Beranda Serba Serbi PT Freeport Indonesia Hibahkan Pipa High-Density Polyethylene kepada Pemda Mimika

PT Freeport Indonesia Hibahkan Pipa High-Density Polyethylene kepada Pemda Mimika

104
0
BERBAGI
Executive Vice President Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma dan Bupati Mimika, Johanes Rettob menandatangani berita acara serah terima bantuan pipa kepada Pemda Mimika. (Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati)

TIMIKA (9/7/26), NGK – Cuaca mendung yang menyelimuti kawasan Area Pipeline – Mile Point (MP) 34, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, sebuah revolusi infrastruktur yang mencengangkan baru saja terjadi.

Hari ini, Kamis, 9 Juli 2026, PT Freeport Indonesia (PTFI) secara heroik menghibahkan pipa High-Density Polyethylene (HDPE) canggih kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, menandai era kebangkitan fasilitas publik yang benar-benar memanjakan rakyat.

Selain bupati, Johannes Rettib dan wakil bupati, Emanuel Kemong, hadir juga Kepala Dinas PUPR, Kepala Bapeda, Septinus Timang, Pj Sekda, Abraham Kateyau, Kepala BPKAD, Marthen Tappi Malissa, Kepala Bapenda, Dwi, Kabag Prokopim, Alfasia.

“Ini bukan air biasa!” seru  Executive Vice President Sustainable Development PT Freeport Indonesia (PTFI), Claus Wamafma dengan nada penuh kebanggaan yang menggelegar. Bagaimana tidak, air yang mengalir ke 14.000 hingga 15.000 rumah warga ini memiliki kualitas luar biasa dengan pH rata-rata 7,5, setara dengan kualitas air premium di kawasan eksklusif Kuala Kencana.

“Setiap tetesnya telah melalui pengujian laboratorium yang sangat ketat dan reguler—dari kadar klorin hingga sterilitas mikrobiologi—demi memastikan keamanan tingkat dewa bagi seluruh warga,” ungkap Claus Wamafma.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi dan Vice President Goverment Relation, Ibu Josepina Leny Wongsoatmojo memperlihatkan dokumen berita acara serah terima bantuan pipa. (Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati).

Claus menjelaskan, Pipa HDPE sepanjang 11 kilometer yang diserahkan hari ini bukan sekadar material plastik biasa. Ini adalah mahakarya teknologi Heavy Duty Polyethylene yang jauh lebih ringan, sangat fleksibel, dan mampu menaklukkan struktur tanah tersulit sekalipun, sebuah lompatan raksasa dibandingkan pipa tradisional masa lalu.

Sementara Bupati Mimika, Johanes Rettob, yang hadir bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong, menyambut pemberian hibah dari perusahaan ini dengan antusiasme tinggi. Pemerintah Kabupaten Mimika kini sedang merancang langkah berani untuk membentuk perusahaan daerah mandiri yang akan dikawal ketat oleh standar profesionalisme tinggi, didampingi oleh mitra pengelola air terbaik nasional serta UNICEF. Bahkan, sebuah kantor kerja sama bersama akan segera berdiri sebagai pusat komando koordinasi antara pemerintah dan PT Freeport Indonesia.

Namun, di balik gemerlap kemajuan ini, tantangan nyata menghadang. Bupati menegaskan keamanan fasilitas dari tangan-tangan jahil, seperti pencurian meteran atau perusakan pipa, menjadi musuh utama yang harus dilawan dengan kesadaran kolektif seluruh masyarakat.

Bupati Rettob juga menyampaikan,  kerjasama ini sebagai bentuk dari kelanjutan penandatanganan MoU beberapa waktu lalu. “Kami akan tindaklanjuti dengan Perjanjian Kerjasama (PKS) langsung dengan masing masing OPD. Tidak saja dengan pemerintah tapi juga dengan YPMAK (Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro) sehingga kolaborasi mengeroyok pembangunan di Mimika semakin kuat,” ujar Bupati.

Kini, Mimika berdiri tegak di ambang pintu kemodernan. Dengan sinergi yang tak tergoyahkan antara pemerintah dan dunia usaha, air bersih bukan lagi sekadar mimpi, melainkan arus kehidupan yang mengalir deras, membasahi harapan, dan menjamin masa depan yang lebih bermartabat bagi setiap warga Mimika.

Usai prosesi serah terima di Mile 34, dilanjutkan dengan sesi jumpa pers antara Pemda Mimika, PTFI, dan para jurnalis di Rimba Papua Hotel, Timika.

Dalam kesempatan tersebut, terungkap bahwa hibah pipa ini merupakan langkah strategis untuk mengakselerasi jangkauan air bersih.

Claus Wamafma menyatakan  pertimbangan utama pemberian hibah adalah untuk memastikan fasilitas yang telah ada memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Mimika secepat-cepatnya. Komitmen keberlanjutan perusahaan pun ditegaskan melalui pendampingan teknis berkelanjutan, termasuk pemantauan ketat kualitas air (pH, klorin, dan turbiditas) agar tetap layak konsumsi.

Semenetara Bupati Mimika, Johanes Rettob, yang hadir bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong, menjelaskan bahwa pipa-pipa hibah ini akan langsung diintegrasikan ke dalam program kerja jangka panjang maupun pendek pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) guna menjangkau wilayah yang belum tersambung hingga tahun 2026. Secara teknis, Kepala Dinas PUPR Mimika memastikan bahwa spesifikasi pipa telah disesuaikan dengan kebutuhan integrasi jaringan distribusi yang sudah ada di Kota Timika agar pelayanan berjalan berkesinambungan.

Foto bersama (Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati)

Menanggapi pertanyaan terkait keberlanjutan, Bupati Rettob mengungkapkan bahwa pemerintah sedang menyiapkan pembentukan Perumdam (Perusahaan Umum Daerah Air Minum) sebagai badan pengelola yang lebih spesifik dan profesional. Studi banding telah dilakukan dengan bekerja sama bersama perusahaan air minum terbaik di Indonesia, seperti Perusahaan Air Minum Toyaweni di Surakarta, serta melibatkan UNICEF.

Terkait tantangan di lapangan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi mengakui adanya kendala sosial berupa penolakan sebagian warga dalam pemasangan pipa di area tanah mereka. Strategi yang ditempuh adalah pendekatan persuasif melalui kepala distrik, lurah, dan komunikasi sosial langsung agar pipa dapat terpasang sesuai perencanaan.

Sebagai penutup, Bupati Rettob memberikan pesan tegas kepada seluruh masyarakat Timika untuk bersama-sama menjaga fasilitas publik tersebut. “Jika rusak, dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat sendiri,” tegas Bupati, seraya menekankan pentingnya menjaga infrastruktur pipa demi kepentingan bersama.

Dengan sinergi yang tak tergoyahkan antara pemerintah, dunia usaha, dan dukungan masyarakat, Mimika kini berdiri tegak di ambang pintu kemodernan, membawa harapan baru yang mengalir deras bersama aliran air bersih yang lebih layak dan bermartabat. (tob/ka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here