Industri sagu dapat menimbulkan perubahan langsung atau tidak langsung terhadap sifat fisik, kimia dan hayati lingkungan hidup sehingga melampaui criteria baku mutu kerusakan lingkungan hidup.
SENTANI, NGK – Rencana pembangunan industri sagu di Kampung Yoboi, Kabupaten Jayapura dinilai dapat mengancam kelestarian sagu dan ekowisata dan budaya di kampung ini.
Hal itu diungkapkan aktivis ekowisata, Billy Tokoro kepada NGK, Selasa (21/5) melalui telepon selulernya. Menurut Billy, industri sagu ini hanya memperhitungkan sisi ekonomi saja, tampa melihat dampak dari kehadiran industri sagu terhapat kelestarian dusun sagu dan budaya masyarakat Kampung Yoboi.
Menurut Billy Tokoro, industry sagu itu juga dapat mengasilkan limbah yang apabila dibuang ke lingkungan akan dapat mengancam lingkungan hidup itu sendiri, kelangsungan hidup manusia serta mahluk hidup lain, seperti ikan di Danau Sentani.
Industri ini dapat menimbulkan perubahan langsung atau tidak langsung terhadap sifat fisik, kimia dan/atau hayati lingkungan hidup sehingga melampaui criteria baku mutu kerusakan lingkungan hidup.
“Apalagi, saat ini, masyarakat adat di Kampung Yoboi lagi giat-giatnya dengan kegiatan ekowisata dengan objek wisatanya hutan sagu yang terpelihara dan dikelola secara arif oleh masyarakat adat. Jadi kalau ada industri sagu, kegiatan ekowisata akan terancam, dan dusun sagu pun akan terancam,” tegas Billy Tokoro. (KA)