
SENTANI (2/9/26), NGK — Tokoh pemuda asal Tanah Merah, Kabupaten Jayapura, Guntur Demena, mempertanyakan belum adanya kejelasan penanganan kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan warga di Distrik Depapre pada awal Agustus 2026. Hal ini disampaikannya saat kegiatan Penjaringan Aspirasi triwulan II tahun 2026 oleh Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Franklin O. Demena di Sentani, Senin (31/8/2026).

“Sudah sejauh mana penanganannya kasus MBG. Jangan sampai kasus ini hilang dan korban terdampak dibiarkan begitu saja,” tegas Guntur dalam pertemuan tersebut.
Hingga saat ini, penyebab pasti keracunan serta pertanggungjawaban pihak pengelola program belum dijelaskan secara transparan. Kasus yang sempat menyita perhatian tingkat nasional itu pun dikhawatirkan tidak mendapat penyelesaian tuntas meski Wakil Kepala Badan Gizi Nasional telah turun meninjau lokasi kejadian.

Selain soal kasus keracunan MBG, Guntur juga menyampaikan aspirasi terkait bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Di bidang pendidikan, ia menyoroti belum meratanya distribusi beasiswa bagi pelajar, terutama dari wilayah pesisir Tanah Merah. Di bidang kesehatan, masyarakat masih kekurangan tenaga medis hingga ke tingkat kampung dan Puskesmas Pembantu, minimal harus ada bidan dan perawat. Sementara di bidang ekonomi, pemerintah diminta menyediakan modal dan ruang pasar bagi para pengrajin dan pelaku usaha makanan tradisional agar produk warga mendapat tempat yang layak.
Guntur meminta MRP memastikan realisasi dana Otonomi Khusus benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat di tingkat akar rumput, sekaligus meminta lembaga tersebut ikut memantau dan mendesak kejelasan penanganan kasus keracunan MBG di Depapre. (Viktor Done)







