Beranda MIMIKA ASN Wajib Kompak, Hentikan ‘Blok-blok’,  Harus Kerja Satu Tim untuk Masyarakat

ASN Wajib Kompak, Hentikan ‘Blok-blok’,  Harus Kerja Satu Tim untuk Masyarakat

18
0
BERBAGI
ASN dari masing masing OPD yang mengikuti apel gabungan pada Senin (5/4/2026) - Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati)

TIMIKA (4/5/2 6), NGK – Suasana pagi yang cerah menyelimuti Lapangan Upacara Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Mimika, Senin (4/5/2026). Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) berdiri rapi, menyimak arahan langsung dari Bupati Mimika, Johannes Rettob, dalam Apel Gabungan.

Bupati Mimika, Johanes Rettob saat memimpin Apel Gabungan pada Senin, 5 Mei 2026 (Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati)

Di hadapan para pejabat eselon, kepala dinas, hingga staf, Bupati Rettob membuka arahannya dengan nada tegas namun humanis. Ia menyoroti satu hal yang menjadi kunci keberhasilan pemerintahan yaitu kesatuan dan soliditas.

“Jangan lagi ada pimpinan OPD yang bikin ‘blok-blok’ di setiap dinas. Kita masuk dalam suasana yang baru, kita itu sama semua,” ujar Bupati Rettob dengan tegas.

Pernyataan ini menyoroti fenomena yang sering terjadi pasca perubahan struktur organisasi atau pergantian pimpinan, di mana masih ada loyalitas berlebih kepada pemimpin lama yang justru menghambat kinerja pemimpin baru.

“Oh, ini bloknya kepala dinas lama, jadi kami tidak terima kepala dinas baru. Mungkin begitu kan? Sekarang kita wajib kompak. Kalau kita kompak, pasti hasilnya akan meledak, pasti pekerjaan kita lebih baik untuk pelayanan masyarakat,” tambahnya diiringi respons antusiasme dari seluruh peserta apel.

Kerja Maksimal, Hasil Maksimal

Selain soal mentalitas, Bupati juga menekankan aspek profesionalisme. Memasuki triwulan kedua tahun 2026, Bupati menuntut agar setiap pegawai bekerja sesuai Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) serta Prosedur Tetap (Protap) yang berlaku. Tidak boleh ada ASN yang datang hanya untuk ‘mengabsen’ atau tidak jelas tugasnya.

Barisan ASN yang mengikuti apel pagi (Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati)

“Saya berharap tidak ada pejabat yang tidak bekerja, tidak tahu mau buat apa. Pimpinan OPD harus bagikan tugas sampai ke bawah, sampai ke staf. Jadi tidak ada yang menganggur,” tegasnya.

Untuk mendukung kinerja optimal, Bupati juga mengumumkan penyesuaian jam kerja yang baru, yaitu mulai pukul 08.00 hingga 15.30 WIT. Langkah ini diambil mengingat besarnya anggaran dan tanggung jawab yang diemban Pemkab Mimika, yang dinilai menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia.

“Jam kerja kita atur. Kalau tidak mampu, TPP potong. Saya tidak mau TPP diturunkan, tapi hasil kerjanya harus terbukti. Kerja harus betul-betul sesuai aturan,” tegasnya, namun diikuti dengan pesan bahwa pihaknya juga akan segera meninjau fasilitas kerja seperti ketersediaan meja dan kursi yang dirasa masih kurang di beberapa OPD.

Integritas dan Doa

Di akhir arahannya, Johannes Rettob mengingatkan pentingnya integritas, wawasan, dan kreativitas. Ia meminta seluruh ASN untuk berani bekerja, tidak takut mengambil keputusan selama sesuai aturan, dan bertanggung jawab.

“Saya berharap kamu semua punya integritas, dedikasi, disiplin, dan kreativitas tinggi supaya bisa membangun Mimika dengan baik,” ujarnya.

Pesan hari itu jelas: Lupakan perbedaan, buang sekat ‘blok-blok’ dan bergerak maju sebagai satu tim yang solid. Karena pada akhirnya, yang menunggu hasil kerja keras mereka adalah masyarakat Kabupaten Mimika.(tob/ka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here