Beranda MIMIKA Gebrakan Bebaskan Mimika dari Stunting

Gebrakan Bebaskan Mimika dari Stunting

63
0
BERBAGI
Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong membuka Rapat Koordinasi Lintas Sektor Penurunan Stunting ditandai dengan pemukulan tifa. (Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati)

“Stunting bukan sekadar persoalan kesehatan semata, melainkan tantangan besar pembangunan sumber daya manusia yang menjalar ke berbagai aspek kehidupan.”

TIMIKA (8/7/26), NGK  — Hari ini Rabu ( 8/7/ 2026) pagi, ruang rapat Hotel Horison Diana, Timika dipenuhi Aparatur Sipil Negara (ASN) perwakilan dari berbagai OPD. Mereka hendak mengikuti Rapat Koordinasi Lintas Sektor bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu percepatan penurunan stunting.

Dalam rapat itu, mereka akan membahas dan memperkuat pelaksanaan Surat Keputusan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen tinggi menjadikan generasi muda Mimika sebagai aset masa depan yang unggul dan berkualitas.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Johana Anatje Belandina Arwam, S.Pd mendampingi Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong pada pPembukaan rapat koordinasi. (Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati)

Kegiatan ini dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, dan pertemuan ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan dari berbagai lapisan.

Dalam sambutan pembukaannya, Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, mengawali dengan rasa syukur mendalam ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas kesempatan bersatu padu dalam misi mulia ini.

“Stunting bukan sekadar persoalan kesehatan semata, melainkan tantangan besar pembangunan sumber daya manusia yang menjalar ke berbagai aspek kehidupan,” tegas Kemong dengan nada tegas dan penuh keyakinan.

Emanuel Kemong menegaskan kemiskinan, akses gizi, ketersediaan air bersih, sanitasi layak, ketahanan pangan, hingga pola pikir masyarakat adalah mata rantai yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan dalam upaya penanganannya.

Karena luasnya cakupan masalah itu, Kemong menekankan keberhasilan tidak bisa ditopang oleh satu instansi saja. “Dibutuhkan kolaborasi kokoh, sinergi berkelanjutan, dan tanggung jawab bersama dari seluruh OPD, pemerintah distrik, tokoh adat, tokoh agama, dunia usaha, hingga seluruh elemen masyarakat,” lanjutnya.

Dikatakan, melalui pembentukan TPPS ini, seluruh program baik intervensi khusus maupun pendukung dapat disusun rapi, dilaksanakan tepat sasaran, serta dipantau perkembangannya secara terpadu.

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong memberikan sambutan, (Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati)

Lebih membanggakan lagi, Kemong mengungkapkan kabar gembira yang menjadi pendorong semangat baru. Kabupaten Mimika telah menerima penghargaan tingkat nasional dari Kementerian Kesehatan atas keberhasilan kinerja penurunan angka stunting. “Kita menjadi salah satu kabupaten di Indonesia yang dinilai serius dan berhasil melaksanakan program ini. Ini adalah buah dari kerja keras dan dedikasi Bapak Ibu sekalian,” ucapnya disambut tepuk tangan meriah peserta rapat.

Namun, ia segera mengingatkan agar tidak berpuas diri. “Penghargaan ini bukan garis akhir, melainkan titik tolak untuk melangkah lebih jauh. Masih banyak celah yang harus diperbaiki, cakupan yang harus diperluas, dan kualitas layanan yang harus ditingkatkan,” pesannya.

Dalam arahannya, Wakil Bupati menekankan empat pilar utama yang harus dijalankan: memahami dan melaksanakan tugas sesuai ketetapan SK TPPS, memasukkan program penurunan stunting ke dalam perencanaan dan anggaran daerah, membangun sistem data yang akurat dan terintegrasi, serta melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala.

“Keberhasilan kita tidak hanya dilihat dari angka statistik yang turun, melainkan dari lahirnya generasi Mimika yang sehat jasmani, cerdas akal budi, dan tangguh menghadapi masa depan,” tutup Kemong dengan doa agar setiap langkah yang diambil senantiasa diberkahi, membawa Kabupaten Mimika menuju wilayah yang maju, sejahtera, dan benar-benar bebas dari ancaman stunting. (tob/ka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here