Beranda MIMIKA Gerak Cepat Satgas MBG Mimika, Inspeksi Seluruh SPPG Demi Gizi Anak Bangsa

Gerak Cepat Satgas MBG Mimika, Inspeksi Seluruh SPPG Demi Gizi Anak Bangsa

38
0
BERBAGI
Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong yang juga Ketua Satgas MBG memimpin rapat koordinasi pada Selasa (14/4/2026) - Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati Mimika.

TIMIKA (14/4/26), NGK –  Di Tengah kabar penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Mimika, Ketua Satgas MBG, Emanuel Kemong, tak tinggal diam. Dengan gerakan cepat, Kemong turun langsung melakukan inspeksi ke semua dapur dan tenaga kerja.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Mimika, Emanuel Kemong, menegaskan keseriusan pihaknya dalam melakukan monitoring dan inspeksi menyeluruh.

Asisten II Setda Mimika, Santi Sondang sebagai Sekretaris Tim Satgas MBG bersama Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong (Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati Mimika).

Tak main-main, inspeksi dan evaluasi ini mencakup kelayakan dapur hingga kompetensi tenaga kerja, demi memastikan program yang menyangkut kesehatan anak-anak ini berjalan sesuai standar tertinggi.

“Rabu (15/4/2026, Red.), kita akan turun langsung melihat SPPG ini. Jangan sampai ada pembicaraan yang kurang baik dari luar. Ini bagian dari monitoring. Yang kita lihat bagaimana kondisi dapurnya, apakah sudah sesuai standar,” ujar Emanuel usai memimpin rapat koordinasi bersama Satgas MBG Mimika di ruang rapat Pusat Pemerintahan (Puspem), Selasa (14/4/2026).

Audit Komprehensif: Dari Dapur Hingga Sertifikasi Tenaga Kerja

Langkah evaluasi yang dilakukan Emanuel Kemong dan timnya bukan sekadar formalitas. Aspek kelayakan yang diperiksa tidak hanya terbatas pada kondisi fisik dapur, tetapi juga mencakup sarana prasarana pendukung yang krusial dalam menunjang pelayanan pemenuhan gizi bagi siswa di sekolah.

Tim Badan Gizi Nasional (BGN) turut mengikuti rapat koordinasi bersama Satgas MBG (Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati Mimika)

Lebih lanjut, perhatian khusus diberikan pada sumber daya manusia yang terlibat. “Kita juga akan lihat pekerjanya, bagaimana kesiapan mereka. Sertifikasinya harus jelas, dan saya harap itu ditempelkan di depan pintu dapur. Karena ini menyangkut kesehatan anak-anak,” tegas Emanuel. Ia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap aspek operasional.

Monitoring ini akan dilakukan saat program MBG sedang berjalan, agar memungkinkan tim untuk mengamati langsung proses distribusi makanan kepada para penerima manfaat. “Karena kita sifatnya mengawasi, maka jika ada kekurangan akan kita bahas dan dukung untuk diperbaiki. Sementara yang sudah berjalan baik, kita lanjutkan bersama. Tujuan kita sama, agar MBG berjalan lancar,” ujarnya.

11 SPPG Dihentikan Sementara, Apa Penyebabnya?

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) memang menghentikan sementara operasional 11 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Penyebabnya beragam, mulai dari belum terpenuhinya standar administrasi dan operasional hingga persoalan teknis krusial seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

“Untuk Distrik Mimika Baru sendiri ada tiga SPPG yang disuspend, untuk Wania ada empat SPPG, Kuala Kencana tiga SPPG dan Mimika Timur ada satu SPPG. Nah sehingga jumlahnya ada 11 SPPG, sementara yang beroperasional per hari ini jumlahnya ada tujuh,” jelas Emanuel dalam rapat koordinasi tersebut.

Peserta rapat koordinasi (Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati Mimika)

Dari total 18 SPPG yang ada di Mimika, program makan bergizi gratis masih tetap berjalan melalui tujuh SPPG yang masih beroperasi. Kendala utama yang dihadapi sebagian besar SPPG yang dihentikan sementara adalah sistem IPAL yang masih dalam tahap perbaikan.

“Semua yang disuspen ini terkendalanya semua di IPAL. Untuk tiga SPPG yang disuspen ada kendala di administrasi karena adanya pergantian yayasan. Sementara untuk delapan SPPG lainnya itu sementara sedang diperbaiki dan akan dibuka kembali,” ungkapnya.

BGN berkomitmen untuk memperbaiki secara menyeluruh SPPG. “Memberikan makan bergizi tapi merusak kualitas air tanah bukanlah visi BGN. Sehingga kami memilih untuk melakukan penyesuaian teknis dan pembenahan SPPG,” ujarnya, menegaskan bahwa penghentian sementara ini dilakukan agar operasional SPPG tetap memenuhi standar pelayanan sekaligus menjaga kualitas lingkungan.

Kunjungan Langsung: Memastikan Fakta di Lapangan

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, juga mengatakan  pemerintah daerah akan melakukan pengecekan langsung terhadap sejumlah SPPG yang dihentikan sementara pada Rabu (15/4/2026). “Salah satunya akan kami kunjungi besok. Jadi ini lebih pada kelengkapan dokumen dan kelayakan, sertifikasi dan sertifikatnya harus ada. Layak pelayanan terutama tentang sanitasi, itu kita pastikan harus sudah memenuhi syarat ketentuan. Dapur, tenaga, fasilitas, kebersihan akan kita lihat langsung,” ujarnya.

Peserta rapat koordinasi persiapan inspeksi (Foto: Tim Multi Media Wakil Bupati Mimika)

Kunjungan ini dinilai penting agar Wakil Bupati dapat melihat dan mendengar langsung apa yang terjadi di lapangan. “Jangan sampai laporan yang diberikan selama ini baik-baik saja padahal fakta di lapangan tidak seperti itu,” katanya. Sebagai Ketua Satgas, Emanuel Kemong juga ingin mendengar langsung keluhan dari para orang tua murid, yang konon ada yang menolak MBG. (tob/ka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here