Beranda Kisah Inspirasi Hidup Adalah Anugerah

Hidup Adalah Anugerah

99
0
BERBAGI

80 Tahun Barnabas Suebu: Dari Tepi Danau Sentani Menjadi Pelindung Bumi Papua

JAYAPURA (29/4/26), NGK – Hari ini, 29 April 2026 menandai sebuah perjalanan panjang yang luar biasa. Sosok yang akrab disapa Kaka Bas, atau lengkapnya Barnabas Suebu, genap menginjak usia ke-80 tahun. Delapan dekade bukan sekadar angka baginya, melainkan bukti nyata bahwa hidup adalah anugerah yang harus diisi dengan karya, pengabdian, dan rasa syukur.

Di usianya yang ke-80, Kaka Bas masih memancarkan semangat yang sama seperti saat ia pertama kali melangkah meninggalkan kampung halamannya. Kisah hidupnya, yang kini diabadikan dalam biografi berjudul “Hidup Adalah Anugerah: 80 Tahun, Hidup dan Karya Barnabas Suebu”, bukan sekadar catatan sejarah politik, melainkan narasi kemanusiaan yang menyentuh hati.

Barnabas Suebu – Foto: Antara Papua

Akar Kuat dari Danau Sentani

Semua bermula pada 29 April 1946, ketika ia lahir di Sentani, Hollandia (kini Jayapura), sebagai anak ketiga dari empat bersaudara. Tumbuh di tepi keindahan Danau Sentani, ia tidak hanya dibesarkan dengan makanan bergizi dari alam, tetapi juga dengan “gizi spiritual” yang kuat dari kedua orang tuanya, Bonifasius Suebu dan Salomi Monim.

Nilai-nilai seperti rendah hati, jujur, peduli sesama, dan cinta alam ditanamkan sejak dini. “Ayah saya mengajarkan untuk tegas dan bertanggung jawab, sementara ibu selalu memberikan yang terbaik dari hasil alam,” kenang sosok yang kini menjadi legenda hidup ini. Pendidikan informal inilah yang menjadi fondasi kokoh membentuk karakternya hingga hari ini.

Perjalanan pendidikannya pun penuh perjuangan dan kecerdasan. Meski sempat tidak menyelesaikan SMA secara konvensional, kemampuannya luar biasa sehingga ia diterima di Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih melalui jalur colloquium doctum pada tahun 1968. Ketekunannya membuahkan hasil, hingga akhirnya ia meraih gelar Sarjana Hukum tepat di tahun yang sama saat ia dipercaya memimpin daerah sebagai Gubernur pada tahun 1988.

Pemimpin yang Rakyatnya Ada di Hati

Karier Barnabas Suebu adalah cerminan pengabdian tanpa henti. Dari Ketua KNPI, Ketua Kadin, Ketua DPRD, hingga dua periode menjabat sebagai Gubernur (1988-1993 dan 2006-2011), serta tugas negara sebagai Duta Besar, ia selalu membawa visi yang sama: memajukan Papua dan mensejahterakan rakyatnya.

Di mata masyarakat, ia bukan hanya pejabat, melainkan pemimpin yang berani mengambil keputusan sulit demi kebaikan bersama. Ia dikenal gigih memperjuangkan pembangunan yang berkelanjutan. Salah satu warisan terkenalnya adalah gagasan moratorium ekspor kayu bulat dan penolakan konsesi penebangan baru—langkah berani yang menunjukkan bahwa kelestarian alam Papua adalah harga mati baginya.

Kepeduliannya terhadap alam bahkan diakui dunia. Majalah TIME pernah menobatkannya sebagai “Hero of Environment”, dan ia menerima gelar Doktor Honoris Causa dari University of the Sunshine Coast, Australia, atas dedikasinya menjaga hutan tropis. Baginya, alam adalah cermin perbuatan manusia. “Jika kita merusak, alam akan membalas dengan bencana. Jika kita jaga, alam akan memberi kehidupan,” pesannya yang senantiasa relevan.

Kaka Bas – Foto : Cepos

Bahkan di usia senja, semangat itu tak padam. Baru tiga tahun lalu, pada 2023, ia terlihat aktif menanam bibit bambu dan memperjuangkan perlindungan Cagar Alam Pegunungan Cycloop dari perambahan.

Keluarga dan Warisan Nilai

Di balik sosok negarawan yang tegas, tersimpan sisi lembut sebagai kepala keluarga. Bersama istri tercinta, Maryam S. Tokoro, mereka dikaruniai enam anak yang dibesarkan dalam nilai kasih dan tanggung jawab. Bagi Kaka Bas, kesuksesan tidak diukur dari jabatan atau harta, melainkan dari seberapa besar kita bisa memberi manfaat bagi sesama.

Mengenang 80 tahun perjalanannya yang penuh liku, suka dan duka, Barnabas Suebu menyadari sepenuhnya bahwa setiap napas adalah berkah. “Hidup tidak selalu mudah, tapi setiap detiknya adalah kesempatan untuk berbuat baik,” ujarnya.

Di usia 80 tahun, Barnabas Suebu telah meninggalkan jejak yang dalam. Mulai dari pembangunan infrastruktur jalan yang menghubungkan daerah terpencil hingga kepedulian global terhadap iklim, semua dilakukan dengan satu tujuan: kesejahteraan rakyat dan kelestarian tanah Papua.

Selamat ulang tahun, Kaka Bas. 80 tahun adalah bukti bahwa hidup yang diisi dengan integritas dan cinta tanah air akan abadi menjadi inspirasi. Semoga kesehatan dan semangat juang senantiasa menyertai langkah Bapak. (Krist Ansaka)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here