
Pembangunan tidak hanya terlihat dari gedung atau jalan yang dibangun. Mengatur sistem, memperbaiki tata kelola, itu fondasi yang tak terlihat namun sangat penting.
TIMIKA (6/7/26), NGK – Udara pagi di Kota Timika masih sejuk, namun semangat dan ketegasan membuncah (meluap) di tengah Lapangan Upacara Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Mimika, SP 3 Timika yang dipenuhi ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Mimika pada apel gabungan, Senin (6/7/2026).
Di hadapan barisan ASN yang berbaris rapi, Bupati Mimika, Johannes Rettob berdiri menyampaikan sambutan yang bukan sekadar pesan rutin, melainkan seruan membangun, teguran tegas dan janji nyata bagi kemajuan daerah ini.

Membuka arahannya dengan nada yang hangat namun menyentuh, Bupati Rettob langsung menyampaikan keprihatinan mendalam. “Beberapa hari terakhir, kita kehilangan sejumlah rekan kerja yang meninggal secara tiba-tiba, tanpa tanda-tanda sakit sebelumnya,” ujarnya.

Pesan pertamanya jelas, sayangi diri sendiri dan keluarga. Kesehatan adalah modal utama untuk melayani, dan tanpa itu, segala rencana pembangunan takkan berarti.
Kinerja Harus Melaju, Bukan Diam di Tempat
Namun kehangatan berubah menjadi ketegasan saat menyentuh kinerja pembangunan. Data berbicara lantang. Hingga akhir Juni 2026, realisasi keuangan baru mencapai 22,8 persen, sedangkan belanja modal hanya 0,8 persen. Angka ini jauh dari harapan.
“Kita tidak boleh berpuas diri. Realisasi masih sangat minim,” tegas Bupati. Ia segera memberi komando: besok Selasa (7/7/2026) pukul 09.00 pagi akan diadakan rapat evaluasi ketat. Semua pimpinan dan bagian diminta segera merapikan data, menyelaraskan catatan fisik dan keuangan, serta memastikan tidak ada lagi selisih laporan yang membingungkan.
Tantangan memang datang dari berbagai arah. Gejolak geopolitik dunia, kenaikan harga barang, hingga pemotongan dana transfer daerah. Namun itu bukan alasan untuk berhenti. “Kita tetap harus wujudkan janji kepada rakyat, yaitu tingkatkan ekonomi, turunkan stunting dan kemiskinan, perbaiki pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur,” serunya.
Prestasi Ada, Tapi Masih Jauh dari Sempurna
Ada kabar baik juga. Pemerintah Kabupaten Mimika baru saja meraih penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri atas keberhasilan menekan angka stunting, menurunkan kemiskinan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun Bupati mengingatkan: “Ini baru langkah awal. Jangan cepat merasa cukup. Dasar pembangunan sudah kita letakkan tahun lalu. Sekarang saatnya menuai hasilnya secara nyata.”

Program pendidikan gratis secara bertahap, termasuk bagi sekolah swasta dan bantuan transportasi, menjadi bukti nyata komitmennya. “Pembangunan tidak hanya terlihat dari gedung atau jalan yang dibangun. Mengatur sistem, memperbaiki tata kelola, itu fondasi yang tak terlihat namun sangat penting,” jelasnya menjawab suara masyarakat yang mulai bertanya mengapa kemajuan belum terasa secara kasat mata.

Arahah semakin tegas saat membahas masalah kedisiplinan. Bupati menyebutkan sejumlah temuan yang memalukan. Masih ada pegawai yang mabuk di kantor maupun di jalan dengan kendaraan dinas, ada yang menggunakan media sosial untuk hal tidak berkaitan pekerjaan saat jam kerja, bahkan kasus kekerasan dalam rumah tangga dan perilaku tidak terpuji yang melibatkan pejabat.
“Ini tidak bisa ditoleransi. Kalau terbukti, sanksi tegas menanti, bahkan sampai pemberhentian tidak hormat,” tegas Bupati memberi peringatan dengan nada yang tak terbantahkan. Ia juga mengumumkan akan segera dilakukan penilaian kompetensi bagi 1.000 pegawai lagi, serta penerapan sistem penilaian kinerja berbasis daring agar setiap orang bertanggung jawab atas pekerjaannya.
Tak lupa ia menyinggung soal informasi yang tidak benar yang beredar. “Jangan sebarkan kabar bohong demi mencari perhatian. Jika terbukti mendiskreditkan pemerintah, tindakan hukum akan diambil,” tegasnya.
Bersama Melangkah untuk Mimika yang Lebih Baik
Menutup arahannya yang penuh makna itu, Bupati Johannes Rettob kembali mengajak seluruh jajaran untuk bersatu. “Mari kita buktikan bahwa kita adalah abdi negara yang jujur, bertanggung jawab, dan bekerja sepenuh hati. Bangunlah mulai dari hal terkecil, dari kampung hingga ke pusat kota.”
Pagi itu, di bawah langit Timika yang cerah, tersemat satu tekad baru: memperbaiki diri, mempercepat langkah, dan mewujudkan Mimika yang maju, sejahtera, dan bermartabat bagi seluruh rakyatnya. (tob/ka)







