
NABIRE (14/10/26), NGK — Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostaper) Provinsi Papua Tengah bersama Tim Siber Polda Papua Tengah menggelar sosialisasi layanan keamanan informasi dan persandian pemerintahan daerah, berlangsung 14–16 Oktober 2026, dengan peserta dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Kegiatan ini merupakan langkah strategis memperkuat ketahanan digital serta perlindungan data pemerintahan, termasuk data keuangan daerah.
Tim Siber Polda Papua Tengah hadir sebagai narasumber utama, diwakili oleh IPTU William Davi Harmonigan Sampo, S.I.K., AIPTU Tito Irvansah, Brigadir Jenderal MR., serta Kanit 1 Subnit V Siber Polda Papua Tengah. Mereka menyampaikan materi mengenai potensi ancaman siber, berbagai bentuk kejahatan di ruang digital, penegakan hukum, serta penanganan insiden keamanan informasi.
Khusus disoroti dalam kegiatan ini adalah pengamanan data dan sistem informasi keuangan daerah. Peserta dibekukan pemahaman mengenai risiko yang muncul apabila server atau pusat data pemerintahan, termasuk yang menunjang layanan keuangan, berada di luar wilayah Indonesia — baik dari segi lokasi fisik, pengelolaan, akses, maupun mekanisme perlindungan — yang wajib dipastikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kabid Persandian Diskominfostaper Papua Tengah, Hermetus Rumyaan, S.Sos., menegaskan bahwa keamanan informasi bukan sekadar soal teknologi, melainkan bagian tak terpisahkan dari tata kelola pemerintahan. Ia mendorong setiap OPD tidak hanya memanfaatkan teknologi digital, tetapi juga membangun kesadaran, kesiapan sumber daya manusia, pemetaan infrastruktur, pengendalian akses, serta prosedur pelaporan dan penanganan insiden.
Para peserta diingatkan untuk mewaspadai berbagai celah keamanan: akun yang tidak diamankan, berkas dan tautan mencurigakan, pencurian kredensial, penyalahgunaan media sosial resmi, hingga gangguan terhadap sistem basis data. Setiap aparatur diharapkan mampu mengenali tanda-tanda serangan dan mengetahui langkah yang harus diambil jika terjadi gangguan.
Sinergi antara Diskominfostaper dan Tim Siber Polda Papua Tengah ditetapkan sebagai mekanisme respons bersama terhadap ancaman siber. Ketahanan digital yang dibangun diharapkan menjamin kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data strategis, sehingga pelayanan publik berjalan aman, tertib, dan dapat dipercaya.
Keamanan informasi pada akhirnya bukan tanggung jawab satu instansi saja, melainkan tugas bersama seluruh penyelenggara pemerintahan daerah. (John Pakage/Korneles Rau)







