
TIMIKA (22/5/26), NGK– Di bawah langit cerah yang menyelimuti Kampung Keakwa, Distrik Mimika Tengah, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, suasana haru dan kebahagiaan memenuhi halaman tempat berlangsungnya penutupan Program Terpadu TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun Anggaran 2026.

Kamis (21/5/2026) itu, Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Febriel Buyung, Komandan Kodim 1710/Mimika saat ini dijabat oleh Letnan Kolonel (Letkol) Inf Teuku Jozanda, Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong dan warga kampung Keakwa berkumpul bukan sekadar untuk mengakhiri serangkaian kegiatan, melainkan merayakan hasil kerja keras bersama yang telah mengubah wajah kampung ini dalam waktu kurang lebih satu bulan.

Sejak tanggal 22 April hingga 21 Mei 2026, Kampung Keakwa menjadi panggung nyata tema yang diusung kegiatan ini: ‘TMMD Satukan Langkah Pembangun Negeri Dari Desa’. Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Febriel Buyung, yang hadir langsung memimpin acara penutupan, mengaku sangat berbahagia bisa berada di tengah warga.
Di hadapan para tokoh masyarakat, personil Satgas TMMD, dan jajaran pemerintah daerah, Pangdam menunjuk bangunan-bangunan baru yang berdiri kokoh di belakangnya sebagai bukti nyata keberhasilan.

“Hari ini saya meresmikan lima rumah seperti yang kita lihat di sini. Rumah-rumah lama sebelumnya tidak layak huni, namun kini sudah sangat bagus dan Bapak-Ibu bisa tinggal dengan lebih nyaman,” ujar Mayjen Febriel di hadapan hadirin. Selain pembangunan rumah layak huni tipe 36, program unggulan lain yang menjadi kebanggaan warga adalah pembangunan lima unit sumur bor dan fasilitas MCK. Kebutuhan dasar akan air bersih yang selama ini menjadi tantangan, kini terjawab sudah.

Tak hanya soal tempat tinggal dan air, kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi perhatian utama. Mayjen Febriel menyebutkan, penanaman 1.000 batang pohon mangrove telah dilakukan di sekitar wilayah kampung. Langkah ini diambil mengingat kondisi lingkungan yang mulai mengalami abrasi. “Dengan kegiatan penanaman mangrove ini, diharapkan ekosistem di sini kembali terjaga dan bermanfaat panjang bagi warga,” tegasnya.

Selain itu, lahan tidur seluas 1,5 hektare telah dibuka dan diubah menjadi lahan produktif, membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Keberhasilan ini, menurut Pangdam, tidak mungkin tercapai tanpa kolaborasi lintas sektor. TMMD ke-128 merupakan wujud kerja sama antara TNI, kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat, khususnya di wilayah 3T – tertinggal, terdepan, dan terluar. Tujuannya jelas: mempercepat pembangunan, meningkatkan kesejahteraan, sekaligus mempererat ikatan persaudaraan antara TNI dan rakyat.

“Saya sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika yang telah mendukung dan mengalokasikan anggaran APBD untuk kegiatan ini. Terima kasih juga kepada seluruh tokoh dan warga yang bergotong royong, serta telah menerima anggota Satgas TMMD tinggal bersama selayaknya keluarga sendiri,” ungkap Mayjen Febriel dengan nada haru.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila ada tutur kata atau perilaku prajurit yang kurang berkenan, serta berharap kekurangan yang ada bisa menjadi evaluasi untuk program mendatang.

Kegiatan TMMD ke-128 tidak hanya bergerak di bidang fisik. Berbagai kegiatan non-fisik juga digelar, mulai dari penyuluhan wawasan kebangsaan, kesehatan, pencegahan stunting, pemanfaatan hasil laut, bantuan budidaya ikan, pemutaran film edukatif, hingga penyuluhan hukum. Semua ini bertujuan memberikan bekal pengetahuan agar masyarakat tidak hanya memiliki fasilitas baru, tetapi juga kemampuan dan kesadaran yang lebih baik dalam membangun desanya sendiri.

Di penghujung sambutannya, Mayjen TNI Febriel Buyung secara resmi menyatakan penutupan TMMD ke-128 Tahun 2026. Ia berpesan agar seluruh hasil pembangunan yang telah diserahkan kepada pemerintah daerah dan warga dapat dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya.
“Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut. Sinergitas antara pemerintah daerah dan TNI harus tetap kuat, agar masyarakat Papua bisa hidup lebih nyaman, aman, tenteram, dan tidak merasa khawatir dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Suasana haru dan semangat kebersamaan itu makin terasa saat Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, menyampaikan tanggapan mewakili pemerintah daerah. Ia mengucapkan terima kasih yang mendalam atas segala upaya dan kerja keras yang telah dilakukan. Bagi Kemong, kehadiran TMMD di Kampung Keakwa adalah bukti nyata persaudaraan dan komitmen bersama membangun daerah.

“Ini adalah bentuk kolaborasi dan sinergitas yang telah kami jalin sejak beberapa tahun lalu. Baik hasil pembangunan fisik maupun berbagai program yang telah dilaksanakan, manfaatnya langsung kami rasakan. Ke depan, kami akan menjaga dan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya demi kemajuan masyarakat,” ujar Emanuel Kemong.
Wakil Bupati menegaskan, pemerintah daerah siap terus bergandengan tangan dengan TNI dan seluruh elemen bangsa untuk mewujudkan Mimika yang lebih maju dan sejahtera.

Penutupan TMMD ke-128 di Kampung Keakwa bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan titik tolak baru. Di sela-sela bangunan baru yang berdiri tegak dan pohon mangrove yang mulai tumbuh, tertanam satu pesan kuat: ketika negara, pemerintah, dan rakyat bersatu padu, pembangunan sejati akan tumbuh dari kampung, demi negeri yang lebih kokoh dan sejahtera.(tob/ka)







