Beranda MIMIKA UNIPA – Pemda Mimika Menyatukan Kekuatan, Mendongkrak Kesejahteraan Masyarakat

UNIPA – Pemda Mimika Menyatukan Kekuatan, Mendongkrak Kesejahteraan Masyarakat

97
0
BERBAGI
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Rektor UNIPA Manokwari, Prof. Dr. Hugo Warami, S.Pd., M. Hum yang disaksikan Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong dan Pj Sekda Mimika, Abraham Kateyau. (Foto: Tim Mukti Media Wakil Bupati)

Hari ini kita mencatat sejarah bersama. Apa yang kita bangun bukan untuk diri kita sendiri, melainkan untuk anak cucu kita di masa depan.

JAYAPURA (17/7/26), NGK – Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama (Memorandum of Understanding) antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dan Universitas Papua (UNIPA) Manokwari yang berlangsung Hotel Horison Kotaraja pada Jumat (17/7/2026) itu, adalah ikrar untuk menyatukan kekuatan pemerintah daerah dengan keunggulan dunia akademik demi membangun masa depan yang lebih cerah, berakar pada budaya, dan berdaya saing tinggi.

Sejak bertahun-tahun lalu, langkah kaki Pemda Mimika dan UNIPA telah beriringan. Mulai dari kajian potensi kopi robusta pada 2023, pemetaan kekayaan perikanan pesisir pada 2024, hingga studi kelayakan pembentukan daerah Otonomi Baru Mimika Barat, Mimika Timur, dan Kotamadya Timika pada tahun lalu. Kini, kerja sama itu melangkah lebih jauh, menjangkau ranah pendidikan, kesehatan, ekonomi lokal, hingga kelembagaan masyarakat adat Amungme dan Kamoro—jiwa yang tak terpisahkan dari tanah Mimika.

Rektor UNIPA Manokwari, Prof. Dr. Hugo Warami, S.Pd., M. Hum ketika memberikan sambutan. (Foto: Tim Mukti Media Wakil Bupati)

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Papua, Prof. Dr. Hugo Warami, S.Pd., M. Hum, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terjalinnya kemitraan ini.
“Hari ini kita mencatat sejarah bersama. Apa yang kita bangun bukan untuk diri kita sendiri, melainkan untuk anak cucu kita di masa depan,” ujarnya dengan nada penuh keyakinan.

Rektor menegaskan UNIPA siap menumpahkan segala sumber daya dan keahliannya: mulai dari mendukung program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) di Kaokanao, membuka jalan bagi aparatur daerah untuk menempuh pendidikan lanjut S2 dan S3 tanpa meninggalkan tugasnya, hingga mengkaji potensi energi mikro hidro dan pengelolaan kawasan perairan Sungai Ajkwa.

Bagi Prof. Warami, universitas adalah rumah bagi semua, yang tugasnya tidak hanya melahirkan ilmu, tetapi juga menyebarkan manfaatnya hingga ke pelosok kampung.

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong dan Rektor UNIPA memperlihatkan naskah MoU yang telah ditandatangani. (Foto: Tim Mukti Media Wakil Bupati)

Dalam Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama itu, hadir Wakil Rektor I Universitas Papua : Prof. Dr. Jonny Marwa S. Hut., M. Si, dan Tim Kajian Penataan dan Penguatan Kelembagaan Masyarakat Suku Amungme dan Kamoro: Dr. Obadja A. Fenetiruma, SP., M. Si (Ketua Tim – UNIPA), Dr. Michael Albert Baransano, SP., M. Si (Anggota Tim – UNIPA), Martua Hutabarat, SP., M. Dev. Pract (Anggota Tim – UNIPA) dan Prof. Dr. Frans Reumi, S.H, M.A, M.H. (Anggota – UNCEN).

Dalam sambutanya, Rektor juga menceritakan ulang tentang kisah pertemanannya dengan Emanuel Kemong saat itu masih menjabat Sekretaris Eksekutif Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK). “Saat itu 19 tahun yang lalu saya sebagai dosen diminta oleh Bapa Emanuel Kemong untuk melakukan penelitian ke Kampung Tsinga,” ungkap Prof. Dr. Hugo Warami, mengenang kisah lalunya bersama Emanuel Kemong.

Dijelaskan juga, selain ke Tsinga, ia juga pernah ke Akimuga dan Fakafuku atas permintaan dan penugasan dari Emanuel Kemong yang saat itu menjabat Sekretaris Eksekutif LPMAK.

