
JAYAPURA – Tarian kolaborasi topeng dan kuda lumping di partai semifinal cabang olahraga pencak silat PON XX Tahun 2021 sangat menghibur penonton yang memenuhi GOR Habel Melkias Suwae (HMS) Toware, Senin 11 Oktober 2021.
Namun tak satupun yang menyadari bahwa diantara belasan penari yang tampil itu ada dua sosok anak asli papua yang asik menari mengikuti irama musik khas pulau Jawa ditengah-tengah penari lainnya.
Dua sosok itu adalah Enjel Felle, Daniel Taime dan Paska Sokoy. Ketiganya adalah anak asli Sentani, Kabupaten Jayapura yang tergabung dalam sanggar budaya Ngesti Laras sejak tahun 2019.
Keinginan kuat untuk bergabung bersama di sanggar tari yang bermarkas di Komba, Distrik Sentani berawal dari keseringan menonton para penari kuda lumping itu berlatih di lokasi yang tidak begitu jauh dari tempat tinggal kedua remaja ini.
“Saya senang saja bisa ikut dalam sanggar dan tampil di ajang PON, awalnya suka nonton tapi lama-lama jadi ingin menari juga. Tarian kuda lumping ini tidak susah dan saya senang,”ujar Enjel Felle yang saat ini duduk di kelas I Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Setani, Selasa (12/10/2021) .
Rasa bahagia yang sama juga diungkapkan Daniel Taime yang masih duduk di dikelas III SMP Negeri 1 Sentani. Menurutnya, bisa tampil bersama teman-temannya di ajang PON adalah kesempatan yang mungkin saja tidak akan terulang kembali.
“Senang karena bisa tampil dengan teman-teman saya. Ini pengalaman pertama dan saya bangga bisa tampil di PON,” ungkap Daniel Felle.
Salah satu pengurus sanggar Ngesti Laras, Tulus mengatakan ketiga anak asli Sentani yang menari bersama belasan penari lain itu adalah kebanggan bagi sanggar Ngesti Laras. Pasalnya tidak banyak anak-anak asli Papua yang tertarik dengan tarian topeng maupun kuda lumping.
“Kita juga bangga yah ada anak-anak asli papua yang bergabung dan mereka sudah kami anggap anak sendirin dan sejauh ini mereka bertiga sangat antusias mengikuti latihan,”terang Tulus.
Ia dan seluruh pengurus sanggar Ngesti Laras mengaku sangat bangga karena bisa diberikan kesempatan untuk bisa tampil dan berpartisipasi di ajang PON XX.” Kita sangat bangga bisa tampil di PON XX karena di Iven ini sangat istimewa ini,”katanya.
Hingga saat ini, sanggar tari Ngesti Laras yang dibentuk sejak tahun 70an itu juga telah tampil di ajang PON XX sebanyak lima kali, diantaranya di venue Senam, Softball, Baseball, Hockey dan Pencak Silat di GOR HMS Toware. (Humas PB PON/ Alan Youwe).