Beranda Kesehatan Menyongsong Masa Depan Kesehatan Papua Tengah

Menyongsong Masa Depan Kesehatan Papua Tengah

21
0
BERBAGI
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah bersama Kementerian Kesehatan RI dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (UNHAS) menggelar Workshop Pendampingan Tata Kelola Program Kesehatan. (Foto: Humas Pemprov. Papua Tengah)

Strategi “SPM 2+1” dan Asa Baru dari Pegunungan hingga Pesisir

 NABIRE (8/8/26), NGK – Udara pagi Kota Nabire terasa sejuk ketika para pemangku kepentingan di sektor kesehatan berkumpul di Hotel Mahavira 2.

Selama tiga hari penuh, dari tanggal 5 hingga 7 Agustus 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah bersama Kementerian Kesehatan RI dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (UNHAS) menggelar Workshop Pendampingan Tata Kelola Program Kesehatan.

Bukan sekadar pertemuan rutin, kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi tanah Papua Tengah untuk merumuskan lembaran baru pembangunan kesehatan melalui penyusunan dan penajaman Rencana Kerja (Renja) Tahun 2027.

Di balik meja-meja diskusi, ada semangat besar yang ingin dihadirkan, yaitu: Pemerataan akses layanan medis hingga ke pelosok pedalaman yang selama ini menjadi tantangan tersendiri.

Visi Nyata Menembus Batas Geografis

Renja 2027 ini dirancang agar selaras dengan visi besar Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, dan Wakil Gubernur Deinas Geley. Fokus utamanya sangat jelas. Mendekatkan layanan kesehatan bagi masyarakat, mempercepat penurunan angka stunting, serta menjamin ketersediaan tenaga medis serta logistik kesehatan yang merata.

Tidak hanya itu, penyusunan dokumen tahun ini juga menyesuaikan diri dengan transisi regulasi penting, yakni beralih dari Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 ke regulasi terbaru, Permendagri Nomor 14 Tahun 2026.

Terobosan Strategis dengan Inovasi “SPM 2+1”

Di tengah berbagai tantangan geografis wilayah, Dinkes Papua Tengah memperkenalkan terobosan inovatif yang dinamakan Strategi “SPM 2+1”.

Konsep ini membagi peran secara strategis:

  • Dua SPM (Standar Pelayanan Minimal): Menegaskan kewenangan penuh tingkat provinsi dalam hal penanganan krisis kesehatan serta Kejadian Luar Biasa (KLB).
  • “+1”: Menandai peran transformatif Dinkes Provinsi sebagai support system atau pendamping bagi delapan kabupaten di wilayahnya. Tujuannya agar setiap kabupaten mampu mencapai 12 indikator SPM dasar secara mandiri.
Peserta Workshop berdiskusi untuk mendekatkan layanan kesehatan bagi masyarakat, mempercepat penurunan angka stunting, serta menjamin ketersediaan tenaga medis serta logistik kesehatan yang merata. (Foto: Humas Pemprov. Papua Tengah)

Berkat pendampingan intensif dari tim UNHAS (Universitas Hasanuddin), proses penyusunan draf berjalan mulus. Mulai dari perombakan Bab I hingga II, evaluasi kinerja lintas kelompok kerja, hingga finalisasi Bab III serta matriks program dan pendanaan di Bab IV berhasil dirampungkan tepat sebelum penutupan acara pada Jumat siang.

Filosofi Pelayanan: Siap, Sigap, dan Pulih Bersama

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah, dr. Agus, mengungkapkan bahwa Rencana Kerja 2027 ini dipersiapkan sebagai instrumen utama yang terukur untuk mengeksekusi visi kepala daerah. Melalui strategi “SPM 2+1”, pemerintah tidak hanya sigap menghadapi krisis regional, tetapi juga mengawal kabupaten agar mandiri mencapai target pelayanan dasar.

Lebih lanjut, dr. Agus menegaskan sebuah filosofi pelayanan baru yang menjadi pegangan moral bagi seluruh insan kesehatan di Papua Tengah:

“Kita harus siap sebelum bencana datang, sigap saat bencana melanda, dan pulih bersama untuk bangkit lebih kuat.”

Ucapan terima kasih dan apresiasi tinggi turut disampaikan kepada Prof. Dr. Aminuddin Syam beserta tim UNHAS, serta seluruh jajaran internal Dinkes Papua Tengah atas dedikasi kolektif yang diberikan selama workshop berlangsung.

Dengan rampungnya draf Renja 2027 ini, secercah harapan kini membuncah. Pemerintah Provinsi Papua Tengah optimis, langkah strategis yang matang ini akan mampu mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh yang membentang luas dari pesisir pantai hingga ke puncak-puncak pegunungan. (Krist)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here