Beranda MIMIKA Pendidikan di Mimika: Harapan dan Langkah Konkret untuk Masa Depan yang Lebih...

Pendidikan di Mimika: Harapan dan Langkah Konkret untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

44
0
BERBAGI
Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong saat memberikan sambutan pada acara pembukaan lokakarya, Selasa (14/4/2026) di Ballroom Swissbelin Hotel Timika (Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati Mimika).

TIMIKA (14/3/26), NGK – “Tinggal di Kampung Rasa Kota.” Bukan sekadar slogan, visi pembangunan Kabupaten Mimika berakar kuat pada pentingnya pendidikan.

“Membangun dari Kampung ke Kota” menjadi fondasi untuk menjawab tantangan dan membuka pintu masa depan yang lebih cerah bagi seluruh generasi muda Mimika.

Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong dalam sambutannya pada pembukaan Lokakarya Pendidikan Dasar & Menengah Keuskupan Timika pada yang berlangsung di Swissbel Hotel Timika pada Selasa (14/4/2026) hingga Kamis  ( 16/4/2026).

Emanuel Kemong menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan demi masa depan generasi penerus, khususnya bagi anak-anak asli Mimika seperti Amungme, Kamoro dan suku lainnya.

Uskup Keuskupan Timika, Mgr Bernardus Bofitwos Baru, OSA bersama Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong (Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati Mimika).

Kemong mengajak semua pihak untuk merefleksikan perjalanan pendidikan di Mimika. Wakil Bupati Mimika yang juga mantan guru agama itu membandingkan kondisi pendidikan di masa lalu yang mungkin serba terbatas, namun semangat belajar tetap membara, dengan kondisi saat ini yang seharusnya lebih baik berkat kemajuan teknologi dan sarana prasarana. Namun, dia menyayangkan bahwa kemajuan ini belum sepenuhnya dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, terutama anak-anak asli Mimika yang masih menghadapi berbagai kendala.

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong bersama Pater Paroki Katedral Tiga Raja Timika, Amandus Rahadad, Pr (Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati Mimika).

“Kalau saya lihat, hari ini pelaku-pelaku pendidikan semua ada. Pelaku-pelaku pendidikan terutama YPPK, PT Freeport Indonesia dan mitra lain yang juga punya kepedulian tentang pendidikan selama ini tentunya bisa bekerjasama untuk memperbaiki pendidikan agar lebih baik lagi. Pendidikan yang lalu cukup baik dan sekarang harus dikola secara lebih baik lagi,” ujar Kemong, sembari menambahkan perbandingan dengan dunia pendidikan saat ini yang lebih modern.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Anton Welerubun dan Staff Ahli, Fransiskus Bokeyauw turut mendampingi Wakil Bupati Emanuel Kemong menghadiri acara lokakarya (Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati Mimika).

“Kalau dibandingkan dengan dunia sekarang, yang boleh dikatakan luar biasa dengan segala fasilitas, sarana prasarana, harusnya tidak merepotkan. Seharusnya lebih dari yang dulu, tapi faktanya kita bisa melihat seperti sekarang,” ujar mantan Sekretaris Eksekutif pada Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) itu.

Para suster dan pater yang mengikuti lokakarya pendidikan (Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati Mimika).

Refleksi ini menjadi pengingat penting bahwa pemerataan akses dan kualitas pendidikan adalah kunci utama. Pemerintah Kabupaten Mimika menyadari tanggung jawab ini dan bertekad untuk memastikan sekolah-sekolah tetap berjalan dan mutunya terus meningkat.

Komitmen Pemerintah dan Dukungan Keuskupan Timika

Pemerintah Kabupaten Mimika menyambut baik inisiatif Keuskupan Timika dalam menyelenggarakan lokakarya pendidikan. Dukungan penuh diberikan untuk program-program yang bertujuan memajukan dunia pendidikan di Mimika. Emanuel Kemong menekankan pemerintah siap berkontribusi melalui Dinas Pendidikan dan instansi terkait lainnya.

Pater Paroki Katedral Tiga Raja Timika, Amandus Rahadad, Pr menghadiri lokakarya pendidikan (Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati Mimika).

“Pemerintah menyambut baik dan siap mendukung,” tegas Kemong. Dia juga menambahkan, “Pemerintah punya link yang  baik dengan Keuskupan dan PT Freeport Indonesia. Untuk itu pemerintah siap melalui dinas pendidikan, memberikan konstribusi nanti kedepan.”