Selain itu, Rektor juga menyebutkan, sejak 2025, UNIPA telah bekerja sama dengan PT Freeport Indonesia dan LPMAK saat ini YPMAK untuk Penelitian pemulihan lahan bekas tambang (tailing) dan pengembangan tanaman produktif, kemudian tentang kajian keanekaragaman hayati, termasuk penelitian penyu ekor babi endemik dan kelestarian ekosistem perairan, lalu tentang partisipasi dalam program restorasi mangrove di pesisir Mimika dan program pengelolaan lingkungan berkelanjutan serta dukungan kajian ilmiah untuk penambangan yang ramah lingkungan.

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong saat memberikan sambutan. ((Foto: Tim Mukti Media Wakil Bupati)

 

Sementara itu, mewakili Bupati Mimika yang sedang mengikuti pendidikan kepemimpinan, Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong menyambut hangat langkah bersejarah ini. Kemong mengingatkan bahwa pembangunan tidak cukup hanya dengan jalan yang mulus atau gedung yang megah—pembangunan sejati adalah melahirkan manusia Mimika yang cerdas, berkarakter, dan bangga akan identitasnya sendiri.

“Dunia akademik adalah mata dan telinga kita, yang memberikan solusi berbasis data dan fakta, bukan sekadar asumsi,” tegas Kemong.

Melalui kesepakatan ini, ia berharap hasil kajian tidak berhenti di rak buku, melainkan berubah menjadi kebijakan yang nyata: kopi Mimika yang mendunia, laut yang memberi manfaat berkelanjutan, sekolah yang melahirkan generasi unggul, dan hak masyarakat adat yang dijunjung tinggi.

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung, Abraham Kateyau yang juga Pj Sekda Mimika foto bersama Rektor UNIPA dan jajarannya.(Foto: Tim Mukti Media Wakil Bupati)

Kesepakatan hari ini mengukuhkan empat pilar utama kerja sama yaitu di bidang pendidikan akan dikembangkan model Sekolah Sepanjang Hari; di bidang kesehatan UNIPA akan menyediakan tenaga ahli untuk riset yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat; di bidang ekonomi akan didorong pengembangan komoditas unggulan lokal; dan yang paling istimewa, akan dilakukan kajian mendalam untuk memperkuat kelembagaan adat Amungme dan Kamoro, agar nilai-nilai leluhur tetap menjadi kompas di tengah arus kemajuan zaman.

Wakil Bupati Mimika,Emanuel Kemong memberikan cinderamata kepada Rektor UNIPA, Prof Dr Hugo Warami. (Foto: Tim Mukti Media Wakil Bupati)

Bukan hanya itu, Emanuel Kemong juga meminta, agar UNIPA dapat membuat pemataan wilayah adat.
Pada moment pertemuan dengan Rektor UNIPA dan jajarannya, Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong yang didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Mimika, Abraham Kateyau yang juga menjabat Pj Sekda Mimika mengatakan, saat ini ia dan bupati terus membenahi pemerintahan di Kabupaten Mimika.

“Banyak soal yang sedang saya dan pa bupati bereskan, memang butuh waktu karena berproses, untuk itu kami juga perlu bantuan dari kalangan perguruan tinggi sebagai mitra pemerintah,” ujar Kemong. Memang kompleksitas persoalan di Mimika ibarat benang kusut yang perlu diurai secara perlahan tapi pasti.
Kemong juga berpesan dan sedikit memberikan gambaran terkait pemetaan wilayah adat bahwa lembaga adat di Mimika ada dualisme bahkan lebih dari dualisme, sebab itu Kemong meminta dukungan tim pengkajian dan pemetaan untuk bisa melihat semua persoalan dan menyelesaikan secara bersama sama dengan masyarakat adat.

Pertemuan dua sahabat lama, mantan Sekretaris Eksekutif LPMAK, Emanuel Kemong yang kini menjabat Wakil Bupati Mimika dan Prof Dr Hugo Warami yang kini menjabat Rektor Universitas Papua Manokwari. (Foto: Tim Mukti Media Wakil Bupati)

Di penghujung acara, kesepakatan ini menjadi pesan kuat bagi seluruh pihak: Mimika tidak berjalan sendirian.

Bersama Universitas Papua, langkah ke depan akan lebih pasti, lebih cepat, dan lebih bermakna. Sebagaimana diucapkan oleh para pemimpin yang hadir, hari ini kita menanam benih—benih yang suatu saat akan tumbuh menjadi pohon besar yang meneduhkan, memberi buah, dan menjadi kebanggaan seluruh tanah Papua. (tob/ka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here