Beranda PAPUA TENGAH Papua Tengah: Mewujudkan Harapan di Negeri yang berusia Emat Tahun

Papua Tengah: Mewujudkan Harapan di Negeri yang berusia Emat Tahun

36
0
BERBAGI

BAGIAN KEDUA

Jelang hari Jadi Provinsi Papua Tengah yang diperingati setiap tanggal 25 Juli dan tahun 2026 diperingatannya dimajukan ke tanggal 22 Juli, https://www.newguineakurir.com/ (NGK) akan menurunkan bebarap tulisan yang menggambarkan kondisi Papua Tengah selama empat tahun – 2022 – 2026.

 

NGK (19/7/26) – SEJAK tahun 1990-an, saya sudah tak pernah menginjakkan kaki di Nabire. Tapi pada pertengahan Januari 2026, saya mendapat kesempatan mengunjungi Nabire untuk mengikuti Festival Media se Tanah Papua di Nabire.  Saat itu, ketika ku menginjak Bandar Udara Douw Aturure, saya benar-benar terperangah. Inikah Ibu Kota Papua Tengah ?

Ketika saya sampai di halaman depan kantor sementara Pemerintah Provinsi Papua Tengah di Nabire, terpampang tulisan besar yang kini menjadi janji bersama: Papua Tengah Emas: Adil, Berdaya Saing, Bermartabat, Harmonis, Maju, dan Berkelanjutan. Itulah visi yang diusung oleh pasangan Gubernur Meki Fritz Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley—pasangan yang akrab disapa MeGe—saat memulai perjalanan memimpin provinsi yang baru genap berusia empat tahun berdiri.

Menjadi provinsi hasil pemekaran, Papua Tengah membawa harapan besar bagi lebih dari 1,4 juta jiwa penduduknya yang tersebar di tujuh kabupaten. Selama bertahun-tahun, wilayah ini sering kali terabaikan dalam pembangunan, dengan akses yang sulit, fasilitas yang minim, dan potensi alam yang belum tergarap maksimal. Kini, di bawah kepemimpinan Nawipa dan Geley, angin perubahan mulai berhembus.

Dari Mimpi Menjadi Langkah Nyata

Tujuh pilar misi menjadi landasan setiap kebijakan yang diambil. Mulai dari meningkatkan kualitas manusia melalui pendidikan dan kesehatan, hingga membangun jalan dan jembatan yang menghubungkan kampung-kampung yang selama ini terisolir.

“Pembangunan tidak boleh hanya berhenti di kota besar saja. Setiap warga di pedalaman, di pinggiran sungai, di pegunungan—berhak merasakan kemajuan yang sama,” ujar Gubernur Nawipa dalam pertemuan pertamanya dengan para kepala suku.

Salah satu langkah yang paling dinanti adalah kebijakan pendidikan gratis dari PAUD hingga SMA/SMK. Bagi anak-anak di distrik yang sulit dijangkau, ini adalah pintu gerbang menuju masa depan yang lebih cerah. Tak hanya itu, guru dan tenaga medis yang bersedia bertugas di daerah terpencil kini mendapatkan insentif tambahan, serta subsidi tiket pesawat untuk berkunjung ke keluarga. Tujuannya jelas: agar pelayanan pendidikan dan kesehatan benar-benar merata hingga ke pelosok.

Siapa sangka, di kampung yang dulu sulit dijangkau sinyal, kini mulai terpasang menara pemancar? Program Papua Tengah TERANG membawa janji internet gratis dan akses komunikasi bagi seluruh lapisan masyarakat.

Wakil Gubernur Deinas Geley menjelaskan, konektivitas adalah kunci untuk membuka peluang ekonomi. “Dengan terhubung, petani kopi dan sayuran kita bisa menjual hasilnya langsung ke pasar nasional bahkan internasional. Nelayan kita tak lagi harus menjual murah karena tidak ada informasi harga,” ungkapnya.

Sektor pertanian, perkebunan, dan kelautan pun menjadi prioritas utama. Pemerintah menyediakan bibit unggul, alat produksi, serta pelatihan keterampilan agar masyarakat bisa mengelola kekayaan alamnya sendiri, bukan hanya menjadi penonton.

Menjaga Akar, Melangkah ke Depan

Di tengah percepatan pembangunan, identitas Orang Asli Papua tidak dilupakan. Misi kelima menegaskan pentingnya menjaga adat istiadat, budaya, dan hak ulayat tanah sebagai fondasi kehidupan. Pembangunan tidak boleh merusak alam dan merampas hak leluhur.

“Kita maju tanpa meninggalkan akar. Kita modern namun tetap bermartabat sebagai orang Papua,” tegas Nawipa.

Kini, mata seluruh Papua Tengah tertuju pada pembangunan Pusat Pemerintahan di Karadiri, serta perbaikan jalan antar distrik yang menjadi urat nadi perekonomian. Masih banyak tantangan yang harus dihadapi—medan yang berat, keterbatasan anggaran, serta kesenjangan yang harus ditutup. Namun dengan visi yang jelas dan langkah yang menyentuh hati rakyat, harapan untuk mewujudkan Papua Tengah yang Emas bukan lagi sekadar mimpi. (Krist)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here