Beranda PAPUA TENGAH Fondasi Emas Masa Depan Anak di Papua Tengah

Fondasi Emas Masa Depan Anak di Papua Tengah

44
0
BERBAGI
Lokakarya PAUD BERIMUTU, Pokja Bunda PAUD se-Provinsi Papua Tengah (Foto: nabire.net)

NABIRE (8/7/26), NGK — Di ruang Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang penuh semangat, segenap penggerak pendidikan berkumpul dalam sebuah gerakan besar.

Para penggerak Pendidikan itu meletakkan batu pertama pembentukan generasi unggul, melalui Lokakarya PAUD BERIMUTU, Pokja Bunda PAUD se-Provinsi Papua Tengah melangkah tegas menjawab tantangan sekaligus mewujudkan harapan besar bagi ribuan anak di tanah ini.

Berlangsung sejak 7 hingga 9 Juli 2026, kegiatan ini menjadi panggung penting untuk memperkuat kualitas layanan Pendidikan Anak Usia Dini, yang dipandang sebagai akar utama kemajuan suatu bangsa.

Secara resmi dibuka oleh Pelaksana Harian Kepala Bidang Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah, Fredi Edowai, lokakarya ini membawa pesan luhur: masa depan Papua Tengah dimulai dari genggaman dan bimbingan di usia paling emas.

“PAUD adalah fondasi utama pembangunan sumber daya manusia yang tangguh,” tegas Fredi dengan nada penuh keyakinan. Ia menegaskan, apa yang diterima anak pada usia dini akan membentuk kemampuan belajar, kesehatan fisik, keteguhan karakter, hingga tingkat produktivitasnya saat dewasa nanti.

“Investasi paling berharga yang bisa kita berikan adalah memastikan setiap anak mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas, aman, dan menyenangkan,” tambahnya.

Namun, perjalanan mewujudkan mimpi itu tidaklah mudah. Papua Tengah menghadapi tantangan berat: bentang alam yang luas dan terjal, akses yang sulit dijangkau, serta tingginya angka stunting yang menjadi ancaman serius bagi tumbuh kembang anak. Oleh sebab itu, pendekatan PAUD Holistik Integratif menjadi jalan utama yang dipilih—menyatukan aspek pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan dalam satu kesatuan layanan yang utuh.

Di sinilah peran strategis Pokja Bunda PAUD diuji. Sebagai penggerak utama, mereka menjadi jembatan penghubung antara pemerintah, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dunia usaha, hingga orang tua.

“Mereka adalah ujung tombak yang memastikan kebijakan sampai ke tangan anak-anak di pelosok sekalipun,” jelas Fredi.

Lokakarya ini bukan sekadar ruang dengar, melainkan wadah tukar pikiran dan semangat kolaborasi. Dihadiri oleh Ketua Pokja Bunda PAUD Provinsi, perwakilan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan, Tim Pendamping Profesional, serta perwakilan dari delapan kabupaten se-Papua Tengah, kegiatan ini diharapkan melahirkan program-program yang selaras dan terkoordinasi dengan baik.

“Setiap daerah punya tantangan yang berbeda, tapi juga punya ide cemerlang yang bisa menginspirasi. Mari kita saling berbagi, agar kebaikan dan kemajuan bisa menjangkau seluruh penjuru tanah ini,” ajak Fredi kepada seluruh peserta.

Di penghujung sambutannya, ia kembali menegaskan satu hal mendasar: komitmen membangun Papua Tengah harus dimulai dari usia dini. Anak-anak yang tumbuh sehat dan cerdas hari ini adalah pemimpin dan pembangun negeri ini di masa depan.

“Semoga lokakarya ini semakin memperkuat tekad kita bersama, menghadirkan layanan PAUD yang merata, bermutu tinggi, dan berkelanjutan. Dari sini, kita lahirkan generasi Papua Tengah yang tangguh, cerdas, dan siap membawa daerah ini melangkah ke masa depan yang gemilang,” pungkasnya dengan penuh harapan. (K/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here