Beranda Serba Serbi Mathius Awoitauw Soroti Lukas Enembe Jadi Nama Stadion

Mathius Awoitauw Soroti Lukas Enembe Jadi Nama Stadion

997
0
BERBAGI
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si. (Foto : yanpiet)

JAYAPURA, NGK – Nama Lukas Enembe yang bakal dijadikan nama Stadion di Kampung Harapan, terus mendapat sorotan tajam dari berbagai koponen masyarakat. Kali ini, giliran Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si.

“Sebelum nama itu keluar harus ada pertemuan dengan bupati yang di wilayahnya berdiri fasilitas tersebut. Selain itu, butuh masukan dari pemilik ulayat yang juga sebagai masyarakat asli tempat dibangunnya fasilitas itu,” tegas Mathius Awoitauw, di Distrik Kemtuk, Senin (19/10/2020)

Mathius Awoitauw mengatan, stadion diberi nama Lukas Enembe adalah sah-sah saja, tapi alangkah bagusnya, sebelum nama itu keluar, harus ada pertemuan bersama masyarakat setempat dengan pemerintah guna mendapat masukan, saran berkaitan dengan pemberian nama.

Menurut Bupati, peran adat sangat penting dalam proses pemberian nama, sebab Kabupaten Jayapura ini sedang dibangun atas dasar kekuatan adat demi mengisi seluruh proses pembangun di daerah ini.

Sebelum Bupati, sorotan yang tajam dilontarkan Ketua Gerakan Pemuda Jayapura, Jack Puraro.  Kepada para pihak yang berkompoten dalam membahas pergantian nama stadion papua bangkit , Jack Puraro meminta supaya harus berkoordinasi dengan masyarakat adat Kampung Harapan sebagai pemilik hak ulayat adat atas tanah tempat berdirinya stadion bertaraf internasional itu. “Jangan sesuka hati,” kata Jack.

Sementara itu, Ketua PB PON Papua yang juga adalah anggota DPR Papua, Yunus Wonda membeberkan alasan DPR Papua dan PB PON mengganti nama Stadion Papua bangkit menjadi Stadion Lukas Enembe.

Menurut Yunus, Pemberian nama Lukas Enembe menggantikan nama Papua Bangkit untuk stadion termegah kedua di Indonesia ini, karena Lukas Enembe dianggap sebagai tokoh yang berhasil menjadikan Papua sebagai tuan rumah PON XX.

“Kenapa nama Papua Bangkit harus berubah menjadi Lukas Enembe..? pertama kami rakyat Papua tidak pernah bayangkan bila Provinsi Papua bisa menjadi tuan rumah PON, karena kami menyadari secara infrastruktur kita Papua sangat tidak mungkin melakukan itu, tetapi oleh komitmen yang kuat dari bapak Lukas Enembe yang didukung juga oleh bapak wakil Gubernur dan semua pihak, maka hal yang tidak mungkin itu sekarang terbukti, kita Papua juga bisa, “Kata Yunus kepada Pers, Senin (19/10/20).

Yunus menjelaskan bila semangat pak Gubernur untuk menjadikan Papua sebagai tuan rumah PON XX perlu mendapatkan apresiasi, terlebih lagi apa yang dilakukan oleh pak Lukas secara tidak langsung membuktikan kepada Indonesia bahwa Papua juga bisa bersaing dengan daerah lain dalam pengembangan infrastruktur.

“Prinsip beliau adalah ambil dulu baru nanti disiapkan, karena menurut beliau kalau kita siapkan dulu infrastruktur nya baru mau lobby, itu nanti lama.., dan akhirnya kita lihat sendiri, saat papua dipercayakan sebagaituan rumah, Pak Gubernur langsung memerintahkan untuk bangun stadion, yang saat ini kita kenal dengan nama Papua Bangkit, “Jelas Yunus.

Diakui Yunus, paska disetujuinya Papua sebagai tuan rumah PON XX, Pak gubernur langsung memerintahkan untuk segera membangun stadion yang megah dengan menggunakan dana APBD Papua yang nilainya hampir 1,4 trilyun rupiah.

“Sesuatu yang awalnya mustahil itu ditangan beliau saat ini semua bisa terwujud, Itulah alasannya mengapa kami DPR Papua saat itu (tahun 2019) mengajukan nama stadion Papua Bangkit kita ganti dengan nama beliau, Lukas Enembe, “Beber Yunus.

Sementara itu terkait banyaknya polemik pemberian nama Lukas Enembe menggantikan nama Papua Bangkit di saat pak Gubernur masih hidup, Yunus mengaku telah berdiskusi dengan pak Gubernur.

“Kami telah berdiskusi dengan bapak gubernur terkait polemik dimasyarakat soal penyebutan nama Lukas Enembe pada stadion Papua bangkit sementara beliau masih hidup, dan beliiau menjawab silahkan itu tidak masalah kalau persoalan hidup-mati itukan urusannya Tuhan,”Pungkas Yunus. (KA/Yanpiet)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here