Kolaborasi antara pemerintah, keuskupan, gereja, lembaga-lembaga lain, serta seluruh elemen masyarakat sangat diharapkan untuk mewujudkan visi pendidikan yang lebih baik.

“Membangun dari Kampung ke Kota”: Visi Pembangunan Mimika

Program unggulan Pemerintah Kabupaten Mimika, “Membangun dari Kampung ke Kota” atau “Tinggal di Kampung Rasa Kota,” menjadi landasan dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat, termasuk di sektor pendidikan. Konsep ini bertujuan agar masyarakat yang tinggal di kampung tetap merasakan fasilitas dan layanan layaknya di perkotaan, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga infrastruktur.

Peserta lokakarya (Foto
: Tim Multi Media Wakil Bupati Mimika).

“Membangun dari kampung ke kota atau dengan kata lain adalah tinggal di kampung rasa kota. Jadi kurang merasa di kampung tapi dia merasa bahwa ada di kota. Segalanya tersedia. Ada pendidikan yang baik, ada kesehatan yang baik, ekonomi yang baik, fasilitas yang baik,” jelas Kemong.

Peserta Lokakarya (Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati Mimika).

Visi ini menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya sekadar transfer ilmu, tetapi juga bagian integral dari pembangunan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Dengan pendidikan yang berkualitas, diharapkan anak-anak Mimika dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berdaya saing, dan mampu membangun daerahnya sendiri.

Pemerintah dan Keuskupan Timika berkomitmen untuk terus bersinergi, mengoptimalkan segala potensi, dan merangkul semua pihak demi tercapainya cita-cita pendidikan yang merata dan berkualitas di Kabupaten Mimika.

Sementara itu, Keuskupan Timika menggelar Lokakarya dengan mengangkat tema “Membangun Kembali Pendidikan Katolik di Tanah Papua: Menemukan Terobosan di Tengah Krisis”

Tema yang diusung ini berangkat dari kesadaran mendalam akan berbagai tantangan yang sedang dihadapi dunia pendidikan di Tanah Papua, khususnya di wilayah Papua Tengah. Krisis yang terjadi tidak hanya menyangkut aspek mutu pendidikan, tetapi juga menyentuh dimensi akses, tata kelola, sumber daya manusia, kedalaman spiritualitas, serta konteks sosial dan budaya yang kompleks.

Dalam semangat tersebut, lokakarya ini diselenggarakan sebagai ruang bersama untuk menghimpun data dan memetakan kondisi nyata pendidikan dasar dan menengah di Keuskupan Timika dan wilayah sekitarnya. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mempertajam analisis kritis melalui pendekatan SWOT terhadap pendidikan Katolik maupun pendidikan umum, serta merumuskan masukan strategis dan argumentatif bagi Bapa Uskup Timika dalam menentukan arah pembaruan strategi dan manajemen pendidikan ke depan.

Foto bersama (Tim Multi Media Wakil Bupati Mimika).

Berbagai masukan pemikiran mendasar dihadirkan. Juga praktik-praktik terbaik (best practices) dari lembaga-lembaga pendidikan Katolik di Indonesia, seperti Perkumpulan Strada, Yayasan Kanisius, Yayasan Xaverius, dan lembaga lainnya di luar Papua, diharapkan dapat memperkaya wawasan serta membuka peluang lahirnya berbagai terobosan yang kontekstual. Pada akhirnya, lokakarya ini diharapkan mampu menghasilkan peta jalan (roadmap) penguatan sekolah-sekolah Katolik di tingkat dasar dan menengah yang lebih terarah, berkelanjutan, dan berdampak nyata.

Lokakarya ini dihadiri oleh sekitar 120 peserta yang mengikuti secara luring, terdiri dari para pastor paroki di Keuskupan Timika, Pengurus YPPK Tillemans se-Tanah Papua, pimpinan tarekat religius, serta lembaga-lembaga mitra. Selain itu, partisipasi secara daring juga dibuka seluas-luasnya bagi para orang tua, praktisi dan pemerhati pendidikan di Tanah Papua, termasuk seluruh sekolah YPPK Tillemans dan Dewan Paroki, agar semangat kolaborasi ini semakin meluas dan mengakar. (tob/ka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here