Beranda Agama Di Bawah Naungan Iman, Henock Puraro Pimpin Temu Raya Kaum Bapak GKI...

Di Bawah Naungan Iman, Henock Puraro Pimpin Temu Raya Kaum Bapak GKI di Tanah Papua

51
0
BERBAGI
Henock Puraro, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI ketika memberikan sambutan.

SENTANI, (7/6/26), NGK– Di tengah suasana ibadah yang khidmat dan penuh pengharapan di Jemaat GKI Rafael Kemiri, Sentani, Kabupaten Jayapura, sebuah tongkat estafet tanggung jawab besar baru saja diserahkan. Henock Puraro, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Papua, resmi dikukuhkan sebagai Ketua Panitia Pelaksana Temu Raya Persekutuan Kaum Bapak (PKB) GKI di Tanah Papua ke-8.

Prosesi pelantikan ini dilakukan langsung oleh Wakil Ketua II Badan Pekerja Sinode (BPS) GKI di Tanah Papua, Pdt. Gustaf Wutoy, S.Th., M.Si, menandai dimulainya hitung mundur menuju pertemuan akbar yang dijadwalkan berlangsung November mendatang.

Henock Puraro bersama anggota panitia.

Bagi Henock, amanah ini bukan sekadar jabatan, melainkan panggilan pelayanan yang mendalam. Di hadapan jemaat dan seluruh anggota panitia yang juga dilantik hari itu, ia berbicara dengan nada rendah hati namun tegas.

“Saya hanya dipakai Tuhan untuk mengoordinasi. Kita harus bekerja bersama, apalagi waktu kita hanya lima bulan ke depan. Panitia harus bekerja keras menjadi tuan rumah yang baik. Ingat, setelah penutupan acara, kita hanya punya waktu satu minggu untuk merampungkan seluruh laporan. Itu tekad kita bersama,” ujarnya, mengingatkan semua pihak bahwa waktu yang tersedia singkat, namun tanggung jawab yang diemban sangatlah besar.

Dengan Iman yang teguh dan talenta yang diberikan Tuhan Yesus Kristus, Henock Puraro, Anggota DPR-RI yang juga mantan jurnalis itu, akan memimpin kegiatan Pelaksanaan Temu Raya Persekutuan Kaum Bapak (PKB) GKI di Tanah Papua ke-8.

Temu Raya kali ini bukan sekadar pertemuan biasa. Sebagai bagian dari semangat “Tahun Kepedulian” yang diusung GKI pada 2026, agenda ini memiliki makna strategis bagi kehidupan gereja dan masyarakat di enam provinsi se-Tanah Papua. Seperti disampaikan Pdt. Gustaf Wutoy, pertemuan ini menjadi wadah utama bagi perjumpaan kaum bapak dengan Tuhan, sekaligus momen penting untuk mengevaluasi perjalanan pelayanan empat tahun terakhir dan merancang langkah kerja baru yang selaras dengan Rencana Strategis GKI, menuju Sidang Sinode di Teluk Wondama pada 2027 mendatang.

Panitia Pelaksana Temu Raya Persekutuan Kaum Bapak (PKB) GKI di Tanah Papua ke-8.

Lebih dari itu, Temu Raya ini juga dirancang untuk menjadi ruang refleksi sosial. Para peserta akan diajak mengkaji dan menganalisis dinamika perkembangan masyarakat Papua, guna melahirkan rekomendasi nyata yang bermanfaat bagi kaum bapak, ibu, dan anak-anak — baik dalam konteks kehidupan bergereja, bermitra dengan pemerintah, maupun bermasyarakat luas. Ini adalah bukti bahwa kehadiran gereja hadir bukan hanya di ruang ibadah, tetapi juga menyentuh realitas kehidupan sehari-hari umatnya.

Tanggung jawab berat kini bertumpu di pundak Klasis GKI Sentani selaku tuan rumah. Ketua Klasis GKI Sentani, Pdt. Albert Suebu, mengungkapkan rasa syukur sekaligus kesiapan menghadapi tantangan besar ini. Diperkirakan, sekitar 21.000 utusan akan hadir memenuhi wilayah Sentani, datang dari 70 klasis definitif, 13 bakal klasis, dan 2.058 jemaat yang tersebar di seluruh Tanah Papua. Dukungan penuh pun telah dipastikan datang dari seluruh klasis se-Wilayah I, mulai dari Senggi hingga Nawa Wirwai, untuk bersama-sama menyambut para “Duta Kristus” ini.

“Harapan saya, panitia yang telah dikukuhkan tidak hanya dilantik dalam jabatan, tetapi juga berkomitmen untuk bergandengan tangan, bersatu, dan bekerja sama. Mari kerjakan tugas mulia dari Tuhan ini dengan sepenuh hati dan tanggung jawab,” ajak Pdt. Albert, menegaskan bahwa keberhasilan acara ini bergantung pada persatuan dan semangat berbagi beban.

Henock Puraro bersama Wakil Ketua II Badan Pekerja Sinode (BPS) GKI di Tanah Papua, Pdt. Gustaf Wutoy, S.Th., M.Si, dan jajaran, dan Ketua Klasis GKI Sentani, Pdt. Albert Suebu dan jajarannya.

Di bawah kepemimpinan Henock Puraro, struktur kepanitiaan telah disusun secara lengkap dan matang. Ia didampingi oleh Naaman Jalesy sebagai Sekretaris dan Agustina Tennu sebagai Bendahara, serta diperkuat oleh 10 Wakil Ketua, Wakil Sekretaris, dan sembilan seksi kerja yang menangani berbagai aspek — mulai dari usaha dana, acara, akomodasi, kesehatan, keamanan, hingga doa. Setiap peran telah dibagi jelas, namun satu pesan Henock tetap menjadi pedoman utama: semua bekerja sebagai satu tubuh, satu persekutuan, dan satu tujuan memuliakan Tuhan.

Lima bulan ke depan akan menjadi perjalanan kerja yang padat dan penuh tantangan. Namun di balik setiap persiapan, di balik setiap rapat dan perencanaan, ada satu kekuatan yang menjadi landasan: iman dan persaudaraan. Bagi Henock dan seluruh panitia, Temu Raya PKB GKI bukan sekadar acara besar yang harus sukses dilaksanakan, melainkan wujud nyata kepedulian dan kasih Tuhan yang dialirkan melalui tangan-tangan hamba-Nya di Tanah Papua.

Anggota panitia

Ketika November nanti tiba, Sentani bukan hanya akan menjadi tempat berkumpulnya ribuan kaum bapak. Wilayah ini akan menjadi saksi bagaimana persatuan, pelayanan, dan iman yang kuat menjadikan setiap persiapan berbuah menjadi berkat yang melimpah — bagi gereja, bagi masyarakat, dan bagi seluruh Tanah Papua. (krist a)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here