Beranda Agama MTQ Menyatukan Mimika dalam Satu Kasih

MTQ Menyatukan Mimika dalam Satu Kasih

53
0
BERBAGI
Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong saat berbicara pada penutupan MTQ di Masjid Baiturahman, Minggu (14/6/2026) -- Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati.

TIMIKA (14/6/26), NGK– Di bawah kubah yang megah dari Masjid Baiturrahman SP4, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah,  tampak suasana penuh kebanggaan pada Minggu (14/6/2026) malam. Ratusan pasang mata tertuju pada panggung utama, di mana serangkaian momen penghargaan dan pesan mendalam menutup rangkaian Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-13 tingkat Kabupaten Mimika tahun 2026.

MTQ ini, lebih dari sekadar kompetisi bacaan suci. Tapi ajang ini menjadi bukti nyata bagaimana satu kitab suci mampu merajut keberagaman menjadi kekuatan besar persaudaraan.

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong menyerahkan piala kepada Kepala Distrik Wania, Ria N Mandiwa atas kemenangan yang diperoleh dari para peserta lomba MTQ yang mewakili Distrik Wania. (Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati).

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, hadir di tengah para peserta, dewan hakim, tokoh agama, dan perwakilan masyarakat dari berbagai latar belakang suku, budaya, serta agama. Dalam sambutannya yang penuh semangat dan ketulusan, Emanuel Kemong menegaskan makna sejati dari pertemuan selama beberapa hari ini.

“MTQ bukan sekadar ajang mencari juara. Ia adalah media dakwah, tempat pembinaan generasi Qur’ani, dan momen untuk memperkuat cinta kita kepada Al-Qur’an,” ujar Emanuel di hadapan hadirin yang memenuhi ruang masjid.

Wakil Bupati mengapresiasi setiap peserta yang telah menampilkan kemampuan terbaiknya dengan ikhlas dan sportif. Baginya, semua yang hadir dan berani tampil adalah pemenang sejati.

Penutupan lomba MTQ di tandai dengan pemukulan tifa. (Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati).

“Siapa pun Anda, apakah namanya terpilih di papan juara atau belum, Anda semua telah menang. Karena Anda telah menunjukkan kesungguhan untuk belajar, membaca, menghafal, dan memahami isi kitab suci ini. Itu kemenangan yang jauh lebih berharga dari piala apa pun,” tegasnya, disambut tepuk tangan meriah dari para peserta yang sebagian masih tampak sisa-sisa kelelahan namun wajahnya bersinar bahagia.

Kepada mereka yang berprestasi dan berhak membawa nama Mimika ke ajang lebih tinggi, Emanuel berpesan agar prestasi itu menjadi motivasi, bukan beban. Sementara bagi yang belum beruntung, ia mengingatkan bahwa keberhasilan membutuhkan proses, ketekunan, dan istiqamah. “Jangan kecil hati. Pengalaman ini adalah bekal emas untuk masa depan,” tambahnya.

Poin paling menyentuh dalam sambutannya adalah bagaimana ia mengaitkan nilai Al-Qur’an dengan wajah Mimika yang beragam. Kabupaten ini dikenal sebagai rumah bagi beragam suku, bahasa, dan keyakinan. Namun, dalam MTQ ini, semua perbedaan itu melebur menjadi satu tujuan yaitu kebaikan.

Foto bersama (Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati).

“Keberagaman kita bukan potensi perpecahan, melainkan kekuatan besar. Lewat MTQ ini, kita buktikan kita bisa bersatu. Nilai Al-Qur’an tentang kejujuran, keadilan, toleransi, kasih sayang, dan tanggung jawab sosial harus kita tanam dalam setiap langkah hidup bermasyarakat,” ungkap Emanuel. Ia ingin agar semangat yang tumbuh di masjid ini tidak berhenti saat acara selesai, melainkan bergerak keluar menjadi gerakan moral yang mewarnai kehidupan sehari-hari, mulai dari rumah, lingkungan, hingga tempat kerja.

Kaum ibu ibu dari beberapa distrik turut menghadiri penutupan lomba (Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati).

Pemerintah Kabupaten Mimika, tegasnya, akan terus mendukung kegiatan keagamaan. Alasannya sederhana, pembangunan daerah tidak cukup hanya dengan jalan dan jembatan. Pembangunan manusia harus berjalan beriringan dengan pembangunan akhlak dan spiritual. “Kita butuh generasi yang cerdas, tapi juga berkarakter dan berakhlak mulia,” katanya.

Tamu undangan (Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati).

Di akhir acara, dengan mengucap puji syukur, Emanuel Kemong secara resmi menutup MTQ ke-13 tahun 2026. Ia berdoa agar dari ajang ini terus lahir anak-anak Mimika yang menjadi teladan, penjaga persatuan, dan penggerak kemajuan daerah menuju Mimika yang maju, aman, harmonis, dan sejahtera.

Sebagai penutup, ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada LPTQ, Kementerian Agama, panitia, dewan hakim, dan seluruh elemen masyarakat yang telah bekerja keras menyukseskan acara ini. Kehadiran unsur Forkopimda, DPRK, FKUB, MUI, PGGM, serta berbagai ormas Islam dan pimpinan pondok pesantren menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan di Mimika tetap terjaga kokoh.

Tamu undangan (Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati).

Saat tirai acara ditutup, satu pesan tertanam kuat di hati setiap orang yang hadir: Al-Qur’an bukan hanya dibaca di masjid, tapi harus hidup dan menjadi cahaya yang menuntun langkah seluruh warga Mimika, dalam keberagaman, menuju damai dan sejahtera bersama. (tob/ka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here