
Sehat untuk Semua, Cerita Kesehatan dari Papua
Oleh: Kristian Ansaka, Jurnalis Portal Berita – New Guinea Kurir (NGK)
Matahari pagi belum terlalu tinggi, tetapi kehangatan sudah mulai terasa di halaman Posyandu Santarosa, binaan Puskesmas Ely Uyo, Jayapura Selatan. Sayup-sayup terdengar gelak tawa anak-anak berlarian, berpadu dengan riuh obrolan ibu-ibu yang menggendong buah hati mereka.
Di sudut ruangan, seorang kader Posyandu tampak telaten mencatat bobot tubuh seorang balita di Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Timbangan gantung kain batik bergerak perlahan, diiringi senyum lega sang ibu ketika mengetahui berat badan anaknya terus naik secara konsisten.
Di tempat inilah, cerita tentang perjuangan meraih pelayanan kesehatan yang adil dan merata diukir setiap bulannya.
Sentuhan Hangat dan Perjuangan Suster Arie Asmuruf
Bagi warga sekitar, kegiatan Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Ely Uyo bukan sekadar tempat penimbangan balita atau pemberian vaksin rutin. Lebih dari itu, Posyandu telah tumbuh menjadi ruang perjumpaan sosial yang membawa rasa aman.

Di balik kelancaran pelayanan saban bulannya, ada sosok Suster Arie Asmuruf, penanggung jawab pelayanan Posyandu di Puskesmas Ely Uyo yang telah bertugas sejak pukul tujuh pagi. Dengan ramah, ia menyapa satu per satu ibu yang datang, menghafal nama anak-anak mereka, hingga menanyakan kondisi kesehatan keluarga di rumah.
Suster Arie menceritakan betapa dinamika di lapangan sering kali menguras emosi dan menuntut kesabaran ekstra.
“Banyak cerita yang menyentuh hati di posyandu ini. Ada ibu yang datang dengan wajah sangat cemas, takut anaknya kena penyakit berat, padahal setelah kami periksa ternyata hanya kurang gizi ringan dan butuh penyesuaian pola makan. Ada juga bapak yang datang mengantar cucunya, ternyata pas kami ukur tekanan darahnya sangat tinggi, padahal ia merasa tubuhnya biasa saja,” tutur Suster Arie sembari merapikan KMS (Kartu Menuju Sehat).
Bagi Suster Arie, Posyandu adalah benteng pertama pencegahan penyakit sebelum kondisi masyarakat terlanjur parah.
“Dulu banyak warga ragu atau enggan memeriksakan anak karena takut biaya atau tidak paham pentingnya imunisasi. Tugas kami bukan cuma menimbang berat badan, tapi merangkul hati para ibu. Kalau ada balita yang dua kali absen tidak datang ke posyandu, kami dan para kader lokal tidak segan-segan jalan kaki menyusuri lorong rumah warga untuk ketuk pintu dan mengecek langsung kondisi si kecil. Senyum lega para ibu saat tahu anaknya tumbuh sehat adalah upah terindah bagi kami,” ujar Suster Arie.
Langkah Nyata Penanganan Stunting dari Kepala Puskesmas
Penanganan stunting menjadi salah satu perhatian utama di wilayah Puskesmas Ely Uyo. Namun, alih-alih hanya berfokus pada pemberian obat atau bantuan sesaat, Puskesmas Ely Uyo mengedepankan pendekatan keluarga dan edukasi berkelanjutan.
Kepala Puskesmas Ely Uyo, Wellem Eppang, SKM, mengungkapkan bahwa keberhasilan menjaga kesehatan anak-anak Papua sangat bergantung pada deteksi dini di Posyandu.

“Pencegahan stunting itu harus dimulai sejak masa kehamilan hingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Strategi kami di Puskesmas Ely Uyo adalah memperkuat pelayanan Posyandu di tingkat RT dan kampung agar risiko kurang gizi bisa dideteksi lebih awal sebelum terlambat,” Kami tidak ingin warga hanya datang, ditimbang, lalu pulang tanpa pemahaman. Lewat Posyandu, kami dorong penggunaan pangan lokal yang kaya gizi serta edukasi pola makan. Sinergi antara dokter, perawat, dan kader di lapangan adalah ujung tombak kami untuk memastikan anak-anak Papua tumbuh sehat dan tangguh,” ungkap Wellem Eppang, SKM.
Tantangan dan Harapan: “Sehat untuk Semua”
Langkah menuju “Sehat untuk Semua” di Tanah Papua tentu tidak tanpa hambatan. Perbedaan jarak, tantangan ekonomi, hingga keterbatasan pemahaman sebagian warga mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin masih ditemui di lapangan. Namun, dedikasi yang tak pernah padam dari para kader dan tenaga medis Puskesmas Ely Uyo membuktikan bahwa harapan itu selalu ada.
Pelayanan kesehatan di tingkat akar rumput seperti Posyandu adalah fondasi utama bagi lahirnya generasi Papua yang sehat, cerdas, dan penuh daya saing. Dari timbangan gantung sederhana di bawah naungan Puskesmas Ely Uyo, cerita tentang cinta, kepedulian, dan masa depan kesehatan Papua terus dirajut setiap harinya. ***







