
TIMIKA (11/7/26), NGK — Suasana penuh semangat menyelimuti ruang rapat koordinasi mengecek kesiapan panitia MTQ yang dilakukan di Ball Room Grand Tembaga Hotel, Timika, Sabtu (11/7/2026). Di bawah pimpinan Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong sebagai Ketua Panitia Penyelenggara MTQ Provinsi Papua Tengah, seluruh jajaran panitia Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) berkumpul untuk memeriksa kesiapan menjelang digelarnya ajang akbar ini.
Rapat Koordinasi Panitia MTQ ke-1 Tingkat Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 di Kabupaten Mimika ini mengusung tema: “Menebar Cahaya Alquran dalam Harmoni, Menuju Papua Tengah Emas yang Berkeadaban.” Dalam rapat koordinasi ini hadir juga Bupati Mimika, Johanes Rettob dan Asisten I Setda Mimika, Ananias Faot, Dewan Pelindung Panitia, Dewan Pengarah Panitia, Dewan Penasehat Panitia, Tim Asistensi serta Ketua LPTQ Provinsi Papua Tengah.

Momen ini menjadi ajang penegasan bahwa Mimika telah bangkit, siap menyambut tamu dari berbagai penjuru Provinsi Papua Tengah dengan kehormatan dan kehangatan sebagai tuan rumah yang sejati.
Dengan nada bicara yang tegas namun hangat, Wakil Bupati, Emanuel Kemong membuka rapat dengan mengajak seluruh hadirin memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. “Alhamdulillah, berkat rahmat-Nya kita dapat berkumpul hari ini untuk memastikan segala persiapan berjalan lancar. Kita tidak hanya menyelenggarakan lomba, tetapi membuktikan bahwa Mimika mampu menjadi wadah bagi persaudaraan dan nilai-nilai luhur agama,” ujarnya membuka arahan.
Rapat kemudian berubah menjadi ruang evaluasi yang hidup. Satu per satu kepala seksi melaporkan progres kerja mereka dengan penuh tanggung jawab. Dari seksi publikasi dan dokumentasi disampaikan bahwa 95 persen surat undangan telah tersebar ke seluruh kabupaten peserta, mulai dari Puncak Jaya, Deyai, Dogiyai, Paniai, hingga Nabire. Bahkan sistem siaran langsung sudah disiapkan untuk menayangkan setiap rangkaian acara, mulai dari pembukaan, lomba, hingga penutupan, agar dapat dinikmati secara luas.

Sementara itu, seksi acara melaporkan kesiapan mencapai angka 87 persen. Seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung mulai Senin (13/7/2026) hingga Kamis (16/6/2026) disusun rapi, di mana puncaknya akan tercapai pada hari penutupan. “Kami telah menyelaraskan seluruh jadwal dan pengisi acara, serta siap melakukan gladi bersih guna memastikan, bahwa tidak ada satu pun tahapan yang terlewatkan,” lapor koordinator seksi acara dengan mantap.
Di sisi lain, seksi perlombaan memastikan enam cabang pertandingan utama telah siap digelar, mulai dari Tilawah, Tartil, hingga Qiraat. Data peserta telah tercatat rapi dalam sistem resmi, sementara tempat perlombaan dan tim dewan hakim pun dipastikan akan tiba tepat waktu. Tak kalah penting, layanan transportasi dan akomodasi juga telah disiapkan matang. Ada enam unit bus bersiaga penuh untuk menjemput kafilah dan juri sejak Minggu 12 Juli 2026, serta penginapan yang telah dialokasikan agar setiap tamu merasa nyaman dan dihargai.

Mendengar laporan demi laporan dari seksi-seksi, Wakil Bupati Emanuel Kemong menyampaikan apresiasi sekaligus menegaskan pesan utama. “Walaupun ketersediaan dana terbatas, semangat kita tidak boleh terbatas. Kita adalah tuan rumah, dan tamu yang datang harus dilayani sebaik mungkin. Jangan sampai ada keluhan, karena keberhasilan acara ini adalah kebanggaan kita bersama,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Mimika adalah kabupaten yang menjunjung tinggi kerukunan dan keberagaman. “Meskipun ini acara keagamaan umat Islam, semangat kebersamaan ini milik kita semua. Mari tunjukkan bahwa di Bumi Mimika, perbedaan bukanlah pemisah, melainkan kekuatan untuk bersatu menyukseskan satu tujuan mulia,” tambahnya.
Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, tinggal hitungan hari menuju hari H, dari rapat koordinasi ini, satu kesimpulan bulat terpatri. Mimika tidak hanya siap secara fisik dan administrasi, tetapi juga siap dengan hati terbuka.

