TIMIKA (17/3/26), NGK – Stadion Wania Imipi, Timika, bergemuruh pada Selasa (17/3/2026). Bukan hanya sorak-sorai penonton yang memadati stadion, namun juga semangat juang membara dari dua tim terbaik yang bertarung di partai puncak Liga 4 Regional Papua Tengah musim 2025/2026.

Saat itu, Persipani Paniai melawan Persipuncak Puncak Cartenz. Pertarungan sengit ini akhirnya dimenangkan oleh Persipani Paniai dengan skor meyakinkan 2-0, yang sekaligus mengantarkan mereka meraih gelar juara, trofi bergengsi, dan uang pembinaan sebesar Rp 100 juta. Sementara itu, Persipuncak Puncak Cartenz harus puas di posisi kedua dengan uang pembinaan sebesar Rp 70 juta, dan Persido Dogiyai di posisi ketiga dengan mendapat uang pembinaan Rp 50 juta.

Acara penutupan (closing ceremony) menjadi momen refleksi dan apresiasi. Bupati Mimika, Johannes Rettob, yang dikenal dengan gaya kepemimpinannya yang merakyat, tak lupa menyampaikan selamat kepada Persipani Paniai. Namun, apresiasinya tidak berhenti di situ. Dia juga melayangkan ucapan terima kasih kepada seluruh tim dari tujuh kabupaten di Provinsi Papua Tengah yang telah berpartisipasi, menunjukkan sportivitas tinggi selama kompetisi berlangsung.
“Sportivitas yang kalian tunjukkan adalah awal yang baik bagi pemerintahan Provinsi Papua Tengah,” ujar Bupati Rettob, menekankan pentingnya semangat fair play dalam membangun daerah.

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, turut mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya kompetisi ini dengan lancar. “Kita bersyukur kepada Tuhan karena rangkaian pertandingan ini bisa tuntas hari ini. Terima kasih banyak kepada panitia, wasit, dan seluruh perangkat pertandingan yang telah bekerja keras,” tuturnya.
Nawipa memberikan penghormatan khusus kepada tujuh tim perwakilan dari Puncak Jaya, Puncak, Intan Jaya, Mimika, Paniai, Deiyai, dan Dogiyai, yang telah menunjukkan semangat luar biasa bagi kemajuan sepak bola daerah.
Lebih dari sekadar ajang pencarian juara, Gubernur Meki menegaskan para peserta adalah representasi identitas Provinsi Papua Tengah. Harapannya, dari kompetisi ini akan lahir talenta-talenta berbakat yang mampu menembus kasta liga yang lebih tinggi, mengikuti jejak Persipura Jayapura yang menjadi kebanggaan Papua. “Sekarang, kita ingin Papua Tengah juga maju ke Liga 3, Liga 2, hingga Liga 1,” tegasnya, membangkitkan optimisme akan masa depan sepak bola Papua Tengah.

Secara khusus Gubernur Meki Nawipa mengisyaratkan agar PT Freeport Indonesia mulai saat ini memberikan dukungan dan turut memperhatikan keberadaan tim sepak bola di Papua Tengah. “Provinsi Papua punya Persipura dan selama ini kita melihat di kaos Persipura ada logo Freeport. Sekarang kita di Papua Tengah punya tim sepakbola yang perlu mendapat dukungan. Pemain pemain terbaik dari delapan kabupaten akan menjadi representasi dari Papua Tengah. Sebab itu Freeport yang berada di Papua Tengah sudah saatnya memperhatikan dan memberikan dukungan kepada sepakbola di Papua Tengah. Ini soal harga diri Papua Tengah,” kata Meki Nawipa.
Di tengah euforia kemenangan, Gubernur Meki juga secara rendah hati menyampaikan permohonan maaf atas insiden kecil pelemparan yang sempat terjadi di luar lapangan. “Saya mewakili masyarakat meminta maaf jika tadi sempat ada aksi pelemparan. Itu dinamika di lapangan, dan saya mohon maaf atas ketidaknyamanan tersebut,” ungkapnya, menunjukkan sikap bijaksana dalam menghadapi dinamika kompetisi.
Senada dengan Gubernur, Ketua Panitia Pelaksana, Alfred Fredy Anouw, melihat Liga 4 ini sebagai panggung lahirnya generasi baru pesepak bola Papua Tengah yang diharapkan bisa bersinar hingga tingkat dunia. Dukungan penuh juga datang dari Sekjen PSSI Papua Tengah, Muhammad Haikal, serta Bupati Mimika, Johannes Rettob, yang memohon maaf jika masih terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan sebagai tuan rumah.
Tak ketinggalan, PT Freeport Indonesia (PTFI) menegaskan komitmennya untuk mendukung sepak bola di Papua Tengah. Melalui sponsor utama Liga 4 regional ini, PTFI tidak hanya mendukung Persipura Jayapura, tetapi juga berupaya membangkitkan talenta lokal dan memperkuat ekosistem sepak bola di Tanah Papua sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Dukungan ini menjadi angin segar bagi perkembangan sepak bola daerah, membuka jalan bagi para talenta muda untuk meraih mimpi mereka di kancah nasional, bahkan internasional. (tob/ka)








