
NABIRE (26/9/26), NGK — Gubernur Papua Tengah, Meki F. Nawipa, menegaskan bahwa proses membangun daerah otonom baru ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Penegasan tersebut disampaikan dalam rapat paripurna penutupan dalam rangka penetapan Raperdasi Perubahan APBD 2026 di Gedung DPRP Papua Tengah.
Melalui siaran pers yang diterbitkan juru bicara gubernur, Emanuel You, pada Jumat (25/9/2026), gubernur menyatakan bahwa kunci utama pembangunan adalah menyatukan segala perbedaan menjadi satu kesatuan yang utuh demi meletakkan fondasi yang lebih kuat ke depan.
Sebagai strategi nyata, Pemerintah Provinsi Papua Tengah fokus pada pembangunan dan pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui program 7 Lumbung SDM untuk 20 tahun ke depan. Setelah mengucurkan anggaran untuk 4 asrama siswa dari APBD Induk 2026 bagi Kabupaten Paniai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya, pemprov kembali mengalokasikan pembangunan 3 gedung asrama bagi Kabupaten Dogiyai, Deiyai, dan Nabire lewat APBD Perubahan 2026.
Menurut gubernur, keberadaan ketujuh asrama pelajar ini memiliki manfaat jangka panjang yang besar. Fasilitas tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjamin gizi, kesehatan, dan keamanan anak-anak dari pengaruh lingkungan luar.
Selain itu, asrama ini dirancang sebagai wadah bagi anak-anak dari berbagai latar belakang untuk membangun hubungan emosional yang kuat serta membentuk karakter positif agar anak-anak dari kampung jauh dapat terus melanjutkan sekolah.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Meki F. Nawipa turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRP Papua Tengah atas dukungan serta persetujuan yang diberikan terhadap penetapan Raperdasi Perubahan APBD 2026 tersebut. (ka)







