, aktivitas penambangan PTFI masih terbatas dan hanya mengandalkan dua area tambang, yakni Deep Mill Level Zone (DMLZ) dan Big Gossan, dengan kapasitas produksi sekitar 30 persen dari total normal.

Katri menjelaskan, pengoperasian parsial tambang GBC ditargetkan mulai berlangsung secara bertahap pada akhir kuartal I-2026.

Dengan demikian, pasokan konsentrat ke fasilitas peleburan PTFI di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik diperkirakan baru dapat kembali berjalan pada pertengahan kuartal II-2026.

Sebelumnya, induk usaha PTFI, Freeport-McMoRan Inc. (FCX), juga melaporkan bahwa operasional tambang GBC diproyeksikan mulai kembali berjalan pada kuartal II-2026.

FCX menargetkan tingkat produksi Freeport Indonesia dapat pulih hingga sekitar 85 persen dari kapasitas normal pada semester II-2026.

Sementara dalam laporan kinerja tahunan FCX, penurunan penjualan emas PTFI sepanjang 2025 tercatat mencapai 42 persen dibandingkan Tahun 2024.

Dari sisi produksi, output emas pada 2025 hanya mencapai sekitar 0,9 juta ons, anjlok dari produksi emas tahun 2024 yang sebesar 1,8 juta ons. (ngk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here