Bupati Mimika, Johannes Rettob yang hadir pada rapat itu mengharapkan, pentingnya kolaborasi seluruh panitia untuk memastikan kesuksesan ajang tersebut, baik dari sisi penyelenggaraan maupun prestasi.
“Saya berharap kita jadi tuan rumah yang baik, dan kita harus melaksanakan MTQ dengan sukses. Harus sukses, dan sukses berprestasi,” ujar Johannes Rettob dalam sambutannya.
Bupati menyatakan keyakinannya bahwa Kabupaten Mimika mampu menjadi tuan rumah yang baik, mengingat daerah ini telah memiliki pengalaman panjang dalam menyelenggarakan ajang berskala besar. Ia memastikan bahwa kesiapan venue, akomodasi, transportasi, hingga konsumsi menjadi prioritas utama yang harus diselesaikan oleh panitia dengan matang.
Selain aspek teknis, Johannes Rettob juga menekankan pentingnya merefleksikan keberagaman masyarakat Mimika ke dalam setiap rangkaian acara MTQ. Ia mendorong panitia untuk menunjukkan bahwa meskipun acara ini bersifat keislaman, keterlibatan dan semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat yang beragam tetap dijunjung tinggi.
“Kabupaten kita adalah kabupaten yang beragam. Sisipkan acara-acara yang memperlihatkan bahwa kita ini punya keberagaman. Nanti dalam acaranya juga begitu,” tambahnya.
Terkait teknis penilaian, Bupati juga menyoroti pentingnya objektivitas dan profesionalisme dalam perlombaan. Ia menegaskan bahwa prestasi yang diraih harus murni berdasarkan kemampuan peserta, bukan semata-mata karena posisi sebagai tuan rumah.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh jajaran panitia dan pemangku kepentingan terkait yang berkomitmen untuk mendukung penuh proses persiapan MTQ pertama di tingkat Provinsi Papua Tengah ini.
Bukan Sekadar Ajang Lomba
Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Papua Tengah, Ukkas, M.KP, menyampaikan penyelenggaraan MTQ pertama tingkat Provinsi Papua Tengah merupakan momentum bersejarah bagi daerah otonomi baru tersebut.

Menurutnya, MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana syiar Islam, mempererat ukhuwah, sekaligus membangun karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
“MTQ pertama ini harus menunjukkan bahwa Papua Tengah mampu menyelenggarakan kegiatan berskala provinsi dengan baik. Ini akan menjadi catatan sejarah perjalanan pembangunan di Papua Tengah,” ujarnya.
Ukkas mengatakan Kabupaten Mimika memiliki pengalaman panjang dalam menyelenggarakan MTQ berskala besar, bahkan pernah menjadi tuan rumah MTQ tingkat Tanah Papua yang mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.
Karena itu, ia optimistis pelaksanaan MTQ pertama Provinsi Papua Tengah dapat berlangsung sukses apabila seluruh panitia tetap menjaga kekompakan dan bekerja dengan penuh keikhlasan.
Selain sukses penyelenggaraan, LPTQ Papua Tengah juga berharap MTQ mampu melahirkan qari dan qariah berprestasi yang nantinya dapat bersaing hingga tingkat nasional bahkan internasional melalui pembinaan yang berkelanjutan.
Ukkas juga mengingatkan pentingnya kesiapan venue, penerapan sistem penilaian berbasis teknologi informasi (IT), serta profesionalisme dewan hakim agar pelaksanaan MTQ berlangsung transparan, objektif, dan berkualitas.
MTQ kali ini bukan sekadar ajang kompetisi baca kitab suci, melainkan bukti nyata bahwa Mimika telah melangkah maju, siap mencatat sejarah baru sebagai tuan rumah yang membanggakan, berkelas, dan penuh makna. (tob/ka)







