Beranda Nusantara Dengan Sikap Jujur, Bupati Boven Digoel Kembalikan Uang Negara Rp 2,9 Miliar

Dengan Sikap Jujur, Bupati Boven Digoel Kembalikan Uang Negara Rp 2,9 Miliar

104
0
BERBAGI
Bupati Boven Digoel, Hengky Yaluwo (pakai masker), ketika mengembalikan uang Negera senilai Rp 2,9 miliar, Selasa (2/8). (Foto: Ridwan /JPNN.com)

JAYAPURA, NGK –Sikap pimpinan yang jujur dan bertanggungjawab ditunjukan Bupati Boven Digoel, Hengky Yaluwo ketika ia menjadi saksi dugaan kasus korupsi pada perusahaan daerah Boven Digoel Sejahtera yang disinyalir merugikan negera sebanyak Rp 2,9 miliar pada tahun 2021-2022.

“Saya dilantik pada akhir tahun 2021. Saa itu,  kas bupati tidak ada, makanya saya pakai uang di kas perusahaan daerah. Dan tidak ada niat sedikit pun, uang itu saya pakai untuk kepentingan pribadi atau memperkaya diri sendiri. Tidak ada niat mau korupsi. Uang itu dipakai hanya untuk kegiatan pelantikan dan keagamaan. Dan uang itu akan dikembalikan,” ungkap Bupati Boven Digoel, Hengky  Yaluwo seperti yang dilansir jpnn.com pada Selasa, , 02 Agustus 2022.

Pernyataan Bupati Boven Digoel ini dibuktikan. Pada Selasa, 2 Agustus 2022, Hengky Yaluwo mengembalikan uang negara senilai Rp 2,9 miliar.

Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Nikolaus Kondomo menyampaikan apresiasi kepada Henky Yaluwo atas ikhtiar baiknya untuk mengembalikan kas daerah.

Dalam perkara ini, penyidik Pidsus Kejati Papua telah memeriksa delapan orang saksi, satu di antaranya Bupati Boven Digoel Hengky Yaluwo.

“Kami apresiasi ada niat baik Hengky Yaluwo untuk membalikkan uang tersebut sehingga negara tidak dirugikan. Walau begitu, perkara dugaan kurupsi di perusahaan daerah Boven Digoel Sejahtera, tetap dilanjutkan. Hanya saja, kami akan pertimbangkan. Perkara ini diberhentikan atau SP3, ya nanti kami lihat ,” tegas Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Nikolaus Kondomo.

Sementara itu, Bupati Boven Digoel Hengky Yaluwo mengatakan dirinya siap mengikuti proses hukum yang berlaku. “Prinsip sebagai warga negara, saya siap mengikuti proses yang ada,” ujar dia.

Dia pun buka suara perihal kasus dugaan korupsi senilai Rp 2,9 miliar tersebut. Menurut HY, uang itu dipakai untuk kegiatan pelantikan dan keagamaan. “Saya dilantik pada akhir tahun 2021, kas bupati tidak ada, makanya saya pakai uang di kas perusahaan daerah,” terangnya. (Krist A)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here