Beranda MIMIKA Satu Tahun Memimpin Mimika: ‘Mencuci Piring Kotor’ di Tengah Tantangan Berat

Satu Tahun Memimpin Mimika: ‘Mencuci Piring Kotor’ di Tengah Tantangan Berat

70
0
BERBAGI
Johannes Rettob dan Emanuel Kemong ketika menyatakan janji dan sumpahnya saat dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Mimika pada 25 Maret 2025 di Nabire.

TIMIKA (24/3/26), NGK –  Genap satu tahun sudah kepemimpinan Bupati Mimika, Johannes Rettob dan Wakil Bupati, Emanuel Kemong, memegang tampuk pemerintahan.

Sejak dilantik pada 25 Maret 2025 lalu oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, pasangan yang akrab disapa JOEL ini dihadapkan pada tugas berat yang diibaratkan sebagai ‘mencuci piring kotor’. Warisan masalah dari periode sebelumnya, terutama terkait kasus hukum dan dugaan korupsi proyek infrastruktur, serta tata kelola pemerintahan yang carut marut menjadi tantangan utama yang harus mereka hadapi.

Energi Johanes Rettob dan Emanuel Kemong nyaris habis terkuras untuk memikirkan dan melakukan pembenahan mulai dari titik nol.

Gubernur Papua Tengagh, Meki Nawipa saat memberikan tanda jabatan kepada Emanuel Kemong, sebagai Wakil Bupati Mimika.

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa dalam amanat pelantikannya menekankan pentingnya kolaborasi, integritas dan pembangunan yang berdampak. Ia berpesan agar Bupati Johanes Rettob membuktikan diri sebagai pembawa kabar baik, melanjutkan estafet pembangunan dengan hati yang tulus untuk masyarakat, bukan untuk mencari keuntungan pribadi. “Datang bukan mencari hidup, tapi memberi hidup,” ujar Gubernur Nawipa, mengingatkan agar kepemimpinan JOEL tidak terpengaruh oleh narasi negatif yang mungkin beredar.

Menanggapi amanat tersebut, Bupati Johannes Rettob menyatakan komitmennya untuk meneruskan karya orang tuanya yang merupakan perintis di Mimika. Ia menegaskan keputusannya kembali ke Mimika bukan untuk mencari kekayaan, melainkan didorong oleh kepedulian mendalam terhadap kondisi masyarakat yang sulit dan terisolasi.

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa memberi tanda jabatan kepada Johannes Rettob sebagai Bupati Mimika.

“Saya datang ke Mimika bukan untuk cari uang. Saya hidup di Jakarta sudah cukup. Tapi saya harus kembali ke Mimika karena saya punya hati melihat masyarakat kita yang sulit,” ungkapnya.

Bupati Rettob juga menyadari bahwa upaya membangun masyarakat terkadang tidak disukai, bahkan bisa disalahartikan. Ia menekankan bahwa target kepemimpinannya adalah untuk kepentingan masyarakat, bukan pribadi. Namun, ia juga menyoroti adanya rintangan dan ‘banyak mata’ yang membuat kepala daerah terkadang enggan mengambil langkah karena takut salah regulasi atau tersandung masalah hukum. Pesan kepada KPK pun disampaikan, agar para kepala daerah tidak takut bekerja dengan baik dan jujur.

Pesan Kunci Gubernur Meki Nawipa:

  • Kolaborasi dan Kekompakan: Pentingnya sinergi antara Bupati dan Wakil Bupati, serta kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Tengah, khususnya dalam mendukung pembangunan di wilayah pegunungan.
  • Program Prioritas: Fokus pada 1-5 program prioritas yang tuntas dan memberikan hasil terukur.
  • Peningkatan Layanan Kesehatan: Memastikan ketersediaan fasilitas dan tenaga medis yang memadai.
  • Integritas dan Antikorupsi: Menerapkan prinsip “No Corruption” dan mengelola anggaran secara transparan demi kesejahteraan masyarakat.
  • Pemanfaatan Otsus: Menggunakan dana Otonomi Khusus untuk meningkatkan kesejahteraan Orang Asli Papua (OAP).

Tantangan “Mencuci Piring Kotor”:

Kepemimpinan JOEL dihadapkan pada warisan masalah yang kompleks:

  • Masalah Hukum dan Korupsi: Kasus-kasus yang melibatkan mantan pimpinan daerah, seperti dugaan korupsi pembangunan gereja dan kasus ijazah palsu, serta kasus yang pernah menjerat Bupati Rettob sendiri sebelum menjabat, meninggalkan catatan kelam dalam tata kelola pemerintahan.
  • Proyek Mangkrak: Banyak proyek infrastruktur yang terbengkalai dan perlu diselesaikan.
  • Sengketa Aset: Klaim kepemilikan tanah oleh warga atas aset Pemkab Mimika memerlukan penyelesaian hukum yang adil.
  • Pemulihan Kepercayaan Publik: Membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah menjadi prioritas utama.
Bupati Mimika, Johanes Rettob bersama Wakil Bupati, Emanuel Kemong ketika menangani konflik di Kwamki.

Menyadari hal ini, pasangan JOEL memfokuskan programnya pada pemulihan tata kelola pemerintahan, hilirisasi industri, dan penguatan ekonomi. Bupati Rettob berulang kali menekankan pentingnya kinerja, membereskan administrasi, dan menuntaskan pembangunan yang tertunda. Ia juga mengingatkan para pejabat untuk tidak hanya duduk manis, tetapi siap melayani masyarakat, turun ke lapangan, dan mendata kebutuhan riil mereka.

Dalam memilih Wakil Bupati, Johannes Rettob menyatakan memilih Emanuel Kemong karena figur ideal dari Suku Amungme yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat di gunung dan di pantai. Pilihan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam melayani seluruh lapisan masyarakat Mimika.

Satu tahun kepemimpinan JOEL adalah bukti perjuangan untuk membersihkan ‘piring kotor’ demi membangun Mimika yang lebih baik, berintegritas, dan sejahtera. Tantangan memang besar, namun semangat untuk membawa perubahan positif terus digaungkan. (tob/ka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here